Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 1972

صحيح ابن حبان 1972: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ، وَأَبُو سَلَمَةَ، أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حِينَ يَفْرُغُ مِنْ صَلاَةِ الْفَجْرِ مِنَ الْقِرَاءَةِ وَيُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ رَأْسَهُ‏:‏ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ‏:‏ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ، وَسَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ، وَعَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ، وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ، وَاجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ كَسِنِي يُوسُفَ، اللَّهُمَّ الْعَنْ لِحْيَانَ، وَرِعْلاً، وَذَكْوَانَ، وَعُصَيَّةً عَصَتِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ثُمَّ بَلَغَنَا أَنَّهُ تَرَكَ ذَلِكَ لَمَّا نَزَلَتْ‏:‏ ‏{‏لَيْسَ لَكَ مِنَ الأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ‏}‏‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1972: Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Yunus mengabarkan kepadaku dari Ibnu Syihab, dia berkata: Sa’id bin Al Musayyab dan Abu Salamah mengabarkan kepadaku, bahwa keduanya mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah berdoa pada shalat Subuh setelah selesai membaca (Al Faatihah), lalu takbir untuk ruku dan mengangkat kepala (seraya mengucapkan), “Sami’allaahu liman hamidah”. Beliau berdoa dalam posisi berdiri, “Ya Allah, selamatkanlah Al Walid bin Al Walid, Salamah bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi’ah, dan orang-orang beriman yang lemah. Ya Allah, perberatlah siksaan-Mu terhadap Mudhar, dan timpahkanlah kekeringan pada mereka seperti kekeringan yang pernah terjadi pada zaman Nabi Yusuf AS. Ya Allah, laknatlah Lihyan, Ri’l, Dzakwan, dan Ushayyah, yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.Kemudian kami mendapat khabar bahwa beliau meninggalkannya setelah turun ayat, “itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad) apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengadzabnya, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang zhalim.”(QS. Aali ‘Imraan [3]: 128) 348 [5:10]

Shahih Ibnu Hibban 1973

صحيح ابن حبان 1973: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ مُكْرَمٍ الْبَزَّارُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، وَيَحْيَى الْقَطَّانُ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ، عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ يَدْعُو عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ، رِعْلٍ، وَذَكْوَانَ، وَقَالَ‏:‏ عُصَيَّةٌ عَصَتِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ‏.‏أَبُو مِجْلَزٍ اسْمُهُ لاَحِقُ بْنُ حُمَيْدٍ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1973: Muhammad bin Al Husain bin Mukram Al Bazzar mengabarkan kepada kami, dia berkata: Amr bin Ali meneceritakan kepada kami, dia berkata Yazid bin Zurai dan Yahya Al Qaththan menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Suaiman At-Taimi menceritakan kepada kami dari Abu Mijlaz, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah pernah melakukan qunut selama satu bulan setelah ruku untuk mendoakan kebinasaan bagi sebagian bangsa Arab, Ri’l, dan Dzakwan. Beliau bersabda, “Ushayyah telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.” 349 Abu Mijlaz namanya adalah Lahiq bin Humaid. [4:1]

Shahih Ibnu Hibban 1974

صحيح ابن حبان 1974: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا كَامِلُ بْنُ طَلْحَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ أَبِي الْعَلاَءِ، عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي صَلاَتِهِ‏:‏ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ، وَعَزِيمَةَ الرُّشْدِ، وَشُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1974: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Kamil bin Thalhah menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Sa’id Al Jurairi, dari Abu Al Ala, dari Syaddad bin Aus, bahwa Rasulullah berdoa dalam shalatnya, “Allaahumma innii as’alukat tsabata fil amri wa azimatar rusydi wa syukra ni’matika wa husna ibadatika, wa as’aluka qalban saliiman, wa as’aluka min khairi ma ta’lam, wa a’udzu bika min syarri ma ta’lam, wa astaghfiruka li ma ta’lam.” (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar diberi ketetapan hati dalam menjalankan perintah [ajaran agama] dan keteguhan hati dalam melaksanakan petunjuk, mensyukuri nikmat-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu. Aku memohon kepada kepada-Mu [agar diberi] hati yang lapang. Aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang Engkau ketahui. Aku memohon ampunan kepada-Mu atas dosa-dosa yang Engkau ketahui). 350 [5:12]

