Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 1358

صحيح ابن حبان 1358: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ‏:‏ قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ نَاوِلِينِي الْخُمْرَةَ، قَالَتْ‏:‏ فَقُلْتُ‏:‏ إِنِّي حَائِضٌ، قَالَ‏:‏ إِنَّهَا لَيْسَتْ فِي يَدِكِ فَنَاوَلْتُهُ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ سَمِعَ هَذَا الْخَبَرَ الأَعْمَشَ، عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ، عَنِ الْبَهِيِّ، وَالْقَاسِمِ جَمِيعًا، عَنْ عَائِشَةَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1358: Muhammad bin Umar bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Bisyr bin Khalid telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Ja’far telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah mengabarkan kepada kami sebuah hadis dari Sulaiman dari Tsabit bin Ubaid dari Al Qasim bin Muhammad dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, Berikan untukku sajadah!’, ‘Maka aku pun menjawab, Sungguh, aku sedang haidh, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya haidh itu bukan pada tanganmu’. Kemudian aku memberikan sajadah untuknya.” 235 [5:4] Abu Hatim berkata, “Al A’masy mendengar Hadis ini dari Tsabit bin Ubaid dari Al Bahiy dan Al Qasim dari Aisyah.”

Shahih Ibnu Hibban 1343

صحيح ابن حبان 1343: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ‏:‏ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، تَوَضَّأَ، وَمَسَحَ عَلَى الْعِمَامَةِ وَالْخُفَّيْنِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1343: Abdullah bin Muhammad bin Salm di Bait Al Maqdis telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Al Auza’i dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah, ia berkata, “Ja’far bin Amr bin Umayyah Adh-Dhamri telah menceritakan kepadaku dari ayahnya, “Ia (Ayah Ja’far) melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dan mengusap serban kepala serta sepasang khuffhya.” 214 [35:4]

Shahih Ibnu Hibban 1359

صحيح ابن حبان 1359: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ‏:‏ كُنْتُ أُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا حَائِضٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1359: Umar hin Sa’id bin Sinan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Abu Bakr telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah bahwa ia berkata “Aku mengeramasi kepala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saat itu aku sedang haidh” 236 [50:4]

Shahih Ibnu Hibban 1344

صحيح ابن حبان 1344: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي الْفُرَاتِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِي مُسْلِمٍ مَوْلَى زَيْدِ بْنِ صُوحَانَ، قَالَ‏:‏ كُنْتُ مَعَ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ، فَرَأَى رَجُلاً قَدْ أَحْدَثَ، وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يَنْزِعَ خُفَّيْهِ لِلْوُضُوءِ، فَقَالَ لَهُ سَلْمَانُ‏:‏ امْسَحْ عَلَيْهِمَا وَعَلَى عِمَامَتِكَ، فَإِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى خِمَارِهِ وَعَلَى خُفَّيْهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1344: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Al Walid Ath-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Daud bin Abu Al Furat telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Muhammad bin Zaid dari Abu Syuraih dari Abu Muslim, hamba sahaya Zaid bin Shuhana, ia berkata, Aku bersama Salman Al Farisi. Ia melihat seorang laki-laki yang sedang berhadats. Laki-laki itu ingin melepas sepasang khuffiiya karena hendak berwudhu. Kemudian Salman berkata kepadanya, “Usaplah keduanya dan (usap pula) serban kepalamu. Karena sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap serbannya dan sepasang khuffiiya.” 215 [35:4].

Shahih Ibnu Hibban 1360

صحيح ابن حبان 1360: أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ، بِبُسْتَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مِسْعَرٌ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ إِنْ كُنْتُ لَأُوتَى بِالإِنَاءِ وَأَنَا حَائِضٌ، فَأَشْرَبُ مِنْهُ، ثُمَّ يَأْخُذُهُ فَيَضَعُ فَمَهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ، فَيَشْرَبُ، وَأَتَعَرَّقُ الْعَرْقَ وَأَنَا حَائِضٌ، فَيَأْخُذُهُ فَيَضَعُ فَمَهُ مَوْضِعَ فِيَّ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1360: Isma’il bin Ibrahim bin Isma’il di Bust telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Hasan bin Ali Al Hilwani telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Mis’ar telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Al Miqdam bin Syuraih dari ayahnya dari Aisyah, ia berkata, “Sungguh, aku dibawakan sebuah wadah air saat aku sedang haidh. Aku pun meminumnya. Kemudian aku mengambil wadah itu, lalu beliau menaruh mulutnya di tempat aku menaruh mulutku, lalu beliau minum. Aku menggigit tulang yang sebagian besar dagingnya telah diambil. Saat itu aku sedang haidh, lalu beliau pun mengambilnya dan menaruh mulutnya di tempat aku menaruh mulutku.” 237 [1:4]

