Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 2708

صحيح ابن حبان 2708: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُمَيٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ نَوْمَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ، فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ سَفَرِهِ، فَلْيُعَجِّلِ الرُّجُوعَ إِلَى أَهْلِهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2708: Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abi Bakr mengabarkan kepada kami dari Malik, dari Sumayyi, dari Abi Shalih, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Perjalanan itu adalah bagian dari adzab, dia menghalangi seseorang di antara kalian dari tidur, makan, dan minum. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian telah menyelesaikan urusannya dalam perjalanan, bersegeralah kembali kepada keluarganya”672 [66:3]

Shahih Ibnu Hibban 2709

صحيح ابن حبان 2709: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، قَالَ‏:‏ قُرِئَ عَلَى حَفْصِ بْنِ مَيْسَرَةَ، وَأَنَا أَسْمَعُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي مَرْوَانَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ كَعْبًا حَلَفَ لَهُ بِالَّذِي فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوسَى أَنَّ صُهَيْبًا حَدَّثَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَرَى قَرْيَةً يُرِيدُ دُخُولَهَا إِلاَّ قَالَ حِينَ يَرَاهَا‏:‏ اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ الأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ، نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2709: Muhammad hin Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi As-Sari menceritakan kepada kami, dia berkata: Telah dibacakan kepada Hafsh bin Maisarah, dan saya mendengarnya, dia berkata: Musa bin Uqbah menceritakan kepadaku dari Atha bin Abi Marwan, dari bapaknya, bahwa Ka’ab bersumpah kepadanya demi yang telah membelah lautan untuk Musa. Sesungguhnya Shuhaib menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah tidak melihat desa yang akan didatanginya kecuali beliau berkata pada saat itu, “Allahumma rabbas-samawaatis-sab’i wa maa azhlalnaa, wa rabbal ardinas-sab’i wa maa aqlalna, wa rabbarriyaahi wa dzarainaa, wa rabbasy-syaathiini wa adhlalna, nas’aluka khaira hadzihil qaryati wa khaira ahlihaa, wa na’udzu bika min syaarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiiha.” (Ya Tuhan pemilik tujuh lapis langit dan segala yang ada di bawahnya, Tuhan pemilik tujuh lapis bumi dan segala yang ada di atasnya, Tuhan pemilik angin dan segala yang diterbangkannya, Tuhan syetan dan segala yang disesatkannya, kami meminta kebaikan yang ada di kampung ini dan kebaikan penghuninya Kami berlindung dari keburukannya dan keburukan penduduknya serta segala keburukan yang ada di dalamnya).673 [12:5]

Shahih Ibnu Hibban 2710

صحيح ابن حبان 2710: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْمَقَابِرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي حُمَيْدٌ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ، وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2710: Muhammad bin Abdurrahman As-Sami mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Ayyub Al Muqabiri menceritakan kepada kami, dia berkata: Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Humaid mengabarkan kepadaku dari Anas bin Malik, bahwa Nabi jika telah melihat tembok-tembok kota Madinah, saat tiba dari sebuah perjalanan, maka beliau akan mempercepat jalannya, dan jika beliau mengendarai hewan maka beliau memacunya karena kecintaannya kepada Madinah.674 [8:5]

Shahih Ibnu Hibban 2711

صحيح ابن حبان 2711: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، عَنِ الرَّبِيعِ، عَنِ الْبَرَاءِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ قَالَ‏:‏ آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2711: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Al Walid Ath-Thayalisi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Ishak mengabarkan kepada kami dari Ar-Rabi, dari Al Barra, bahwa Rasulullah jika kembali dari bepergian maka beliau mengucapkan: “Aayyibuuna taa’ibuuna aabiduuna, llirabbinaa haamiduuna” (kami kembali dengan bertobat dan beribadah serta senantiasa memuji Tuhan kami).675 [12:5]

Shahih Ibnu Hibban 2712

صحيح ابن حبان 2712: أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُبَارَكِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعِجْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ فِطْرٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ، يَقُولُ‏:‏ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَجَعَ مِنْ سَفَرٍ قَالَ‏:‏ آيِبُونَ، تَائِبُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2712: An-Nadhar bin Muhammad bin Al Mubarak mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Utsman Al Ijali menceritakan kepada kami, dia berkata: Ubaidullah bin Musa mengabarkan kepada kami dari Fithrin, dari Abu Ishak, dia berkata: Aku mendengar Al Barra berkata: Dahulu Nabi jika kembali dari bepergian, akan berkata, “Ayyibuuna taa’ibuuna aabiduuna, llirabbina haamiduuna.”(Kami kembali dengan bertobat dan senantiasa memuji Tuhan kami.676 [12:5]

Shahih Ibnu Hibban 2713

صحيح ابن حبان 2713: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ نُبَيْحٍ الْعَنَزِيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ لَيْلاً، فَلاَ يَطْرُقْ أَهْلَهُ طُرُوقًا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2713: Al Fadhl bin Al Hubbab mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Katsir menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah mengabarkan kepada kami dari Al Aswad bin Qais, dari Nubaih Al-Anazi, dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi , beliau berkata, “Jika salah seorang dari kalian tiba pada waktu malam, maka janganlah mengetuk pintu untuk membangunkan keluarganya.”677 [9:1]