Shahih Ibnu Hibban 1975

صحيح ابن حبان 1975: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْمَرْوَزِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ صُهَيْبٍ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَمَسَ شَيْئًا لاَ نَفْهَمُهُ، فَقَالَ‏:‏ أَفَطِنْتُمْ لِي‏؟‏ قُلْنَا‏:‏ نَعَمْ، قَالَ‏:‏ إِنِّي ذَكَرْتُ نَبِيًّا مِنَ الأَنْبِيَاءِ أُعْطِيَ جُنُودًا مِنْ قَوْمِهِ فَقَالَ‏:‏ مَنْ يَقُومُ لِهَؤُلاَءِ‏؟‏ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ‏:‏ أَنِ اخْتَرْ لِقَوْمِكَ إِحْدَى ثَلاَثٍ‏:‏ إِمَّا أَنْ أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، أَوِ الْجُوعَ، أَوِ الْمَوْتَ، فَاسْتَشَارَ قَوْمَهُ فِي ذَلِكَ، فَقَالُوا‏:‏ أَنْتَ نَبِيُّ اللهِ نَكِلُ ذَلِكَ إِلَيْكَ خِرْ لَنَا، فَقَامَ إِلَى صَلاَتِهِ- وَكَانُوا إِذَا فَزِعُوا فَزِعُوا إِلَى الصَّلاَةِ- فَصَلَّى مَا شَاءَ اللَّهُ، فَقَالَ‏:‏ أَيْ رَبِّ أَمَّا عَدُوُّهُمْ مِنْ غَيْرِهِمْ وَالْجُوعُ فَلاَ، وَلَكِنِ الْمَوْتُ، فَسُلِّطَ عَلَيْهِمُ الْمَوْتَ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَمَاتَ مِنْهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا، فَهَمْسِي الَّذِي تَرَوْنَ أَنْ أَقُولَ‏:‏ اللَّهُمَّ بِكَ أُقَاتِلُ، وَبِكَ أُصَاوِلُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ مَاتَ صُهَيْبٌ سَنَةَ ثَمَانٍ وَثَلاَثِينَ فِي رَجَبٍ فِي خِلاَفَةِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَوُلِدَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي لَيْلَى لِسَنَتَيْنِ مَضَتَا مِنْ خِلاَفَةِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1975: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim Al Marwazi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Al Mughirah menceritakan kepada kami dari Tsabit, dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Shuhaib, dia beikata: Rasulullah membisikkan sesuatu yang tidak kami pahami. Beliau lalu bertanya, “Apakah kalian memahamiku?” Kami menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku teringat dengan seorang nabi yang diberi bala tentara dari kaumnya. Nabi tersebut lalu bertanya (dengan keangkuhannya karena merasa jumlah umatnya telah sangat banyak-ed) kepada Allah, ‘Siapakah yang mampu mengalahkan mereka?’ Allah kemudian memberikan -wahyu kepadanya (guna menegurnya atas keangkuhannya-ed), ‘Pilihlah tiga hal untuk umatmu; mereka dikuasai musuh, diberi kelaparan, atau ditimpa kematian’. Dia lalu meminta pendapat kaumnya dalam masalah ini. Mereka berkata, ‘Engkau adalah nabi Allah, kami serahkan sepenuhnya kepadamu, berilah pilihan untuk kami’. Dia lalu menunaikan shalat —mereka biasa menunaikan shalat bila sedang takut atau gelisah—. Setelah itu dia berkata, ‘Wahai Tuhan, janganlah mereka dikuasai musuh atau ditimpa kelaparan, tapi kematian saja yang ditimpakan pada mereka’. Allah pun menimpakan kematian kepada mereka selama tiga hari, sehingga terjadilah kematian massal sebanyak 70.000 jiwa. Adapun bisikan yang kalian lihat aku mengucapkannya adalah, ‘Ya Allah, karena-Mu aku berperang dan karena-Mu aku menyerang, tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan (pertolongan)Allah'”352 [3:5] Abu Hatim berkata, “Shuhaib wafat pada bulan Rajab tahun 38 H., pada masa pemerintahan Ali RA. Sedangkan Abdurrahman bin Abi Laila lahir pada masa pemerintahan Umar RA, yaitu dua tahun setelah masa pemerintahannya berjalan.”

