Skip to main content

Sunan Darimi 2630

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو صَخْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ مَكْحُولًا يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو هِنْدٍ الدَّارِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَامَ مَقَامَ رِيَاءٍ وَسُمْعَةٍ رَاءَى اللَّهُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَسَمَّعَ

Telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Yazid] telah menceritakan kepada kami [Haiwah] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Shakhr] bahwa ia mendengar [Makhul] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Hind ad Dari] bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melakukan sesuatu karena riya` dan sum’ah, maka pada hari kiamat Allah akan memperlihatkan dan memperdengarkannya.”

Sunan Darimi 2631

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ الْخَامَةِ مِنْ الزَّرْعِ تُفَيِّئُهَا الرِّيَاحُ تُعَدِّلُهَا مَرَّةً وَتُضْجِعُهَا أُخْرَى حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمَوْتُ وَمَثَلُ الْكَافِرِ كَمَثَلِ الْأَرْزَةِ الْمُجْذِيَةِ عَلَى أَصْلِهَا لَا يُصِيبُهَا شَيْءٌ حَتَّى يَكُونَ انْجِعَافُهَا مَرَّةً وَاحِدَةً قَالَ أَبُو مُحَمَّد الْخَامَةُ الضَّعِيفُ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Sa’ad bin Ibrahim] dari [Abdullah bin Ka’ab] dari ayahnya [Ka’ab bin Malik] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan orang mukmin seperti tanaman yang elastis digoyang oleh angin. Sesekali tegak dan sesekali miring hingga tanaman itu mati. Sedangkan perumpamaan orang kafir seperti tanaman yang keras, tidak dapat digoyang oleh apapun hingga ia jatuh dan tercabut sekaligus.” Abu Muhammad berkata; Al Khamah adalah elastis (lemah).

Sunan Darimi 2632

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَعُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْطَانِي ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَأَعْطَانِي ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَأَعْطَانِي ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا حَكِيمُ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرٌ حُلْوٌ فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ وَكَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى

Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Al Auza’i] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa’id bin Al Musayyab] dan [Urwah bin Az Zubair] bahwa [Hakim bin Hizam] berkata; Aku meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau memberiku, kemudian aku memintanya lagi, beliau pun memberiku, lalu aku memintanya lagi, beliau pun memberiku, kemudian aku memintanya lagi, lalu beliau bersabda: “Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini hijau lagi manis (sangat memikat dan menggiurkan), maka barangsiapa yang mengambilnya dengan kedermawanan diri niscaya ia mendapatkan berkah dan barangsiapa yang mengambilnya dengan rakus niscaya ia tidak akan mendapat berkah, ia seperti orang yang makan dan tidak pernah kenyang. Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.”

Sunan Darimi 2633

حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو الرَّقِّيُّ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ عَنْ الْمُغِيرَةِ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ وَأْدِ الْبَنَاتِ وَعُقُوقِ الْأُمَّهَاتِ وَعَنْ مَنْعٍ وَهَاتِ وَعَنْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةِ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ

Telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin Adi] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Amr Ar Raqqi] dari [Abdul Malik bin Umair] dari [Warrad] mantan budak Al Mughirah dari [Al Mughirah] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengubur anak perempuan hidup-hidup, durhaka kepada ibu, tidak memberi tapi mau menerima, banyak bicara, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.

Sunan Darimi 2634

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Asma`] dari [Tsauban] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang aku takutkan terhadap umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan.”

Sunan Darimi 2635

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِيَنْصُرْ الرَّجُلُ أَخَاهُ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا فَإِنْ كَانَ ظَالِمًا فَلْيَنْهَهُ فَإِنَّهُ لَهُ نُصْرَةٌ وَإِنْ كَانَ مَظْلُومًا فَلْيَنْصُرْهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu’man] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hendaklah seseorang menolong saudaranya yang menzhalimi atau yang dizhalimi. Jika ia orang yang menzhalimi maka hendaklah ia dicegah, karena itu adalah cara menolongnya. Dan jika ia orang yang dizhalimi, maka hendaklah ia ditolong.”

Sunan Darimi 2636

أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ وَنَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قَالَ قُلْنَا لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Telah mengabarkan kepada kami [Ja’far bin ‘Aun] dari [Hisyam bin Sa’d] dari [Zaid bin Aslam] dan [Nafi’] dari [Ibnu Umar] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Agama itu nasehat.” Ia mengatakan; Kami bertanya; Bagi siapa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bagi Allah, RasulNya, kitabNya, para pemimpin kaum muslimin dan seluruh umatnya.”

Sunan Darimi 2621

أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي الْمُرَاوِحِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Telah mengabarkan kepada kami [Ja’far bin ‘Aun] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [ayahnya] dari [Abu Al Murawih] dari [Abu Dzarr] ia berkata; Ada seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia pun mengatakan; Amal apakah yang paling utama? Beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan berjihad fi sabilillah.”

Sunan Darimi 2637

حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا أَظُنُّ حَفْصًا قَالَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ النُّزَّاعُ مِنْ الْقَبَائِلِ

Telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin Adi] telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Ghiyats] dari [Al A’masy] dari [Abu Ishaq] dari [Al Ahwash] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Islam diawali dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing pula.” Aku kira Hafsh berkata; Maka berbahagialah orang-orang asing itu. Dikatakan; Siapakah orang-orang asing itu? Ia menjawab; Orang-orang yang menjauhkan diri dari sanak saudaranya (untuk menegakkan ajaran agama Islam).

Sunan Darimi 2622

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ عِنْدَ اللَّهِ إِيمَانٌ لَا شَكَّ فِيهِ قَالَ أَبُو مُحَمَّد أَبُو جَعْفَرٍ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ

Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya] dari [Abu Ja’far] bahwa ia mendengar [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Amalan yang paling utama di sisi Allah adalah iman yang tidak disertai dengan keraguan.” Abu Muhammad berkata; Abu Ja’far adalah orang Anshar.