Skip to main content

Sunan Daruquthni 3453

سنن الدارقطني 3453: نا ابْنُ صَاعِدٍ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , قَالَا: نا أَبُو الْأَشْعَثِ , نا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ , نا سَعِيدٌ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ أَوْسٍ , عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَضَى فِي الْأَصَابِعِ عَشْرًا عَشْرًا». تَفَرَّدَ بِهِ أَبُو الْأَشْعَثِ , وَلَيْسَ هُوَ عِنْدِي بِمَحْفُوظٍ عَنْ قَتَادَةَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Sunan Daruquthni 3453: Ibnu Sha’id dan Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abul Asy’ats menceritakan kepada kami, Khalid bin Al Harits menceritakan kepada kami, Sa’id menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Masruq bin Aus, dari Abu Musa Al Asy’ari bahwa Rasulullah SAW menetapkan diyat untuk satujari sepuluh unta.” Abul Asy’ats adalah satu-satunya perawi yang meriwayatkan ini, padahal dia itu tidak terpelihara menurutku dari Qatadah. Wallahu a ‘lam.

Sunan Daruquthni 3454

سنن الدارقطني 3454: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا عَمْرُو بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ , عَنْ عُبَيْدَةَ بْنِ حَسَّانَ , عَنْ يَزِيدَ بْنِ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «دِيَةُ الْأَصَابِعِ سَوَاءٌ , الْيَدَيْنِ وَالرِّجْلَيْنِ , عَشْرٌ عَشْرٌ مِنَ الْإِبِلِ , أَوْ عَدْلُهَا مِنَ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ»

Sunan Daruquthni 3454: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ali bin Harb menceritakan kepada kami, Amr bin Abdul Jabbar menceritakan kepada kami dari Abdah bin Hassan, dari Yazid bin Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda, “Diyat jari jemari sama antara kaki dan tangan, untuk satu jari sepuluh ekor unta atau seharga dengan itu dari emas dan perak.”

Sunan Daruquthni 3455

سنن الدارقطني 3455: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , نا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ , نا وَكِيعٌ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبْجَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ , عَنْ حُجَيَّةَ بْنِ عَدِيٍّ , أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ «قَطَعَ أَيْدِيَهُمْ مِنَ الْمِفْصَلِ وَحَسَمَهَا». فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى أَيْدِيهِمْ كَأَنَّهَا أُيُورُ الْحُمُرِ قَالَ: نا وَكِيعٌ , نا قَيْسٌ , عَنْ مُغِيرَةَ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , أَنَّ عَلِيًّا «كَانَ يَقْطَعُ الرِّجْلَ وَيَدَعُ الْعَقِبِ يُعْتَمَدُ عَلَيْهَا» قَالَ: وَنا وَكِيعٌ , نا سُفْيَانُ , عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: أَشْهَدُ عَلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ «أَنَّهُ قَطَعَ الْيَدَ وَالرِّجْلَ» وَنا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَرَادَ أَنْ يَقْطَعَ رِجْلًا بَعْدَ الْيَدِ وَالرِّجْلِ , فَقَالَ عُمَرُ: «السُّنَّةُ الْيَدُ»

Sunan Daruquthni 3455: Abdullah bin Ja’far bin Khusyaisy menceritakan kepada kami, Salam bin Junadah menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Abdul Malik bin Abjar menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Salamah bin Kuhail, dari Hujiyyah bin Adi, bahwa Ali RA memotong tangan pencuri dari pergelangan dan menghaluskannya, seolah-olah aku melihat tangan mereka itu kemaluan keledai.” Ia berkata: Waki’ menceritakan kepada kami, Qais menceritakan kepada kami dari Mughirah, dari Asy-Sya’bi bahwa Ali memotong kaki dan membiarkan tumit sebagai penopang.” Ia berkata: Waki’ menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Khalid Al Hadzdza’ menceritakan kepada kami dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Aku menyaksikan Umar RA memotong tangan dan kaki.” Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Al Qasim dari ayahnya, bahwa Abu Bakar RA hendak memotong kaki lagi setelah tangan dan kaki, lalu Umar berkata, “Yang Sunnah itu tangan.”

