Skip to main content

Musnad Syafi’i 938

مسند الشافعي 938: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ الثَّقَفِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَهْلٍ، وَمُحَيِّصَةَ بْنَ مَسْعُودٍ، خَرَجَا إِلَى خَيْبَرَ فَتَفَرَّقَا لِحَاجَتِهِمَا فَقُتِلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَهْلٍ، فَانْطَلَقَ هُوَ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ أَخُو الْمَقْتُولِ وَحُوَيِّصَةُ بْنُ مَسْعُودٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ قَتْلَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَهْلٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَحْلِفُونَ خَمْسِينَ يَمِينًا وَتَسْتَحِقُّونَ دَمَ قَاتِلِكُمْ، أَوْ صَاحِبِكُمْ؟» فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ نَشْهَدْ، وَلَمْ نَحْضُرْ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَتُبْرِئُكُمْ يَهُودُ بِخَمْسِينَ يَمِينًا» . قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ نَقْبَلُ أَيْمَانَ قَوْمٍ كُفَّارٍ؟ فَزَعَمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَلَهُ مِنْ عِنْدِهِ قَالَ بُشَيْرُ بْنُ يَسَارٍ: قَالَ سَهْلٌ: لَقَدْ رَكَضَتْنِي فَرِيضَةٌ مِنْ تِلْكِ الْفَرَائِضِ فِي مِرْبَدٍ لَنَا

Musnad Syafi’i 938: Abdul Wahab bin Abdul Majid Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Basyir bin Yasar, dari Sahi bin Abu Hatsmah: Bahwa Abdullah bin Sahi dan Muhaishah bin Mas’ud berangkat menuju Khaibar, lalu keduanya berpisah untuk keperluannya masing-masing. Tetapi Abdullah bin Sahi —ditemukan dalam keadaan— terbunuh. Maka berangkatlah Muhaishah dan Abdurrahman, saudara yang terbunuh serta Huwaishah bin Mas’ud kepada Rasulullah , lalu mereka menceritakan tentang terbunuhnya Abdullah bin Sahi. Lalu Rasulullah bersabda, “Maukah kalian bersumpah 50 kali, maka kalian berhak memperoleh diyat orang yang terbunuh dari kalian atau saudara kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami tidak menyaksikan dan tidak hadir pada peristiwa tersebut.” Maka Rasulullah bersabda, “Kalau begitu orang-orang Yahudi akan bersumpah untuk membersihkan diri mereka terhadap kalian sebanyak 50 kali sumpah.” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah kami dapat menerima sumpah-sumpah kaum kafir?” Perawi merasa yakin bahwa yang menanggung diyatnya adalah Nabi dari hartanya sendiri. Basyir bin Yasar mengatakan bahwa Sahi berkata, “Sesungguhnya salah seekor unta diyat itu ada yang menendangku di kandangnya.”

Musnad Syafi’i 937

مسند الشافعي 937: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْبَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِي» . وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَلَا أَتَيَقَّنُهُ إِنَّهُ قَالَ: وَالْيَمِينُ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ

Musnad Syafi’i 937: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami Hari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Bukti dibebankan atas si penuduh.” Aku menduganya mengatakan; Tetapi aku tidak yakin bahwa beliau bersabda, “Dan sumpah dibebankan atas orang yang tertuduh.”185

Musnad Syafi’i 936

مسند الشافعي 936: وَأَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَيْسَرَةَ، عَنْ طَاوُسٍ قَالَ: احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لِلْحَجَّامِ: «اشْكِمُوهُ»

Musnad Syafi’i 936: Dan Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibrahim bin Maisarah, dari Thawus, mereka mengatakan: Rasulullah pernah meminta dibekam, lalu beliau bersabda —kepada keluarganya— untuk tukang hijam, “Berilah ia upah.”184

Musnad Syafi’i 935

مسند الشافعي 935: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ

Musnad Syafi’i 935: Abdul Wahab menceritakan kepada kami dari Ayub, dari Ibnu Sirin, dari Ibnu Abbas .183

Musnad Syafi’i 950

مسند الشافعي 950: أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، وَأَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْعَجْمَاءُ جَرْحُهَا جُبَارٌ»

Musnad Syafi’i 950: Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ibnu Al Musayyab dan Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah telah bersabda, “Hewan yang terperosok di tanah galian, penggalinya tidak menanggungnya.”198

Musnad Syafi’i 934

مسند الشافعي 934: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قِيلَ لَهُ: احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، حَجَمَهُ أَبُو طَيْبَةَ، فَأَعْطَاهُ صَاعَيْنِ وَأَمَرَ مَوَالِيَهُ أَنْ يُخَفِّفُوا عَنْهُ مِنْ ضَرِيبَتِهِ، وَقَالَ: «إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْقُسْطُ الْبَحْرِيُّ لِصِبْيَانِكُمْ مِنَ الْعُذْرَةِ، وَلَا تُعَذِّبُوهُمْ بِالْغَمْزِ»