Shahih Ibnu Hibban 1976

صحيح ابن حبان 1976: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ أَبِي الْخَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلاَتِي، قَالَ‏:‏ قُلِ‏:‏ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي، مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1976: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Al Walid Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami, dia berkata: Laits bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Yazid bin Abi Habib, dari Abu Al Khair, dari Abdullah bin Amr, dari Abu Bakar Ash- Shiddiq RA, bahwa dia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ajarkanlah aku doa yang bisa kubaca dalam shalatku.” Nabi bersabda, “Bacalah, ‘Allahumma inni zhalumtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfiratan min indika, warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim’” (Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diriku, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau, maka ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). 353 [1:104]

Shahih Ibnu Hibban 1961

صحيح ابن حبان 1961: أَخْبَرَنَا أَبُو عَرُوبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو الْبَجَلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ الْحُرِّ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ، قَالَ‏:‏ أَخَذَ عَلْقَمَةُ بِيَدِي، فَحَدَّثَنِي أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ، أَخَذَ بِيَدِهِ، وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِ عَبْدِ اللهِ، فَعَلَّمَهُ التَّشَهُّدَ فِي الصَّلاَةِ‏:‏ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ-، قَالَ زُهَيْرٌ‏:‏ عَقَلْتُ حِينَ كَتَبْتُهُ مِنَ الْحَسَنِ، فَحَدَّثَنِي مِنْ حِفْظِهِ مِنَ الْحَسَنِ، بِبَقِيَّتِهِ- أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ- قَالَ زُهَيْرٌ‏:‏ ثُمَّ رَجَعْتُ إِلَى حِفْظِي- قَالَ‏:‏ فَإِذَا قُلْتَ هَذَا فَقَدْ قَضَيْتَ صَلاَتَكَ إِنْ شِئْتَ أَنْ تَقُومَ فَقُمْ، وَإِنْ شِئْتَ أَنْ تَقْعُدَ فَاقْعُدْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1961: Abu Arubah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Amr Al Bajali menceritakan kepada kami, dia berkata: Zuhair bin Muawiyah menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Hasan bin Al Hurr menceritakan kepadaku dari Al Qasim bin Mukhaimarah, dia berkata: Alqamah memegang tanganku lalu menceritakan kepadaku, bahwa Abdullah memegang tangan beliau, dan beliau memegang tangan Abdullah, lalu mengajarkan kepadanya tasyahhud dalam shalat, “At-tahiyyaatu lillaah wash-shalawaatu wath-thayyibaat, as-salaamu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-salaamu alainaa wa alaa ibaadillaahish shaalihiin.” Zuhair berkata, “Aku paham ketika menulisnya dari Al Hasan, lalu orang yang menghafalnya dari Al Hasan menceritakan kepadaku bacaan selanjutnya, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh’.” Zuhair berkata, “Kemudian aku mengulang hafalanku. Dia (Ibnu Mas’ud) berkata, ‘Bila kamu membaca ini, maka kamu telah menyelesaikan shalat Bila kamu ingin berdiri, berdirilah, dan bila kamu ingin duduk, duduklah’!”333 [1:21]

Shahih Ibnu Hibban 1977

صحيح ابن حبان 1977: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَمِّهِ الْمَاجِشُونِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيٍّ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا سَجَدَ قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ فَأَحْسَنَ صُوَرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1977: Abdullah bin Muhammad mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Hasyim bin Al Qasim mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Aziz bin Abdullah bin Abi Salamah menceritakan kepada kami dari pamannya, 354 Al Majisyun, dari Al A’raj, dari Ubaidillah355 bin Abi Rafi, dari Ali RA, dia berkata, “Rasulullah saat sujud membaca, ‘Allahumma laka sajdtu wa bika aamantu wa laka aslamtu. Sajada wajhiya lilladzii khalaqahu wa shawwaraku fa ahsana shuwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, fa tabaarakallaahu ahsanul khaaliqiin’.” (Ya Allah, untuk-Mu-lah aku sujud, kepada-Mu-lah aku beriman, dan kepada-Mu-lah aku menyerahkan diri. Wajahku sujud kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membentuk rupanya dengan baik, serta yang memberikan pendengaran dan penglihatan. Maha Suci Allah, sebaik-baik pencipta). 356 [5:12]

