Skip to main content

Musnad Syafi’i 313

مسند الشافعي 313: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْهَادِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي الْحَارِثِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ؛ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُهْبِطَ، وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ، وَفِيهِ مَاتَ، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ، وَمَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا وَهِيَ مُصِيخَةٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مِنْ حِينَ تُصْبِحُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقًا مِنَ السَّاعَةِ، إِلَّا الْجِنَّ وَالْإِنْسَ، وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يُصَادِفُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ: هِيَ آخِرُ سَاعَةٍ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ. فَقُلْتُ لَهُ: كَيْفَ تَكُونُ آخِرَ سَاعَةٍ وَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَا يُصَادِفُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّي، وَتِلْكَ سَاعَةٌ لَا يُصَلَّى فِيهَا؟ فَقَالَ ابْنُ سَلَامٍ: أَلَمْ يَقُلِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ جَلَسَ مَجْلِسًا يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ فَهُوَ فِي صَلَاةٍ حَتَّى يُصَلِّيَ» ؟ قَالَ: فَقُلْتُ: بَلَى. قَالَ: فَهُوَ ذَاكَ

Musnad Syafi’i 313: Malik mengabarkan kepada kami dari Yazid bin Abdullah bin Al Had, dari Muhammad bin Ibrahim bin Abui Harits, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah , ia mengatakan: Rasulullah pernah bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya ialah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari Jum’at Adam diturunkan (ke bumi), pada hari Jum’at taubatnya diterima, pada hari Jum ‘at ia wafat, dan pada hari Jum ‘at pula hari Kiamat akan terjadi. Tidak ada satu makhluk melata pun melainkan merasa takut terhadap hari Jum’at, mulai dari pagi hari hingga matahari terbit karena takut terhadap hari Kiamat kecuali jin dan manusia. Dan di dalam hari Jum ‘at terdapat satu waktu dimana tidak sekali-kali seorang hamba muslim menjumpainya sedangkan ia dalam keadaan meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah memberikan kepadanya apa yang dimintanya itu. ” Abu Hurairah mengatakan bahwa Abdullah bin Salam pernah berkata, “Sa’atul ijabah itu terletak pada akhir hari Jum’at.” Maka aku katakan kepadanya, “Mengapa hal tersebut terletak di akhir hari, padahal Nabi telah bersabda, “Tidak sekali-kali seorang hamba muslim menjumpainya sedang ia dalam keadaan shalat’, sedangkan saat itu bukan waktunya shalat?” sedangkan Nabi pernah bersabda, ‘Barangsiapa yang duduk di suatu majelis menunggu shalat, berarti ia dalam keadaan shalat hingga mengerjakan shalatnya?” Maka aku berkata, “Memang benar.” lbnu Salam berkata, “Demikianlah pengertiannya”319

Musnad Syafi’i 312

مسند الشافعي 312: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: «فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا إِنْسَانٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ [ص:72] قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» وَأَشَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Musnad Syafi’i 312: Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah menceritakan tentang hari Jum’at, lalu beliau bersabda, “Pada hari Jum ‘at terdapat satu waktu dimana tidak sekali-kali seorang muslim yang sedang mendirikan shalatnya meminta sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan memberikan apa yang dimintanya.” Dan Nabi mengisyaratkan hal ini dengan tangannya, menunjukkan bahwa saat itu sedikit. 318

Musnad Syafi’i 311

مسند الشافعي 311: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَجُلًا، مِنَ الْأَنْصَارِ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنَا عَنِ الْجُمُعَةِ، مَاذَا فِيهَا مِنَ الْخَيْرِ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” فِيهِ خَمْسُ خِلَالٍ: فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أَهْبَطَ اللَّهُ آدَمَ إِلَى الْأَرْضِ، وَفِيهِ تَوَفَّى اللَّهُ آدَمَ، وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ اللَّهَ الْعَبْدُ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَتَاهُ إِيَّاهُ، مَا لَمْ يَسْأَلْ مَأْثَمًا أَوْ قَطِيعَةَ رَحِمٍ، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ، فَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقَرَّبٍ، وَلَا سَمَاءٍ، وَلَا أَرْضٍ، وَلَا جَبَلٍ إِلَّا وَهُوَ يُشْفِقُ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ “

Musnad Syafi’i 311: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Aqil menceritakan kepadaku dari Amr bin Syurahbil bin Sa’d, dari ayahnya, dari kakeknya: Bahwa seorang lelaki dari kalangan Anshar datang kepada Nabi , lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepada kami tentang hari Jum’at! Kebaikan apa saja yang ada di dalamnya?” Maka Nabi menjawab, “Di dalamnya terkandung lima perkara; pada hari itu Allah menciptakan Adam, di hari itu Allah menurunkan Adam ke muka bumi, di hari itu Allah mewafatkan Adam, di dalamnya terdapat satu saat dimana tidak sekali-kali seorang hamba meminta sesuatu melainkan Allah memberikan kepadanya apa yang dimintanya itu selagi tidak meminta perkara yang berdosa atau memutuskan silaturrahim, dan pada hari itu Kiamat akan terjadi. Tiada malaikat terdekat (kepada Allah), tiada langit, tiada bumi dan tiada gunung melainkan merasa takut terhadap hari Jum’at. ” 317

Musnad Syafi’i مسند الشافعي 310: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْجَعْدِ، عَنْ أَنَسٍ، شَبِيهًا بِهِ، وَزَادَ عَلَيْهِ: وَلَكُمْ فِيهِ خَيْرٌ، مَنْ دَعَا فِيهِ بِخَيْرٍ هُوَ لَهُ قَسْمٌ أُعْطِيَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ قَسْمٌ ذُخِرَ لَهُ مَا هُوَ خَيْرٌ لَهُ مِنْهُ. وَزَادَ فِيهِ أَيْضًا أَشْيَاءَ

Musnad Syafi’i 310: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abu Imran Ibrahim bin Al Ja’d menceritakan kepada kami dari Anas tentang hadis yang serupa, hanya saja di dalamnya ditambahkan, “Dan bagi kalian ada kebaikan di dalamnya. Barangsiapa yang berdoa untuk kebaikan, sedangkan ia berhak memperoleh darinya, maka hal itu akan diberikan kepadanya; dan jika ia tidak mempunyai bagian darinya, maka akan disimpan untuknya hal yang lebih baik daripada apa yang dimintanya itu.” Sahabat Anas dalam hadisnya ini menambahkan pula banyak hal lainnya. 316

Musnad Syafi’i 309

مسند الشافعي 309: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عُبَيْدَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو الْأَزْهَرِ مُعَاوِيَةُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَيْرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: أَتَى جِبْرِيلُ بِمِرْآةٍ بَيْضَاءَ فِيهَا وَكْتَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا هَذِهِ؟» قَالَ: هَذِهِ الْجُمُعَةُ فُضِّلْتَ بِهَا أَنْتَ وَأُمَّتُكَ، فَالنَّاسُ لَكُمْ فِيهَا تَبَعٌ، الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى، وَلَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ، وَفِيهَا سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا مُؤْمِنٌ يَدْعُو اللَّهَ تَعَالَى بِخَيْرٍ إِلَّا اسْتُجِيبَ لَهُ، وَهُوَ [ص:71] عِنْدَنَا يَوْمُ الْمَزِيدِ. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا جِبْرِيلُ، مَا يَوْمُ الْمَزِيدِ؟» قَالَ: إِنَّ رَبَّكَ اتَّخَذَ فِي الْفِرْدَوْسِ وَادِيًا أَفْيَحَ، فِيهِ كُثُبُ مِسْكٍ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ أَنْزَلَ اللَّهُ مَا شَاءَ مِنْ مَلَائِكَتِهِ وَحَوْلَهُ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ عَلَيْهَا مَقَاعِدُ النَّبِيِّينَ، وَحَفَّ تِلْكَ الْمَنَابِرَ بِمَنَابِرَ مِنْ ذَهَبٍ مُكَلَّلَةٍ بِالْيَاقُوتِ وَالزَّبَرْجَدِ عَلَيْهَا الشُّهَدَاءُ وَالصِّدِّيقُونَ، فَجَلَسُوا مِنْ وَرَائِهِمْ عَلَى تِلْكَ الْكُثُبِ فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُمْ: أَنَا رَبُّكُمُ، قَدْ صَدَقْتُكُمْ وَعْدِي، فَسَلُونِي أُعْطِكُمْ. فَيَقُولُونَ: رَبَّنَا نَسْأَلُكَ رِضْوَانَكَ، فَيَقُولُ: قَدْ رَضِيتُ عَنْكُمْ، وَلَكُمْ عَلَيَّ مَا تَمَنَّيْتُمْ، وَلَدَيَّ مَزِيدٌ. فَهُمْ يُحِبُّونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لِمَا يُعْطِيهِمْ فِيهِ رَبُّهُمْ مِنَ الْخَيْرِ، وَهُوَ الْيَوْمُ الَّذِي اسْتَوَى فِيهِ رَبُّكُمْ عَلَى الْعَرْشِ، وَفِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ “

Musnad Syafi’i 309: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Musa bin Ubaidah menceritakan kepadaku, ia mengatakan: Abu Al Azhar Muawiyah bin Ishaq bin Thalhah menceritakan kepadaku dari Ubaidillah bin Umair bahwa ia pernah mendengar Anas bin Malik mengatakan: Malaikat Jibril datang dengan membawa sebuah cermin putih yang padanya terdapat noktah kepada Nabi , maka beliau bertanya, “Apakah ini?” Jibril menjawab, “Ini ibarat hari Jum’at. Engkau dan umatmu diberi keutamaan dengan hari Jum’at. Semua orang, yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani, mengikuti kalian di dalamnya. Bagi kalian di dalam hari Jum’at terdapat sesuatu, tidak sekali-kali seorang mukmin menjumpainya dalam keadaan berdoa memohon kebaikan kepada Allah, melainkan akan diperkenankan baginya. Hari tersebut menurut kami adalah ‘Yaumul Mazid (Hari penambahan)’.” Nabi bertanya, “Hai Jibril! Apakah Yaumul Mazid itu? ” Jibril menjawab, “Sesungguhnya Rabbmu telah membuat sebuah lembah yang luas di dalam surga Firdaus, di dalamnya terdapat banyak gundukan minyak kesturi. Apabila hari Jum’at tiba, Allah menurunkan sejumlah malaikat menurut apa yang dikehendaki-Nya, sedangkan di sekitar lembah itu terdapat mimbar-mimbar dari nur yang di atasnya terdapat tempat-tempat duduk para nabi. Mimbar- mimbar tersebut dikelilingi dengan mimbar-mimbar lain dari emas, dihiasi dengan batu yaquth dan zabaijad, di atas mimbar-mimbar ini terdapat para syuhada dan shiddiqin. Kemudian para syuhada dan shiddiqin ini duduk di belakang para nabi di atas gundukan-gundukan tersebut. Lalu Allah berfirman kepada mereka, ‘Akulah Rabb kalian, dan Aku telah menepati janji-Ku kepada kalian. Maka mintalah kalian kepada-Ku, niscaya Kuberi apa yang kalian minta’. Mereka berkata, ‘Wahai Rabb kami, kami memohon ridha-Mu’. Allah berfirman, ‘Aku telah ridha kepada kalian, dan bagi kalian akan Aku beri apa yang kalian harap-harapkan berikut tambahannya yang Ku-tambahkan buat kalian’. Mereka menyukai hari Jum’at, karena pada hari itu Rabb memberi mereka kebaikan. Hari Jum’at adalah hari Rabb berkuasa di atas ‘Arsy, pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari Jum’at pula hari Kiamat terjadi.” 315

Musnad Syafi’i 308

مسند الشافعي 308: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ»

Musnad Syafi’i 308: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar mengabarkan kepadaku, bahwa Nabi berkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari jum’at.”314

Musnad Syafi’i 307

مسند الشافعي 307: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ»

Musnad Syafi’i 307: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Shufwan bin Sulaim mengabarkan kepadaku: Bahwa Rasulullah bersabda, “Jika pada hari jumat atau malam jum’at, maka perbanyaknya bershalawat kepadaku.” 313

Musnad Syafi’i 306

مسند الشافعي 306: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمٌ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ عَبِيدَةَ بْنِ سُفْيَانَ الْحَضْرَمِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ أُمَيَّةَ، يَقُولُ: «لَا يَتْرُكُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا تَهَاوُنًا بِهَا لَا يَشْهَدُهَا إِلَّا كُتِبَ مِنَ الْغَافِلِينَ»

Musnad Syafi’i 306: Ibrahim menceritakan kepada kami dari Shalih bin Kaisan, dari Ubaidah bin Sufyan Al Hadrami, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Amr bin Umayah berkata, “Tidak sekali-kali seorang lelaki muslim meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, melainkan ia dicatat termasuk orang-orang yang lalai.” 312

Musnad Syafi’i 305

مسند الشافعي 305: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبِيدَةَ بْنِ سُفْيَانَ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ أَبِي الْجَعْدِ الضَّمْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «لَا يَتْرُكُ أَحَدٌ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا تَهَاوُنًا بِهَا إِلَّا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ» قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: وَفِي بَعْضِ الْحَدِيثِ: ثَلَاثًا

Musnad Syafi’i 305: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Amr menceritakan kepadaku dari Ubaidah bin Sufyan Al Hadhrami, dari Abui Ja’d Adh—Dhamri bahwa Nabi pernah bersabda, “Tidak sekali-kali seseorang meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, melainkan Allah mengunci mati hatinya.”311 Asy-Syafi’i berkata, “Dan disebutkan dalam sebagian hadis dengan redaksi: Tiga kali.”