Sunan Daruquthni 3456

سنن الدارقطني 3456: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ أَبَانَ الْكَرَابِيسِيُّ , نا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ حُمَيْدٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِي حَازِمٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا ضَرَبَ الرَّجُلُ أَبَاهُ فَاقْتُلُوهُ».

Sunan Daruquthni 3456: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Walid bin Aban Al Karabisi menceritakan kepada kami, Zakaria bin Adi menceritakan kepada kami dari Ibrahim bin Humaid, dari Hisyam bin Urwah, dari Abu Hazim, dari Sa’id bin Al Musayyab, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang memukul ayahnya, maka bunuhlah dia”

Sunan Daruquthni 3441

سنن الدارقطني 3441: نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ , نا حَبَّانُ , نا ابْنُ الْمُبَارَكِ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ حَمْزَةَ , وَسَالِمٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: كَانَ عُمَرُ «يَضْرِبُ فِي التَّعْرِيضِ الْحَدَّ تَامًّا»

Sunan Daruquthni 3441: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Sufyan menceritakan kepada kami, Hibban menceritakan kepada kami, Ibnul Mubarak menceritakan kepada kami dari Al Auza’i, dari Az-Zuhri, dari Hamzah dan Salim, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Umar menghukum orang yang menuduh (orang lain) berzina dengan ungkapan yang tidak jelas dengan satu had penuh.”

Sunan Daruquthni 3457

سنن الدارقطني 3457: نا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ. وَزَادَ فِيهِ قَالَ: فَذَكَرْتُهُ لِسُفْيَانَ , فَقَالَ: سَمِعْتُهُ مِنْ أَبِي حَازِمٍ , وَكَذَلِكَ ذَكَرَهُ أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , وَلَمْ أَسْمَعْهُ مِنْهُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمَخْرَمِيِّ , وَذَكَرَ سُفْيَانُ فِي آخِرِهِ كَمَا ذَكَرَ إِبْرَاهِيمُ

Sunan Daruquthni 3457: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah menceritakan kepada kami, Zakaria bin Adi dengan sanadnya menceritakan kepada kami dengan redaksi yang sama. Tapi ada tambahan, ia berkata: Aku menyebutkan itu kepada Sufyan, dan dia berkata, “Aku mendengarnya dari Abu Hazim.” Demikian pula yang disebutkan oleh Abu Muhammad bin Sha’id tapi aku tidak mendengar darinya, dari Muhammad bin Abdullah Al Mukharrimi. Sufyan menyebutkan pula di akhirnya persis dengan apa yang disebutkan Ibrahim.

Sunan Daruquthni 3442

سنن الدارقطني 3442: نا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَكَمِ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا عَبْدُ الْأَعْلَى , عَنِ الْجَلْدِ بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِرَجُلٍ: يَا ابْنَ شَامَةِ الْوَذْرِ , فَاسْتَعْدَى عَلَيْهِ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ , فَقَالَ: «إِنَّمَا عَنَيْتُ بِهِ كَذَا وَكَذَا» , فَأَمَرَ بِهِ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ فَجُلِدَ الْحَدَّ

Sunan Daruquthni 3442: Ja’far bin Ahmad bin Al Hakam menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Abdul A’la menceritakan kepada kami dari Al Jald bin Ayyub, dari Mu’awiyah bin Qurrah, bahwa ada seseorang berkata kepada temannya, “Hai anak Syamatul widzr!” Orang yang dihina kemudian melaporkannya kepada Utsman dan ia berkata, “Yang Kamu maksudkan adalah ini dan ini.” Lalu Utsman memerintahkan orang yang mengejek tadi dicambuk satu had penuh.

