Skip to main content

Sunan Daruquthni 3742

سنن الدارقطني 3742: نا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ , وَعَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ عَلِيٍّ , قَالُوا: نا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَزَّازُ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ

Sunan Daruquthni 3742: Utsman bin Ahmad, Abdul Baqi bin Qani’, dan Ismail bin Ali menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ahmad bin Ali menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ishaq bin Manshur menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Ashim bin Bahdalah, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW dengan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 3758

سنن الدارقطني 3758: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ , نا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ , عَنِ الْمُثَنَّى بْنِ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , [ص:464] عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ , قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ الْآيَةُ مُشْتَرَكَةٌ؟ , قَالَ: «أَيُّ آيَةٍ؟» , قُلْتُ {وَأُولَاتِ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ} [الطلاق: 4] الْمُطَلَّقَةُ وَالْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا؟ , فَقَالَ: «نَعَمْ»

Sunan Daruquthni 3758: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Sa’id bin Ghufair menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayyub menceritakan kepada kami dari Al Mutsanna bin Ash-Shabbah, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Ubai bin Ka’ab, dia berkata: Aku berkata, “Ya Rasulullah ada ayat yang musytarakah (sama maknanya).” Beliau berkata, “Ayat yang mana?” Aku berkata, “Dan wanita-wanita yang hamil, iddah mereka adalah sampai mereka melahirkan anak mereka”, (Qs. Ath-Thalaaq [65]: 4) ini untuk yang ditalak atau yang ditinggal mati suami.” Beliau berkata. “Benar”

Sunan Daruquthni 3743

سنن الدارقطني 3743: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ بُهْلُولٍ , قَالَ: قِيلَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ: يُزَوِّجُ الرَّجُلُ كَرِيمَتَهُ مِنْ ذِي الدِّينِ إِذَا لَمْ يَكُنْ فِي الْحَسَبِ مِثْلُهُ؟ , قَالَ: حَدَّثَنِي مِسْعَرٌ , عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ طَلْحَةَ , قَالَ: قَالَ عُمَرُ: «لَأَمْنَعَنَّ تَزَوُّجَ ذَاتِ الْأَحْسَابِ إِلَّا مِنَ الْأَكْفَاءِ»

Sunan Daruquthni 3743: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Abu Rawwad pernah ditanya, “Ada seseorang yang menikahkan saudara perempuannya dengan lelaki yang bagus agamanya tapi bukan dari kedudukan yang sama.” Maka ia menjawab: Mus’ir menceritakan kepadaku, dari Sa’d bin Ibrahim, dari Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah, dia berkata: Umar berkata, “Sungguh aku akan melarang wanita yang berasal dari keturunan terpandang menikah, kecuali bila dengan pria yang sederajat.”

Sunan Daruquthni 3759

سنن الدارقطني 3759: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُعَاذُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ , نا الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ , أَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ {وَأُولَاتِ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ} [الطلاق: 4] أَمُبْهَمَةٌ هِيَ لِلْمُطَلَّقَةِ ثَلَاثًا , أَوْ لِلْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا , قَالَ: «هِيَ لِلْمُطَلَّقَةِ ثَلَاثًا وَالْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا»

Sunan Daruquthni 3759: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Mu’adz bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Bakar menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi menceritakan kepada kami, Al Mutsanna bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya —yaitu Abdullah bin Amr—, dari Ubai bin Ka’b, dia bertanya kepada Nabi SAW tentang ayat “Dan wanita-wanita yang hamil, iddah mereka adalah sampai mereka melahirkan anak mereka” (Qs. Ath-Thalaaq [65]: 4) apakah itu tidak tentu, atau untuk yang ditalak tiga, atau yang ditinggal mati suami?” Beliau menjawab, “Untuk yang ditalak tiga dan yang ditinggal mati suami.