Shahih Ibnu Hibban 1345

صحيح ابن حبان 1345: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُوسَى، بِعَسْكَرِ مُكْرَمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحَرِيشِ الأَهْوَازِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ بْنِ مَعْبَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِي مُسْلِمٍ، عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَالْعِمَامَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1345: Abdullah bin Ahmad bin Musa di Askar Mukram telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Zaid bin Al Harisy Al Ahwazi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Abdullah bin Az-Zubair bin Ma’bad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ayyub As-Sakhtiyani telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Daud bin Abu Al Furat dari Muhammad bin Zaid dari Abu Syuraih dari Abu Muslim dari Salman, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dan mengusap sepasang khuff serta serban kepala.” 216 [35:4]

Shahih Ibnu Hibban 1346

صحيح ابن حبان 1346: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى الْقَطَّانُ، عَنِ التَّيْمِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنِ ابْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَفَوْقَ الْعِمَامَةِ قَالَ بَكْرٌ‏:‏ وَسَمِعْتُهُ مِنِ ابْنِ الْمُغِيرَةِ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ وَهَذِهِ اللَّفْظَةُ وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَفَوْقَ الْعِمَامَةِ، قَدْ تُوهِمُ مَنْ لَمْ يُحْكِمْ صِنَاعَةِ الْعِلْمِ أَنَّ الْمَسْحَ عَلَى الْعِمَامَةِ دُونَ النَّاصِيَةِ غَيْرُ جَائِزٍ، وَيَجْعَلُ خَبَرَ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ مُجْمَلاً، وَخَبَرَ مُغِيرَةَ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ مُفَسِّرًا لَهُ، أَنَّ مَسْحَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْعِمَامَةِ كَانَ ذَلِكَ مَعَ النَّاصِيَةِ فَوْقَ الْمَسْحِ عَلَى النَّاصِيَةِ دُونَ الْعِمَامَةِ، إِذِ النَّاصِيَةُ مِنَ الرَّأْسِ، وَلَيْسَ بِحَمْدِ اللهِ وَمَنِّهِ كَذَلِكَ، بَلْ مَسَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَأْسِهِ فِي وَضُوئِهِ، وَمَسَحَ عَلَى عِمَامَتِهِ دُونَ النَّاصِيَةِ، وَمَسَحَ عَلَى نَاصِيَتِهِ وَعِمَامَتِهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ فِي ثَلاَثَةِ مَوَاضِعَ مُخْتَلِفَةٍ، فَكُلٌّ سُنَّةٌ يُسْتَعْمَلُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ اسْتِعْمَالُ أَحَدِهِمَا حَتْمًا، وَاسْتِعْمَالُ الآخَرِ مَكْرُوهًا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1346: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya Al Qaththan telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari At-Taimi, ia berkata, Bakr bin Abdullah telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Al Hasan dari Ibnu Al Mughirah bin Syu’bah dari Al Mughirah bin Syu’bah, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, dan mengusap ubun-ubunya serta (mengusap) bagian luar serban kepala.” 217 [35:4] Bakr berkata, “Dan aku mendengar hadis ini dari Ibnu Al Mughirah.”[35:4] Abu Hatim berkata, “Lafezh وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَفَوْقَ الْعِمَامَةِ (Beliau mengusap ubun-ubunya dan mengusap bagian luar serban kepala) memberikan kesan kepada orang yang tidak pandai dalam ilmu ini bahwa mengusap serban tanpa ubun-ubun tidak boleh. Ia menjadikan hadis Amr bin Umayyah mujmal (global), dan hadis Al Mughirah yang telah kami sebutkan tersebut berposisi sebagai penjelas bahwa praktek Nabi mengusap serban harus disertai dengan mengusap ubun- ubun, sementara mengusap ubun-ubun tidak harus mengusap serban, karena ubun-ubun ini termasuk kepala juga. Dengan memuji Allah dan atas nama anugerah-Nya, ternyata pengertiannya bukan demikian. Bahkan yang benar, praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kepala saat berwudhu, praktek mengusap serban tanpa mengusap ubun-ubun, mengusap ubun-ubun bersama serban sebanyak 3 kali dalam 3 tempat yang berbeda, semua itu merupakan sunnah Rasul yang harus dipraktekkan tanpa harus menilai bahwa salah satunya wajib sementara yang lain makruh.”

