Skip to main content

Musnad Ahmad 25396

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوْنٍ مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ مَرْوَانَ قَالَ تَوَضَّئُوا مِمَّا مَسَّتْ النَّارُ قَالَ فَأَرْسَلَ مَرْوَانُ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَسَأَلَهَا فَقَالَتْ نَهَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدِي كَتِفًا ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ وَلَمْ يَمَسَّ مَاءً و قَالَ أَبِي لَمْ يَسْمَعْ سُفْيَانُ مِنْ أَبِي عَوْنٍ إِلَّا هَذَا الْحَدِيثَ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Abu Aun Muhammad bin Ubaidullah Atstsaqafi] dari [Abdullah bin Syaddad] berkata; saya mendengar Abu Hurairah berkata kepada Marwan. Ia berkata; “Berwudhu lah kalian dari apa-apa yang telah dipanaskan dengan api.” Ia berkata; “Lantas marwan mengirim utusan kepada [Ummu Salamah] untuk bertanya kepada kepadanya.” Ia pun berkata; “Nabi shalallahu’alaihi wa salam pernah menggigiti daging yang masih menempel di tulang ketika berada di sisiku. Kemudian beliau pergi shalat tanpa berwudhu.” Ayahku berkata; “Sufyan tidak mendengar dari Abu Aun kecuali hadis ini.”

Musnad Ahmad 25381

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ يَعْنِي ابْنَ حَازِمٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ وَهِيَ خَالَتُهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ شَرِبَ فِي إِنَاءٍ مِنْ فِضَّةٍ فَإِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir, yaitu Ibnu Hazim] dari [Nafi’] dari [Zaid bin Abdullah bin Umar] dari [Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakr] dari [Ummu Salamah, ia adalah bibinya] ia telah mendengar Nabi shalallahu’alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa yang minum pada bejana yang terbuat emas, maka di dalam perutnya akan bergemuruh api neraka jahannam.”

Musnad Ahmad 25397

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ جَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَتْهُ عَنْ الْمَرْأَةِ تَرَى فِي مَنَامِهَا مَا يَرَى الرَّجُلُ فَقَالَ إِذَا رَأَتْ الْمَاءَ فَلْتَغْتَسِلْ قَالَتْ قُلْتُ فَضَحْتِ النِّسَاءَ وَهَلْ تَحْتَلِمُ الْمَرْأَةُ فَقَال النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرِبَتْ يَمِينُكِ فَبِمَ يُشْبِهُهَا وَلَدُهَا إِذًا

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dan [Ibnu Numair] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Zainab binti Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah] berkata; “Ummu Sulaim pernah datang kepada Nabi shalallahu’alaihi wa salam dan bertanya kepada beliau mengenai seorang wanita yang melihat dalam mimpinya sebagaimana yang dilihat oleh seorang lelaki.” Beliau menjawab: “Apabila ia melihat air, hendaknya ia mandi.” Ia berkata; saya berkata, “Engkau telah membuka aib wanita, apakah wanita juga bermimpi?” Nabi shalallahu’alaihi wa salam bersabda: “Engkau beruntung, lantas dengan apa anaknya bisa menyerupainya.”

Musnad Ahmad 25382

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا خَلَفٌ يَعْنِي ابْنَ خَلِيفَةَ عَنْ لَيْثٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا ظَهَرَتْ الْمَعَاصِي فِي أُمَّتِي عَمَّهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا فِيهِمْ يَوْمَئِذٍ أُنَاسٌ صَالِحُونَ قَالَ بَلَى قَالَتْ فَكَيْفَ يَصْنَعُ أُولَئِكَ قَالَ يُصِيبُهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسَ ثُمَّ يَصِيرُونَ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ

Telah menceritakan kepada kami [Husain] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalaf, yaitu ibnu Khalifah] dari [Laits] dari [Al Qomah bin Martad] dari [Al Ma’rur bin Suwaid] dari [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam] berkata; ia berkata; saya telah mendengar Rasulullah shalallahu’alahi wa salam bersabda: “Apabila kemaksiatan telah tampak merajalela pada umatku, maka Allah akan mengirim adzab dari sisi-Nya secara umum.” Saya bertanya; “Wahai Rasulullah! Bagaimana bila pada hari itu terdapat orang-orang shalih?” beliau menjawab: “Benar.” Ia berkata; “Apa yang diperbuat oleh mereka.” Beliau bersabda: “Mereka akan ikut tertimpa sebagaimana orang lainnya tertimpa. Kemudian mereka akan kembali kepada ampunan dan keridhaan dari Allah.”