Shahih Ibnu Hibban 2714

صحيح ابن حبان 2714: أَخْبَرَنَا حَامِدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ شُعَيْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ سَيَّارٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ، فَلَمَّا قَدِمْنَا قَالَ‏:‏ أَمْهِلُوا حَتَّى تَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ، وَتَسْتَحِدَّ الْمَغِيبَةُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2714: Hamid bin Muhammad bin Syu’aib mengabarkan kepada kami, dia berkata: Suraij678 bin Yunus menceritakan kepada kami, dia berkata: Husyaim menceritakan kepada kami dari Sayyar, dari Asy-Sya’bi, dari Jabir bin Abdillah, dia berkata: Dahulu kami bersama Nabi dalam sebuah peperangan, dan ketika kami kembali679 beliau berkata, ‘Perlambatlah jalan kalian agar orang yang kusut rambutnya dapat menyisir rambutnya dan mencukur rambut di sekitar aurat (yang tidak terlihat oleh pasangannya). “680 [8:2]

Shahih Ibnu Hibban 2715

صحيح ابن حبان 2715: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، أَخْبَرَنَا مُحَارِبُ بْنُ دِثَارٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، قَالَ‏:‏ فَلَمَّا أَتَى الْمَدِينَةَ أَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْتِيَ الْمَسْجِدَ فَيُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2715: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami, Muharib bin Ditsar mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Dahulu kami bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan, dan ketika sampai di Madinah, Rasulullah memerintahkannya untuk mendatangi masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya.681 [27:1]

Shahih Ibnu Hibban 2716

صحيح ابن حبان 2716: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ الْبَزَّارُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ فِي سَفَرِهِ، قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الضِّبْنَةِ فِي السَّفَرِ، وَالْكَآبَةِ فِي الْمُنْقَلَبِ، اللَّهُمَّ اقْبِضْ لَنَا الأَرْضَ، وَهَوِّنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ، فَإِذَا أَرَادَ الرُّجُوعَ، قَالَ‏:‏ آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا سَاجِدُونَ، فَإِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ، قَالَ‏:‏ تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لاَ يُغَادِرُ عَلَيْنَا حَوْبًا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2716: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Khalaf bin Hisyam Al Bazzar menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami dari Simak, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah jika hendak bepergian, mengucapkan, “Allaahumma antash-shaahibu fis-safari, wal khaliifatu fil ahli, allaahumma innii a’uudzu bika fis-safari, wal ka’aabati fil munqalabi, allaahummaqbidh lanal ardha, wa hawwin alainas-safara.” (Ya Tuhan kami, Engkau adalah teman dalam perjalanan kami dan pemimpin atas kaluarga kami. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran dalam perjalanan kami dan tempat kembali yang menyedihkan. Ya Tuhan kami, dekatkan jarak perjalanan kami dan mudahkan perjalanan kami ini).” Jika beliau ingin kembali, beliau berkata, “Aayibuna taa’ibuuna aabiduuna lirabbinaa saajiduuna.” (kami kembali dengan bertobat dan beribadah, serta senantiasa memuji Tuhan kami). Jika beliau memasuki rumahnya, beliau mengucapkan, “Tauban tauban, lirabbinaa auban, laa yughaadiru alainaa hauban.” (Kami bertobat dan kembali kepada Tuhan kami, semoga tidak ada lagi dosa yang tersisai).682[12:5]

Shahih Ibnu Hibban 2685

صحيح ابن حبان 2685: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، وَأَبِي بَكْرِ بْنِ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ صَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ أَوِ الْعَصْرَ فَسَلَّمَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ، فَقَالَ ذُو الشِّمَالَيْنِ بْنُ عَبْدِ عَمْرٍو وَكَانَ حَلِيفًا لِبَنِي زُهْرَةَ‏:‏ أَخُفِّفَتِ الصَّلاَةُ، أَمْ نَسِيتَ يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا يَقُولُ ذُو الْيَدَيْنِ‏؟‏ فَقَالُوا‏:‏ صَدَقَ يَا نَبِيَّ اللهِ، قَالَ‏:‏ فَأَتَمَّ بِهِمُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ نَقَصَهُمَا‏.‏ثُمَّ سَلَّمَ قَالَ الزُّهْرِيُّ‏:‏ كَانَ هَذَا قَبْلَ بَدْرٍ، ثُمَّ اسْتَحْكَمَتِ الْأُمُورُ بَعْدُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2685: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah dan Abu Bakr bin Sulaiman bin Abu Hatsmah, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shalat Zhuhur atau Ashar, dan beliau salam pada rakaat kedua, maka berkatalah Dzu Syimalain bin Abdu Amru yang merupakan sekutu bani Zahrah, “Apakah shalat ini diringankan? Atau engkau lupa, wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Apakah yang dikatakan Dzu Al Yadain itu benar?” Mereka menjawab, “Dia benar, wahai Nabi Allah.” Nabi pun menyempurnakan dua rakaat lagi bersama mereka, kemudian salam. [17:5] Az-Zuhri berkata, “Kejadian tersebut sebelum Perang Badar, kemudian hal ini dijadikan hukum setelahnya636.”