Skip to main content

Musnad Syafi’i 1642

مسند الشافعي 1642: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ: صَلَّيْتُ خَلْفَ ابْنِ عَبَّاسٍ عَلَى جَنَازَةٍ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، فَلَمَّا سَلَّمَ سَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ: «سُنَّةٌ وَحَقٌّ»

Musnad Syafi’i 1642: Ibrahim bin Sa’d mengabarkan kepada kami dari ayahnya, dari Thalhah bin Abdullah bin Auf, ia mengatakan: Aku pernah shalat jenazah di belakang Ibnu Abbas , lalu ia membaca surah Fatihatul Kitab. Setelah salam, aku menanyakan hal tersebut kepadanya, maka ia menjawab, “Suatu tuntunan dan perkara yang hak.” 869

Musnad Syafi’i 1626

مسند الشافعي 1626: أَخْبَرَنَا بَعْضُ، أَصْحَابِنَا عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسِّلَ ثَلَاثًا

Musnad Syafi’i 1626: Sebagian teman kami mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Abu Ja’far: Bahwa (jenazah) Rasulullah SAW dimandikan sebanyak 3 kali. 853

Musnad Syafi’i 1641

مسند الشافعي 1641: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ عَلَى الْمَيِّتِ أَرْبَعًا وَقَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ بَعْدَ التَّكْبِيرَةِ الْأُولَى

Musnad Syafi’i 1641: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil, dari Jabir bin Abdullah: Bahwa Nabi melakukan takbir shalat jenazah sebanyak 4 kali, dan beliau membaca Ummul Kitab sesudah takbir yang pertama. 868

Musnad Syafi’i 1625

مسند الشافعي 1625: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسِّلَ فِي قَمِيصٍ

Musnad Syafi’i 1625: Malik mengabarkan kepada kami dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya: Bahwa Rasulullah dimandikan dengan memakai baju gamisnya. 852

Musnad Syafi’i 1640

مسند الشافعي 1640: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ أَبَا أُمَامَةَ بْنَ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، أَخْبَرَهُ أَنَّ مِسْكِينَةً مَرِضَتْ فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَرَضِهَا، قَالَ: وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُ الْمَرْضَى وَيَسْأَلُ عَنْهُمْ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا مَاتَتْ فَآذِنُونِي بِهَا» . فَخُرِجَ بِجَنَازَتِهَا لَيْلًا فَكَرِهُوا أَنْ يُوقِظُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُخْبِرَ بِالَّذِي كَانَ مِنْ شَأْنُهَا فَقَالَ: «أَلَمْ آمُرْكُمْ أَنْ تُؤْذِنُونِيَ بِهَا؟» فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَرِهْنَا أَنْ نُوقِظَكَ لَيْلًا، فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى صَفَّ بِالنَّاسِ عَلَى قَبْرِهَا وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

Musnad Syafi’i 1640: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab: Abu Umamah bin Sahl bin Hanif mengabarkan kepadanya bahwa ada seorang wanita miskin sakit keras, lalu berita sakitnya itu disampaikan kepada Nabi , sementara menjadi kebiasaan beliau selalu menjenguk orang-orang yang sakit dan menanyakan perkembangan kesehatan mereka. Beliau bersabda, “Apabila ia telah mati. beritahukanlah hal itu kepadaku.” Maka, jenazahnya dikubur di malam hari dan mereka merasa segan untuk membangunkan Rasulullah . Ketika pagi hari, Rasulullah SAW diberi tahu tentang kematian wanita miskin itu, maka beliau bersabda, “Bukankah aku telah perintahkan kepada kalian agar memberitahuku perihalnya?” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, kami merasa segan untuk membangunkanmu di malam hari,” Lalu Rasulullah keluar dan mengatur shaf orang-orang di dekat kuburan wanita miskin itu, selanjutnya beliau bertakbir sebanyak 4 kali. 867

Musnad Syafi’i 1624

مسند الشافعي 1624: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُنَّ فِي غُسْلِ ابْنَتِهِ: «اغْسِلْنَهَا ثَلَاثًا، أَوْ خَمْسًا، أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُورًا أَوْ شَيْئًا مِنْ كَافُورٍ»

Musnad Syafi’i 1624: Malik mengabarkan kepada kami dari Ayub As-Sakhtiyani, dari Ibnu Sirin, dari Ummu Athiyah: Rasulullah bersabda kepada mereka (kaum wanita) yang memandikan jenazah putrinya, “Mandikanlah dia sebanyak 3 atau 5 kali atau lebih banyak lagi -jika hal itu diperlukan menurut kalian- dengan air dan daun sidr, serta campurkanlah kapur atau sedikit kapur pada siraman yang terakhir “851

Musnad Syafi’i 1639

مسند الشافعي 1639: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى لِلنَّاسِ النَّجَاشِيَّ الْيَوْمَ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

Musnad Syafi’i 1639: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Said bin Musayyab, dari Abu Hurairah : Bahwa Rasulullah mengumumkan belasungkawa kepada orang-orang atas kematian Raja Najasy di hari kematiannya, lalu beliau membawa mereka keluar menuju tempat shalat, kemudian beliau mengatur shaf mereka dan bertakbir sebanyak 4 kali takbir. 866

Musnad Syafi’i 1638

مسند الشافعي 1638: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ صَنَعَ نَحْوَ ذَلِكَ

Musnad Syafi’i 1638: Sa’id bin Salim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Syihab, ia menceritakan bahwa Utsman bin Affan pernah melakukan hal yang sama.865

Musnad Syafi’i 1637

مسند الشافعي 1637: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَ: سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، يَقُولُ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَّ رَجُلٌ عَنْ بَعِيرِهِ فَوُقِصَ فَمَاتَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْهِ، وَلَا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ» . فَقَالَ سُفْيَانُ: وَزَادَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي حُرَّةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَخَمِّرُوا وَجْهَهُ وَلَا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ، وَلَا تُمِسُّوهُ طِيبًا؛ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا»

Musnad Syafi’i 1637: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Sa’id bin Jubair mengatakan hadis berikut: Aku pernah mendengar Ibnu Abbas berkata, “Ketika kami sedang bersama Nabi , tiba-tiba ada seorang lelaki jatuh terjungkal dari untanya hingga lehernya patah dan meninggal dunia. Maka Nabi bersabda, ‘Mandikanlah dia dengan air dicampur daun sidr, dan kafanilah dia dengan dua lapis pakaiannya, tetapi jangan kalian menutup kepalanya’. ” 864 Sufyan mengatakan bahwa Ibrahim bin Abu Harrah menambahkan dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi bersabda, “Dan tutuplah wajahnya, tetapi jangan kalian menutup kepalanya, serta jangan pula kalian memberinya wewangian, karena sesungguhnya kelak di hari Kiamat ia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah (berihram).”

Musnad Syafi’i 1636

مسند الشافعي 1636: أَخْبَرَنَا بَعْضُ، أَصْحَابِنَا عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: «رَأَيْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ يَحْمِلُ بَيْنَ عَمُودَيْ سَرِيرِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ»

Musnad Syafi’i 1636: Sebagian teman kami mengabarkan kepada kami dari Syurahbil bin Abu Aun, dari ayahnya, ia menceritakan: Aku melihat Ibnu Az-Zubair mengusung jenazah Al Miswar bin Makhramah di antara kedua kaki depan katil. 863