Musnad Ahmad 25398

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى سَمِعْتُهُ مِنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ شُغِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ فَصَلَّاهُمَا بَعْدَ الْعَصْرِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] saya telah mendengarnya dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Abdullah bin Utbah] dari [Ummu Salamah] berkata; “Nabi shalallahu’alaihi wa salam pernah melewatkan dua raka’at setelah zhuhur, karena sibuk. Lantas beliau mengerjakannya setelah ashar.”

Musnad Ahmad 25383

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَلَّلَ عَلَى عَلِيٍّ وَحَسَنٍ وَحُسَيْنٍ وَفَاطِمَةَ كِسَاءً ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ هَؤُلَاءِ أَهْلُ بَيْتِي وَخَاصَّتِي اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا مِنْهُمْ قَالَ إِنَّكِ إِلَى خَيْرٍ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Azzubairi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Zubaid] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Ummu Salamah] bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa salam menutupi Ali, Hasan, Husain, dan Fathimah dengan kain, lantas beliau berdo’a: “ALLAHUMMA HAULAAI AHLU BAITI WA KHASSHATI ALLAHUMMA ADZHIB ‘ANHUM ARRIJSA WA THAHIRHUM TATHHIRA (Ya Allah, mereka adalah keluargaku dan orang-orang keistimewaanku. Ya Allah, hilangkanlah kejelekan dari diri mereka dan sucikanlah mereka).” Ummu Salamah berkata; “Wahai Rasulullah! Apakah aku termasuk di antara mereka?” beliau menjawab: “Sesungguhnya engkau berada pada kebaikan.”

Musnad Ahmad 25399

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ وَهْبٍ مَوْلَى أَبِي أَحْمَدَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَهِيَ تَخْتَمِرُ فَقَالَ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Habib bin Abi Tsabit] dari [Wahb, pembantu Abi Ahmad] dari [Ummu Salamah] bahwa ketika Nabi shalallahu’alaihi wa sallam menemuinya, ia sedang memakai jilbab. Lantas beliau bersabda: “Ikatlah dengan satu ikatan, tidak dengan dua ikatan.”

Musnad Ahmad 25384

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَإِنَّهُ جَاءَ وَفْدٌ فَشَغَلُوهُ فَلَمْ يُصَلِّهِمَا فَصَلَّاهُمَا بَعْدَ الْعَصْرِ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Aban] dari [Yahya bin Abi Katsir] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Ummu salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa salam] berkata; “Nabi shalallahu’alaihi wa sallam biasa shalat dua raka’at setelah zhuhur, lalu datang utusan sehingga mereka menyibukkan beliau dan beliau tidak sempat shalat kedua raka’at tersebut. Lantas beliau melakukannya setelah ashar.”

Musnad Ahmad 25400

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَّ أَوْ نَضِلَّ أَوْ نَظْلِمَ أَوْ نُظْلَمَ أَوْ نَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْنَا

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Asysya’bi] dari [Ummu Salamah], apabila Nabi shalallahu’alaihi wa sallam keluar dari rumahnya, beliau membaca: BISMILLAHI TAWAKALTU ‘ALA ALLAHI ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN AN NAZILLA AU NA DLILLA AU NAZHLIMA AU NUZHLAMA AU NAJHALA AU YUJHALA ‘ALAINA (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu bila kami akan tergelincir, tersesat, menzhalimi, dizhalimi, tidak tahu, atau dibodohi).”

Musnad Ahmad 25385

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ وَالَّذِي تَوَفَّى نَفْسَهُ تَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تُوُفِّيَ حَتَّى كَانَتْ أَكْثَرُ صَلَاتِهِ قَاعِدًا إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ وَكَانَ أَعْجَبُ الْعَمَلِ إِلَيْهِ الَّذِي يَدُومُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ وَإِنْ كَانَ يَسِيرًا

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Ummu Salamah] berkata; “Demi Dzat yang telah mewafatkan jiwanya, yang ia maksud adalah nabi shalallahu’alaihi wa salam, tidaklah beliau wafat hingga kebanyakan shalatnya dilakukan dengan duduk kecuali shalat wajib. Dan amal yang paling beliau kagumi adalah yang kontinu dilakukan oleh seorang hamba sekalipun ringan.”