Skip to main content

Musnad Ahmad 25479

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو وَعَبْدُ الصَّمَدِ قَالَا حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ بَيْنَا أَنَا مُضْطَجِعَةٌ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمِيلَةِ إِذْ حِضْتُ فَانْسَلَلْتُ فَأَخَذْتُ ثِيَابَ حَيْضَتِي فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنُفِسْتِ قُلْتُ نَعَمْ فَدَعَانِي فَاضْطَجَعْتُ مَعَهُ فِي الْخَمِيلَةِ وَكَانَتْ هِيَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلَانِ مِنْ الْإِنَاءِ الْوَاحِدِ مِنْ الْجَنَابَةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُهَا وَهُوَ صَائِمٌ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَاه هُدْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ الْعَطَّارُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ بِإِسْنَادِ هَذَا الْحَدِيثِ وَمَعْنَاهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Amru] dan [Abdushshomad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya] dari [Abu Salamah] dari [Zainab binti Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah] berkata; “Saya pernah berbaring bersama Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dalam satu selimut, kemudian saya haidh, lantas aku mengambil baju khusus haidhku.” Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bertanya kepadaku: “Engkau haidh?” saya menjawab; “Ya.” Beliau pun memanggilku lantas aku berbaring kembali bersamanya dalam satu selimut. Ia dan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah mandi junub berdua dari satu bejana. Dan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah menciumnya ketika beliau sedang berpuasa. Abu Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepada kami [Hudbah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Aban bin Yazid Al Atthar] dari [Yahya bin Abi Katsir] dengan sanad hadis ini dan semakna.

Musnad Ahmad 25464

حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَارَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ وَلَدٍ لِابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَتْ كُنْتُ امْرَأَةً لِي ذَيْلٌ طَوِيلٌ وَكُنْتُ آتِي الْمَسْجِدَ وَكُنْتُ أَسْحَبُهُ فَسَأَلْتُ أُمَّ سَلَمَةَ قُلْتُ إِنِّي امْرَأَةٌ ذَيْلِي طَوِيلٌ وَإِنِّي آتِي الْمَسْجِدَ وَإِنِّي أَسْحَبُهُ عَلَى الْمَكَانِ الْقَذِرِ ثُمَّ أَسْحَبُهُ عَلَى الْمَكَانِ الطَّيِّبِ فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرَّتْ عَلَى الْمَكَانِ الْقَذِرِ ثُمَّ مَرَّتْ عَلَى الْمَكَانِ الطَّيِّبِ فَإِنَّ ذَلِكَ طَهُورٌ

Telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin Isa] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Umarah] dari [Muhammad bin Ibrahim Attaimi] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ummu Walad, anaknya Abdurrahman bin Auf] ia berkata; “Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang memiliki ekor (kain bawah) yang panjang, setiap kali aku mendatangi masjid, saya menyeretnya. Lantas aku bertanya kepada [Ummu Salamah]. Aku bertanya; “Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang memiliki ekor (kain bawah) yang panjang, setiap kali aku mendatangi masjid, saya menyeretnya ke tempat yang bersih?” Ummu Salamah menjawab; “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sllam bersabda: ‘Apabila ia melalui tempat yang kotor, lantas ia melalui tempat yang bersih, maka hal itu(tempat yang bersih) adalah sebagai penyuci’.”

Musnad Ahmad 25480

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ قَالَ بِاسْمِكَ رَبِّي إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Manshur] dari [Asysya’bi] dari [Ummu Salamah] bahwa apabila Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam keluar dari rumahnya, beliau membaca: BISMIKA RABBI INNI A’UUDZU BIKA AN AZILLA AU ADLILLA AU AZHLIMA AU UZHLAMU AU AJHALA AU YUJHALA ‘ALAYYA (Dengan nama-Mu wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu bila aku akan tergelincir, tersesat, menzhalimi, dizhalimi, membodohi, atau diriku dibodohi).”