Musnad Syafi’i 934: Abdul Wahab Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami dari Humaid, dari Anas : Pernah ditanyakan kepadanya, “Apakah Rasulullah pernah berhijamah?” Ia menjawab, “Ya, beliau pernah dibekam oleh Abu Thaibah, lalu beliau memberinya upah 2 sha’ kurma dan memerintahkan para amilnya agar meringankan kharaj (pajak) Abu Thaibah, dan beliau bersabda, ‘Sebaik-baik pengobatan bagi kalian ialah hijamah (berbekam), al qusthul bahri adalah obat untuk anak-anak kalian dari penyakit udzrah (penyakit tenggorokan), dan janganlah kalian menyiksa mereka dengan cara pengobatan ghamz (memasukan jari pada tenggorokan)”182

Musnad Syafi’i 949

مسند الشافعي 949: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، أَنَّ رَجُلًا، مِنَ الْأَنْصَارِ أَوْصَى عِنْدَ مَوْتِهِ فَأَعْتَقَ سِتَّةَ مَمَالِيكَ لَيْسَ لَهُ مَالٌ غَيْرَهُمْ، أَوْ قَالَ: أَعْتَقَ عِنْدَ مَوْتِهِ سِتَّةَ مَمَالِيكَ لَهُ وَلَيْسَ لَهُ شَيْءٌ غَيْرَهُمْ، فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ فِيهِ قَوْلًا شَدِيدًا، ثُمَّ دَعَاهُمْ فَجَزَّأَهُمْ ثَلَاثَةَ أَجْزَاءٍ فَأَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً

Musnad Syafi’i 949: Abdul Wahab mengabarkan kepada kami dari Ayub, dari Abu Qilabah, dari Abu Al Muhallab, dari Imran bin Hushain: Bahwa seorang lelaki dari kalangan Anshar berwasiat di saat hendak meninggal dunia, yaitu memerdekakan 6 orang budak, sedangkan dia tidak mempunyai harta selain dari keenam orang budak itu. Atau Imran bin Hushain berkata, “Dia memerdekakan 6 orang budaknya di saat akan meninggal dunia, sedangkan ia tidak memiliki harta selain keenam orang budak itu.” Ketika hal tersebut sampai kepada Nabi , maka beliau mengecam hal tersebut dengan kata-kata keras, kemudian memanggil mereka dan membagi mereka menjadi 3 kelompok. Setelah itu beliau melakukan undian di antara mereka, maka beliau memerdekakan 2 orang dan menetapkan 4 orang lainnya menjadi budak. 197

Musnad Syafi’i 933

مسند الشافعي 933: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: حَجَمَ أَبُو طَيْبَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ لَهُ بِصَاعٍ مِنْ تَمْرٍ، وَأَمَرَ أَهْلَهُ أَنْ يُخَفِّفُوا عَنْهُ مِنْ خَرَاجِهِ

Musnad Syafi’i 933: Malik mengabarkan kepada kami dari Humaid, dari Anas , ia mengatakan: Abu Thaibah pernah membekam Rasulullah , lalu beliau memerintahkan agar Abu Thaibah diberi upah satu sha’ kurma dan memerintahkan keluarganya agar meringankan sebagian dari bebannya. 181

Musnad Syafi’i 916

مسند الشافعي 916: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَّقَ بَيْنَ الْمُتَلَاعِنَيْنِ وَأَلْحَقَ الْوَلَدَ بِالْمَرْأَةِ

Musnad Syafi’i 916: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar: Bahwa Rasulullah pernah memisahkan sepasang suami- istri yang saling ber-li’an, dan menisbatkan anak kepada istri. 164

Musnad Syafi’i 915

مسند الشافعي 915: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ عَبْدَ بْنَ زَمْعَةَ، وَسَعْدًا، اخْتَصَمَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ابْنِ أَمَةِ زَمْعَةَ ذَكَرَهُ، فَقَالَ سَعْدٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَوْصَانِي أَخِي إِذَا قَدِمْتُ مَكَّةَ أَنِ انْظُرْ إِلَى ابْنِ زَمْعَةَ فَاقْبِضْهُ فَإِنَّهُ ابْنِي، فَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ: أَخِي وَابْنُ أَمَةِ أَبِي، وُلِدَ عَلَى فِرَاشِ أَبِي، فَرَأَى شَبَهًا بِعُتْبَةَ فَقَالَ: «هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ، الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ، وَاحْتَجِبِي مِنْهُ يَا سَوْدَةُ»

Musnad Syafi’i 915: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az- Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah , bahwa Abdullah bin Zam’ah dan Sa’id bersengketa mengenai anak lelaki budak perempuan Zam’ah, keduanya mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah . Sa’id berkata, “Wahai Rasulullah, saudara lelakiku telah berwasiat kepadaku; Apabila aku tiba di Makkah, hendaklah aku menjenguk anak lelaki budak perempuan Zam’ah. Maka aku membawanya kepadamu, sesungguhnya ia adalah anakku.” Abd bin Zam’ah berkata, “Saudara lelakiku dan anak lelaki budak perempuan ayahku dilahirkan di atas firasy ayahku.” Nabi melihat anak tersebut lebih mirip Utbah dengan kemiripan yang jelas, lalu beliau bersabda, “Dia adalah untukmu, hai Abd bin Zam’ah. Anak adalah bagi firasy, dan berhijablah kamu hai Saudah darinya (anak itu).”163