Shahih Ibnu Hibban 1347

صحيح ابن حبان 1347: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ حُمَيْدًا، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنْ حَمْزَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِيهِ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، تَخَلَّفَ، فَتَخَلَّفَ مَعَهُ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ، فَلَمَّا قَضَى حَاجَتَهُ، قَالَ‏:‏ هَلْ مَعَكَ مَاءٌ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ فَأَتَيْتُهُ بِالْمَطْهَرَةِ، فَغَسَلَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ، ثُمَّ ذَهَبَ لِيَحْسِرَ عَنْ ذِرَاعَيْهِ، فَضَاقَتْ بِهَا الْجُبَّةُ، فَأَخْرَجَ يَدَهُ مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ، فَأَلْقَاهَا عَلَى عَاتِقِهِ، فَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ، وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ وَعِمَامَتِهِ، ثُمَّ رَكِبَ وَرَكِبْتُ مَعَهُ، فَانْتَهَى إِلَى النَّاسِ، وَقَدْ صَلَّى بِهِمْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ رَكْعَةً، فَلَمَّا أَحَسَّ بِجَيْئَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَهَبَ لِيَتَأَخَّرَ فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ صَلِّ، فَلَمَّا قَضَى عَبْدُ الرَّحْمَنِ الصَّلاَةَ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُغِيرَةُ فَأَكْمَلاَ مَا سَبَقَهُمَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1347: Umar bin Muhammad Al Hamdani telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Abdul A’la telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Mu’tamar bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Aku mendengar Humaid, ia berkata, Bakr bin Abdullah telah menceritakan kepadaku sebuah hadis dari Hamzah bin Al Mughirah bin Syu’bah dari ayahnya, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tertinggal berjama’ah, begitu juga Al Mughirah bin Syu’bah. Setelah beliau menuntaskan hajatnya, beliau bertanya, “Apakah kamu punya air?”. Aku (Al Mughirah) berkata, “Kemudian aku mendatangkan air di tempat bersuci (tempat wudhu, penerj). Kemudian beliau membasuh kedua telapak tangan dan wajahnya. Lalu beliau pergi untuk membuka kedua lengan hastanya. Jubah yang beliau pakai agak sempit, beliau pun mengeluarkan tangannya dari balik jubah. Kemudian beliau meletakkan jubah itu di atas pundaknya. Lalu beliau membasuh kedua lengan hastanya, serta mengusap sepasang khuff dan serban kepalanya Kemudian beliau naik kendaraan, dan aku pun naik bersamanya Beliau sampai ke arah manusia, mereka dipimpin oleh Abdurrahman bin Auf yang telah melaksanakan shalat satu raka’at. Ketika Abdurrahman merasakan kedatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun hendak melangkah mundur. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi isyarat kepadanya agar meneruskan shalatnya. Ketika Abdurrahman menyelesaikan shalatnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al Mughirah berdiri. Mereka berdua menyempurnakan raka’at yang tertinggal.” 218 [35:4]

Shahih Ibnu Hibban 1348

صحيح ابن حبان 1348: أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سِنَانٍ الْقَطَّانُ، وَعُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ دَمَ الْحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلاَةِ، فَإِذَا كَانَ الآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1348: Ja’far bin Ahmad bin Sinan Al Qaththan dan Umar bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami, mereka berdua berkata, Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Abu Adi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Amr telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah bahwa Fathimah bin Abu Hubaisy mengeluarkan darah istihadhah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya darah haidh adalah darah hitam yang mudah dikenal. Jika (darahnya) seperti itu, maka berhentilah dari shalat. Jika (darahnya) itu lain, maka berwudhulah dan laksanakan shalat!” 219 [65:3]

Shahih Ibnu Hibban 1349

صحيح ابن حبان 1349: أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ مُعَاذَةَ، أَنَّ امْرَأَةً سَأَلْتَ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ أَتَقْضِي الْحَائِضُ الصَّلاَةَ‏؟‏ فَقَالَتْ‏:‏ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ، قَدْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلاَ نَقْضِي وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءٍ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1349: Imran bin Musa bin Musyaji’ telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Isma’il bin Ulayyah telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Mu’adzah, Seorang perempuan bertanya kepada Aisyah. Ia berkata, “Apakah wanita haidh wajib meng-qadha shalat?”. Aisyah menjawab, “Apakah kamu orang Harura’? 221. Kami mengalami haidh di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Kami tidak meng-qadhaya. dan tidak diperintahkan untuk meng-qadha.” 222