Skip to main content

Musnad Syafi’i 895

مسند الشافعي 895: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ مِنَ اثْنَتَيْنِ، فَقَالَ ذُو الْيَدَيْنِ: أَقُصِرَتِ الصَّلَاةُ أَمْ نَسِيتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَصَدَقَ ذُو الْيَدَيْنِ؟» فَقَالَ النَّاسُ: نَعَمْ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى اثْنَتَيْنِ أُخْرَيَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ، ثُمَّ رَفَعَ، ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ، ثُمَّ رَفَعَ

Musnad Syafi’i 895: Malik mengabarkan kepada kami dari Ayyub As- Sakhtiyani, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah melakukan salam setelah 2 rakaat, maka berkatalah Dzul Yadain, “Wahai Rasulullah, apakah shalat diperpendek atau engkau lupa?” Rasulullah bertanya, “Benarkah apa yang dikatakan oleh Dzul Yadain ini?” Orang-orang menjawab, “Ya.” Maka Rasulullah bangkit, lalu shalat 2 rakaat lagi, kemudian salam, setelah itu bertakbir dan melakukan sujud biasa atau lebih lama. Sesudah itu beliau mengangkat —kepalanya dari sujud dan duduk—, kemudian bertakbir dan sujud lagi seperti sujud biasa atau lebih lama, setelah itu beliau mengangkat —kepalanya dari sujud—.143

Musnad Syafi’i 894

مسند الشافعي 894: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا نُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ قَبْلَ أَنْ نَأْتِيَ أَرْضَ الْحَبَشَةِ فَيَرُدُّ عَلَيْنَا وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ، فَلَمَّا رَجَعْنَا مِنْ أَرْضِ الْحَبَشَةِ أَتَيْتُهُ لِأُسَلِّمَ عَلَيْهِ فَوَجَدْتُهُ يُصَلِّي فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ، فَأَخَذَنِي مَا قَرُبَ وَمَا بَعُدَ، فَجَلَسْتُ حَتَّى إِذَا قَضَى صَلَاتَهُ أَتَيْتُهُ فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ جَلَّ ثَنَاؤُهُ يُحْدِثُ مِنْ أَمْرِهِ مَا يَشَاءُ، وَإِنَّ مِمَّا أَحْدَثَ اللَّهُ أَنْ لَا تَكَلَّمُوا فِي الصَّلَاةِ»

Musnad Syafi’i 894: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ashim bin Abu An-Nujud, dari Wa’il, dari Abdullah , ia mengatakan: Kami pernah mengucapkan salam kepada Nabi yang sedang melakukan shalat, hal ini terjadi sebelum kami datang ke Habsyah. Maka beliau menjawab salam kami dalam shalatnya. Tetapi ketika kami kembali dari tanah Habsyah dan aku datang kepadanya untuk mengucapkan salam, ternyata kujumpai beliau sedang melakukan shalat. Aku mengucapkan salam kepadanya, tetapi beliau tidak menjawab salamku, hingga aku mendadak merasa terkejut dan khawatir, lalu aku duduk. Setelah beliau selesai dari shalat, aku datang kepada beliau, maka beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Jalla Tsana’uhu membuat hukum baru menurut apa yang dikehendaki-Nya, dan sesungguhnya di antara hukum baru yang ditetapkan oleh Allah ialah janganlah kalian berbicara dalam shalat.”142

Musnad Syafi’i 909

مسند الشافعي 909: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، مَوْلَى الْأَسْوَدِ بْنِ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ فَاطِمَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا فِي عِدَّتِهَا مِنْ طَلَاقِ زَوْجِهَا: «فَإِذَا حَلَلْتَ فَآذِنِينِي» . قَالَتْ: فَلَمَّا حَلَلْتُ أَخْبَرْتُهُ أَنَّ مُعَاوِيَةَ وَأَبَا جَهْمٍ خَطَبَانِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ، وَأَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، انْكِحِي أُسَامَةَ» . قَالَتْ: فَكَرِهْتُهُ، فَقَالَ: «انْكِحِي أُسَامَةَ» فَنَكَحْتُهُ فَجَعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا وَاغْتَبَطْتُ بِهِ