Sunan Daruquthni 3744

سنن الدارقطني 3744: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا عُمَرُ بْنُ أَبِي الرُّطَيْلِ , نا صَالِحُ بْنُ مُوسَى , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اخْتَارُوا لِنُطَفِكُمُ الْمَوَاضِعَ الصَّالِحَةَ»

Sunan Daruquthni 3744: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq menceritakan kepada kami, Umar bin Abu Ruthail menceritakan kepada kami, Shalih bin Musa menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Pilihlah untuk air mani kalian tempat penampungan yang baik.”

Sunan Daruquthni 3760

سنن الدارقطني 3760: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ أَبِيهِ , [ص:465] عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: ” تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا , وَحَسَبِهَا , وَدِينِهَا , وَجَمَالِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ “

Sunan Daruquthni 3760: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyir bm Al Hakam menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Ubaidullah bin Umar, Sa’id bin Abu Sa’id menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, derajatnya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama, niscaya kamu akan beruntung.”

Sunan Daruquthni 3745

سنن الدارقطني 3745: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَمَّادِ بْنِ مَاهَانَ , حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُقْبَةَ , نا أَبُو أُمَيَّةَ بْنُ يَعْلَى , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «انْكِحُوا إِلَى الْأَكْفَاءِ وَأَنْكِحُوهُمْ وَاخْتَارُوا لِنُطَفِكُمْ , وَإِيَّاكُمْ وَالزَّنْجَ فَإِنَّهُ خَلْقٌ مُشَوَّهٌ». [ص:458] تَابَعَهُ الْحَارِثُ بْنُ عِمْرَانَ

Sunan Daruquthni 3745: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hammad bin Mahan menceritakan kepada kami, Muhammad bin Uqbah menceritakan kepadaku, Abu Umayyah bin Ya’la menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Nikahilah wanita yang sederajat, dan nikahkanlah (gadis kalian) dengan mereka. Pilihlah (tempat) untuk air mani kalian dan jangan menikahi orang hitam, karena dia bertabiat jelek.” Hadis ini diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan dari Harits bin Imran.

Sunan Daruquthni 3746

سنن الدارقطني 3746: نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , نا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ , نا الْحَارِثُ بْنُ عِمْرَانَ الْجَعْفَرِيُّ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَخَيِّرُوا لِنُطَفِكُمْ لَا تَضَعُوهَا إِلَّا فِي الْأَكْفَاءِ». قَالَ الْأَشَجُّ: «تَخَيِّرُوا لِنُطَفِكُمْ وَأَنْكِحُوا الْأَكْفَاءَ وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ»

Sunan Daruquthni 3746: Ahmad bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, Abu Sa’id Al Asyaj menceritakan kepada kami, Al Harits bin Imran Al Ja’fari menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, ”’Pilihlah tempat untuk mani kalian, jangan meletakkannya di (rahim) yang tidak sederajat.” Al Asyajj berkata, “Pilihlah untuk air mani kalian, nikahilah yang sederajat, dan nikahkan (wanita kalian) dengan mereka.”

Sunan Daruquthni 3747

سنن الدارقطني 3747: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو الْغَزِّيُّ , نا الْفِرْيَابِيُّ , نا سُفْيَانُ , قَالَ: «الْكُفْؤُ فِي الْحَسَبِ وَالدِّينِ»

Sunan Daruquthni 3747: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Amr Al Ghazzi menceritakan kepada kami, Al Firyabi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, ia berkata, “Kafa‘ah itu ada pada faktor keturunan dan agama.”

Sunan Daruquthni 3748

سنن الدارقطني 3748: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ بُهْلُولٍ , قَالَ: قُلْتُ لِسُفْيَانَ: يُزَوِّجُ الرَّجُلُ كَرِيمَتَهُ مِنْ ذِي الدِّينِ إِذَا لَمْ يَكُنِ الْمَنْصِبُ مِثْلَهُ؟ , قَالَ: «نَعَمْ»

Sunan Daruquthni 3748: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku berkata kepada Sufyan, “Bolehkah seseorang menikahkan kerabat perempuannya (anak atau saudari) kepada yang agamanya bagus tapi tidak sederajat dengannya?” Ia menjawab, “Ya.”