Skip to main content

Musnad Syafi’i 678

مسند الشافعي 677: أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنِ اللَّيْثِ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: جَاءَ عَبْدٌ فَبَايَعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَلَمْ يَسْمَعْ أَنَّهُ عَبْدٌ، فَجَاءَ سَيِّدُهُ يُرِيدُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بِعْهُ» . فَاشْتَرَاهُ بِعَبْدَيْنِ أَسْوَدَيْنِ، ثُمَّ لَمْ يُبَايِعْ أَحَدًا بَعْدَهُ حَتَّى يَسْأَلَهُ: أَعْبُدٌ هُوَ أَوْ حُرٌّ

Musnad Syafi’i 677: Orang yang dipercaya mengabarkan kepada kami dari Al- Laits, dari Abu Az-Zinad, dari Jabir, ia mengatakan: Seorang budak datang, lalu ia berbaiat kepada Rasulullah untuk hijrah, sedangkan beliau tidak mengetahui bahwa dia adalah seorang budak. Kemudian tuannya datang mencarinya. Nabi bersabda, “Juallah dia!” Maka Nabi membelinya (menukarnya) dengan 2 orang budak hitam. Sesudah itu Nabi tidak membaiat lagi seorang pun sebelum menanyakan kepadanya, apakah dia seorang budak atau orang merdeka. 678

Musnad Syafi’i 693

مسند الشافعي 693: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى تُزْهَى. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا تُزْهَى؟ قَالَ: «حَتَّى تَحْمَرَّ» . وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَرَأَيْتُمْ إِذَا مَنَعَ اللَّهُ الثَّمَرَةَ، فَبِمَ يَأْخُذُ أَحَدُكُمْ مَالَ أَخِيهِ»

Musnad Syafi’i 693: Malik mengabarkan kepada kami dari Humaid Ath-Thawil, dan Anas bin Malik : Bahwa Rasulullah melarang menjual buah-buahan sebelum masak. Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksud dengan istilah tuzha (masak)?” Beliau menjawab, “Bila telah tampak merah, ” Rasulullah SAW bersabda pula, “Bagaimanakah menurut kalian bila Allah mencegah masaknya buah itu? Maka, dengan alasan apakah seseorang dari kalian mengambil harta saudaranya?”

Musnad Syafi’i 677

مسند الشافعي 676: أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ مَعْنَاهُ

Musnad Syafi’i 676: Orang yang dipercaya mengabarkan kepada kami dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Salamah bin Suhail, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi perihal hadis yang semakna dengan hadis di atas. 677

Musnad Syafi’i 692

مسند الشافعي 692: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي بِنَحْوِهِ

Musnad Syafi’i 692: Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar , dan Rasulullah dengan redaksi serupa. 692

Musnad Syafi’i 676

مسند الشافعي 675: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اسْتَسْلَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَكْرًا، فَجَاءَتْهُ إِبِلٌ مِنْ إِبِلِ الصَّدَقَةِ، قَالَ أَبُو رَافِعٍ: فَأَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْضِيَ الرَّجُلَ بَكْرَهُ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنْ لَمْ أَجِدْ فِي الْإِبِلِ إِلَّا جَمَلًا خِيَارًا رَبَاعِيًا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَعْطِهِ إِيَّاهُ؛ فَإِنَّ خِيَارَ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ قَضَاءً»

Musnad Syafi’i 675: Malik mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Abu Rafi’ mantan budak Rasulullah , ia mengatakan: Rasulullah pernah mengajukan pinjaman berupa seekor bikr. Ketika datang kepadanya unta zakat, kata Abu Rafi’, beliau memerintahkan kepadaku untuk membayarkan unta bikrya kepada lelaki itu. Maka aku berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya di antara ternak unta zakat tidak kami temukan kecuali hanya unta jantan yang telah dewasa.” Maka Rasulullah bersabda, “Berikanlah kepadanya, karena sesungguhnya sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayarkan utangnya.” 676

Musnad Syafi’i 691

مسند الشافعي 691: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهُ، نَهَى الْبَائِعَ وَالْمُشْتَرِي

Musnad Syafi’i 691: Malik menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar : Rasulullah melarang menjual buah-buahan sebelum jelas masaknya, beliau melarang penjual dan pembelinya. 691

Musnad Syafi’i 675

مسند الشافعي 674: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ أُذَيْنَةَ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «لَيْسَ فِي الْعَنْبَرِ زَكَاةٌ، إِنَّمَا هُوَ شَيْءٌ دَسَرَهُ الْبَحْرُ»

Musnad Syafi’i 674: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar dari Ibnu Udzainah, bahwa Ibnu Abbas , ia berkata, “Pada udang tidak ada zakat, sesungguhnya ia adalah sesuatu yang dihempaskan oleh laut.” 675

Musnad Syafi’i 690

مسند الشافعي 689: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهُ

Musnad Syafi’i 689: Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri dari Salim dari bapaknya, bahwa Rasulullah SAW melarang menjual buah hingga terlihat matang. 690

Musnad Syafi’i 674

مسند الشافعي 673: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ، سُئِلَ عَنِ الْعَنْبَرِ، فَقَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ شَيْءٌ فَفِيهِ الْخُمُسُ

Musnad Syafi’i 673: Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Ibnu Abbas, ia pernah ditanya tentang udang, lalu ia menjawab, “Jika di dalamnya ada sesuatu, maka zakatnya adalah seperlima.” 674

Musnad Syafi’i 689

مسند الشافعي 688: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ مُوسَى، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «ذَلِكَ الْمَعْرُوفُ أَنْ يَأْخُذَ، بَعْضَهُ طَعَامًا وَبَعْضَهُ دَنَانِيرَ»

Musnad Syafi’i 688: Sufyan menceritakan kepada kami dari Salamah bin Musa, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas ia mengatakan: Perkara yang makruf (bajik) itu ialah, hendaknya seseorang mengambil sebagiannya berupa makanan dan sebagian yang lain berupa uang dinar. 689