Musnad Syafi’i 909: Malik menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Yazid, bekas budak Al Aswad bin Sufyan, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Fatimah [binti Qais]: Rasulullah pernah bersabda kepadanya saat menjalani idah dari pentalakkan suaminya, “Apabila engkau telah menghabiskan masa iddahmu, maka beritahukanlah kepadaku.” Ia melanjutkan kisahnya: Ketika aku telah lepas dari iddahku, maka kuberitahukan kepadanya bahwa Muawiyah dan Abu Jahm telah melamarku. Lalu beliau bersabda, “Muawiyah orang miskin, tidak berharta; sedangkan Abu Jahm tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya. Nikahlah dengan Usamah bin Zaid.” Maka Fatimah binti Qais dikawinkan dengannya, kemudian Allah menjadikan kebaikan pada diri Usamah, dan ia hidup dengan penuh kebahagiaan.157

Musnad Syafi’i 893

مسند الشافعي 893: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ مَيْمُونَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي مِرْطٍ بَعْضُهُ عَلَيَّ وَبَعْضُهُ عَلَيْهِ وَأَنَا حَائِضٌ

Musnad Syafi’i 893: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ishaq, dari Abdullah bin Syaddad, dari Maimunah , istri Nabi , ia mengatakan: Dahulu Rasulullah pernah shalat memakai kain mirth, sebagiannya beliau pakai dan sebagian yang lain dipakai olehku, sedangkan aku dalam keadaan haid. 141

Musnad Syafi’i 908

مسند الشافعي 908: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ. وَقَدْ زَادَ بَعْضُ الْمُحَدِّثِينَ: حَتَّى يَتْرُكَ أَوْ يَأْذَنَ

Musnad Syafi’i 908: Malik menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah , dari Nabi tentang hadis yang semisalnya. Sebagian dari kalangan ahli hadis ada yang menambahkan: Kecuali bila saudaranya mengizinkan atau meninggalkannya. 156

Musnad Syafi’i 892

مسند الشافعي 892: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقَيْهِ مِنْهُ شَيْءٌ»

Musnad Syafi’i 892: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az- Zuhri, dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian melakukannya dengan memakai satu kain, sedangkan pada kedua pundaknya tidak terdapat suatu pakaian pun (bertelanjang dada). “140

Musnad Syafi’i 907

مسند الشافعي 907: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَخْطُبُ أَحَدُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ»

Musnad Syafi’i 907: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar bahwa Nabi bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian melamar wanita yang telah dilamar oleh saudaranya.”155

Musnad Syafi’i 906

مسند الشافعي 906: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، عَنْ رَجُلٍ، مِنْ بَنِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَكَذَا قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «وَابْنُ أَبِي يَحْيَى أَحْفَظُ مِنَ الدَّرَاوَرْدِيِّ، وَسُلَيْمَانُ مَعَ ابْنِ أَبِي يَحْيَى»

Musnad Syafi’i 906: Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami dari Amr bin Abu Amr, dari seorang lelaki Bani Salamah, dari Jabir, dari Nabi dengan redaksi hadis demikian. Asy-Syafi’i berkata, “Ibnu Abu Yahya lebih ahfazh (hafal hadis) daripada Ad-Darawardi, dan Sulaiman sederajat dengan Ibnu Abu Yahya.”154

Musnad Syafi’i 905

مسند الشافعي 905: أَخْبَرَنَا مَنْ، سَمِعَ سُلَيْمَانَ، يُحَدِّثُ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَكَذَا

Musnad Syafi’i 905: Orang yang mendengar dari Sulaiman bin Bilal mengabarkan kepada kami bahwa ia menceritakan dari Amr bin Abu Amr dengan sanad ini, dari Nabi seperti ini. 153