Sunan Daruquthni 3458

سنن الدارقطني 3458: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ مِنْ أَصْلِهِ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَمَّادٍ الْقَلَانِسِيُّ , نا آدَمُ , نا شُعْبَةُ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدَّابَّةُ جُرْحُهَا جُبَارٌ , وَالْبِئْرُ جُبَارٌ , وَالْمَعْدِنُ جُبَارٌ , وَالرِّجْلُ جُبَارٌ , وَفِي الرِّكَازِ الْخُمُسُ». كَذَا قَالَ: «وَالرِّجْلُ جُبَارٌ» , وَهُوَ وَهْمٌ , وَلَمْ يُتَابِعْهُ عَلَيْهِ أَحَدٌ عَنْ شُعْبَةَ

Sunan Daruquthni 3458: Muhammad bin Ismail Al Farisi menceritakan kepada kami dari asalnya, Ja’far bin Muhammad bin Hammad Al Qalanisi menceritakan kepada kami, Adam menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ziyad, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Kerusakan yang ditimbulkan hewan tidak bisa dituntut, sumur juga tidak bisa dituntut, logam tidak bisa dituntut, kaki (binatang) juga tidak bisa dituntut, dalam rikaz ada zakatnya seperlima.” Perkataan, “Kaki juga tak bisa dituntut” adalah ungkapan yang bersumber dari dugaan perawi, dan tidak ada yang memperkuat riwayatnya dari Syu’bah.

Sunan Daruquthni 3443

سنن الدارقطني 3443: نا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ أَبِي الرِّجَالِ , عَنْ أُمِّهِ عَمْرَةَ قَالَتْ: اسْتَبَّ رَجُلَانِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا: مَا أُمِّي بِزَانِيَةٍ وَلَا أَبِي بِزَانٍ , فَشَاوَرَ عُمَرُ الْقَوْمَ , فَقَالُوا: «مَدَحَ أَبَاهُ وَأُمَّهُ» , فَقَالَ: «لَقَدْ كَانَ لَهُمَا مِنَ الْمَدْحِ غَيْرُ هَذَا» , فَضَرَبَهُ

Sunan Daruquthni 3443: Ja’far bin Ahmad menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Bakar menceritakan kepada kami, Abdullah bin Idris menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Abu Ar-Rijal, dari ibunya —Amrah— dia berkata: Pernah ada dua orang saling memaki satu sama lain. Salah satu dari mereka berkata, “Ibuku bukan pezina, ayahku bukan pezina.” Umar kemudian bermusyawarah dengan para ahli dan mereka berkata, “Ini adalah bentuk pujian kepada kedua orangtuanya.” Umar berkata, “Masih banyak kata-kata lain untuk memuji orangtua selain itu.” Akhirnya ia mencambuk orang yang mengatakan kalimat tersebut.

Sunan Daruquthni 3459

سنن الدارقطني 3459: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي الثَّلْجِ , نا جَدِّي , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ , نا مَخْرَمَةُ بْنُ بُكَيْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا أَصَابَتِ الْإِبِلُ بِاللَّيْلِ ضَمِنَ أَهْلُهَا , وَمَا أَصَابَتْ بِالنَّهَارِ فَلَا شَيْءَ فِيهِ , وَمَا أَصَابَتِ الْغَنَمُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ غَرِمَهُ أَهْلُهَا , وَالضَّوَارِي يَتَقَدَّمُ إِلَى أَهْلِهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ تُعْقَرُ بَعْدَ ذَلِكَ»

Sunan Daruquthni 3459: Muhammad bin Ahmad bin Abu Ats-Tsalj menceritakan kepada kami, kakekku menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar menceritakan kepada kami, Makhramah bin Bukair menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Apa yang dirusak oleh unta pada malam hari menjadi tanggung jawab tuannya, tapi pada siang hari ia tak bisa dituntut. Apa yang dirusak kambing pada malam dan siang hari ditanggung oleh tuannya. Hewan liar diajukan kepada pemiliknya selama tiga hari, selebihnya harus dikurung.”