Shahih Ibnu Hibban 1962

صحيح ابن حبان 1962: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا غَسَّانُ بْنُ الرَّبِيعِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ الْحُرِّ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ، قَالَ‏:‏ أَخَذَ عَلْقَمَةُ بِيَدِي، وَأَخَذَ ابْنُ مَسْعُودٍ، بِيَدِ عَلْقَمَةَ، وَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِ ابْنِ مَسْعُودٍ، فَعَلَّمَهُ التَّشَهُّدَ‏:‏ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُودٍ‏:‏ فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ هَذَا فَقَدْ فَرَغْتَ مِنْ صَلاَتِكَ، فَإِنْ شِئْتَ فَاثْبُتْ، وَإِنْ شِئْتَ فَانْصَرِفْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1962: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ghassan bin Ar-Rabi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Tsauban menceritakan kepada kami dari Al Hasan bin Al Hurr, dari Al Qasim bin Mukhaimirah, dia berkata: Alqamah memegang tanganku, Ibnu Mas’ud memegang tangan Alqamah, dan Nabi memegang tangan Ibnu Mas’ud, lalu mengajarkan tasyahhud kepadanya, “At-tahiyyaatu lillaah wash-shalawaatu wath-thayyibaat, as-salaamu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-saalamu alaina wa alaa ibaadillaahish shaalihin. Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluh” (Segala penghormatan hanya milik Allah. juga segala pangagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu. wahai Nabi begitu juga rahmat dan keberkahan-Nya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selam Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya) Abdullah bin Mas’ud berkata. “Bila kamu selesai (membaca) ini. maka kamu telah selesai shalat. Jika kamu mau. kamu bisa tetap di tempatmu, dan jika kamu mau. kamu bisa beranjak dari tempatmu.” 335 [1:21]

Shahih Ibnu Hibban 1978

صحيح ابن حبان 1978: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْذِرِ بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ جَرِيحٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، قَالَ‏:‏ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ فِي الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ، قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، أَنْتَ رَبِّي، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1978: Muhammad bin Al Mundzir bin Sa’id mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yusuf bin Sa’id bin Musallam357 menceritakan kepada kami, dia berkata: Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dia berkata: Musa bin Uqbah mengabarkan kepadaku dari Abdullah bin Al Fadhl, dari Abdurrahman Al A’raj, dari Ubaidillah bin Abi Rafi, dari Ali bin Abi Thalib, dia berkata, “Nabi apabila sujud dalam shalat fardhu membaca, ‘Allaahumma laka sajadtu wa bika aamantu wa laka aslamtu, anta rabbi, sejada wajhiya lilladzi khalaqahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, Tabaarakallaahu ahsanul khaaliqiin’.” (Ya Allah, untuk-Mu-lah aku sujud, kepada-Mu-lah aku beriman, dan kepadaMu-lah aku menyerahkan diri. Engkau adalah Tuhanku. Wajahku sujud kepada Tuhan yang menciptakannya serta yang memberikan pendengaran dan penglihatan. Maha Suci Allah, sebaik- baik pencipta). 358 [5:12]

Shahih Ibnu Hibban 1963

صحيح ابن حبان 1963: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْجُعْفِيُّ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ الْحُرِّ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ، قَالَ‏:‏ أَخَذَ بِيَدِي عَلْقَمَةُ بْنُ قَيْسٍ، قَالَ‏:‏ أَخَذَ بِيَدِي عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ أَخَذَ بِيَدِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَعَلِّمْنِي التَّشَهُّدَ‏:‏ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ‏.‏قَالَ الْحَسَنُ بْنُ الْحُرِّ‏:‏ وَزَادَنِي فِيهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ، بِهَذَا الإِسْنَادِ، قَالَ‏:‏ فَإِذَا قُلْتَ هَذَا فَإِنْ شِئْتَ فَقُمْ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ مُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ، ضَعِيفٌ، قَدْ تَبَرَّأْنَا مِنْ عُهْدَتِهِ فِي كِتَابِ الْمَجْرُوحِينَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1963: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada berkata: Husain bin Ali Al Ju’fi mengabarkan kepada kami dari Al Hasan bin Al Hurr, dari Al Qasim bin Mukhaimirah, dia berkata: Alqamah bin Qais memegang tanganku, dia berkata: Abdullah bin Mas’ud memegang tanganku, dia berkata: Rasulullah memegang tanganku lalu mengajarkan (bacaan) tasyahhud kepadaku, “At-tahiyyaatu lillaah wash-shalawaatu wath-thayyibaat, as-salaamu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi barakaatuh, as-salaamu alaina wa alaa ibaadillaahish shaalihin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh” (Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan keberkahan-Nya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yans berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya)”336 Al Hasan bin Al Hurr berkata. “Muhammad bin Aban menambahkan kepadaku dengan sanad ini, Dia berkata, ‘Apabila kamu telah membaca ini, jika kamu mau , kamu bisa berdiri’.” [1:21] Abu Hatim RA berkata, “Muhammad bin Aban adalah perawi yang dha’if. Kami telah menjelaskan masalah ini dalam Al Majruhin” 337