Musnad Ahmad 25449

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لِي مِنْ أَجْرٍ فِي بَنِي أَبِي سَلَمَةَ أَنْ أُنْفِقَ عَلَيْهِمْ وَلَسْتُ بِتَارِكَتِهِمْ هَكَذَا وَهَكَذَا إِنَّمَا هُمْ بَنِيَّ قَالَ نَعَمْ لَكِ فِيهِمْ أَجْرٌ مَا أَنْفَقْتِ عَلَيْهِمْ

Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Usamah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Ayahnya] dari [Zainab binti Abu Salamah] dari [Ummu Salamah] berkata; saya berkata; “Wahai Rasulullah! Apakah aku mendapatkan pahala pada suku Abu Salamah bila aku berinfak kepada mereka, dan aku bukanlah orang yang tega membiarkan mereka begini dan begini sementara mereka adalah suku ku?” beliau menjawab: “Ya, engkau mendapatkan pahala terhadap apa yang engkau inffakkan kepada mereka.”

Musnad Ahmad 25450

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي رِبْعِيُّ بْنُ حِرَاشٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ سَاهِمُ الْوَجْهِ قَالَتْ فَحَسِبْتُ ذَلِكَ مِنْ وَجَعٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَاكَ سَاهِمَ الْوَجْهِ أَفَمِنْ وَجَعٍ فَقَالَ لَا وَلَكِنَّ الدَّنَانِيرَ السَّبْعَةَ الَّتِي أُتِينَا بِهَا أَمْسِ أَمْسَيْنَا وَلَمْ نُنْفِقْهَا نَسِيتُهَا فِي خُصْمِ الْفِرَاشِ

Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Ali] dari [Zaiddah] dari [Abdul Malik bin Umair] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Rib’i bin Hirasy] dari [Ummu Salamah] dia berkata; “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah menemuiku sementara wajah beliau terlihat pucat.” Ia berkata; “Saya mengira hal itu karena beliau sakit. Saya bertanya; ‘Wahai Rasulullah! Tidakkah engkau tau wajahmu terlihat pucat? Apakah karena sakit?” beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi karena tujuh dinar yang diberikan kepada kita kemarin sore dan kita belum menginfakkannya karena aku lupa bila telah menyimpannya di bawah kasur.”

Musnad Ahmad 25451

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ عَمَّارٍ الدُّهْنِيِّ عَنْ امْرَأَةٍ مِنْهُمْ أَنَّهَا سَأَلَتْ أُمَّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيذِ فَقَالَتْ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُزَفَّتِ وَعَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Ammar Adhdhuhni] dari [seorang wanita di antara mereka], bahwasanya ia bertanya kepada [Ummu Salamah] mengenai nabidz (pembuatan sari kurman atau anggur). Ia menjawab; “Setiap yang memabukkan adalah haram, dan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah melarang dari muzaffat, dubba`, dan hantam (nama alat untuk membuat sari kurma atau anggur yang memabukkan).”

Musnad Ahmad 25452

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ وَاصِلٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَجُّ جِهَادُ كُلِّ ضَعِيفٍ

Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Washil] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Al Fadhl] dan [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Al Qasim] dari [Abu Ja’far Muhammad bin Ali] dari [Ummu Salamah] berkata; “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: ‘Haji adalah jihadnya setiap orang yang lemah.”

Musnad Ahmad 25453

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ اجْتَمَعَ هُوَ وَابْنُ عَبَّاسٍ عِنْدَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَبَعَثُوا كُرَيْبًا مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ يَسْأَلُهَا فَذَكَرَتْ أُمُّ سَلَمَةَ أَنَّ سُبَيْعَةَ الْأَسْلَمِيَّةَ تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا فَنُفِسَتْ بَعْدَهُ بِلَيَالٍ فَذَكَرَتْ سُبَيْعَةُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَتَزَوَّجَ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Sa’id] bahwa [Sulaiman bin Yasar] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Abu Salamah] telah mengabarkan kepadanya bahwasanya dia dan Ibnu Abbas pernah berkumpul di sisi Abu Hurairah. Lantas ia mengutus Kuraib, pembantunya Ibnu Abbas kepada Ummu Salamah dan ia bertanya kepadanya. Lantas [Ummu Salamah] menceritakan bahwa Subai’ah Al Aslamiyah di tinggal meninggal oleh suaminya, lantas beberapa malam setelahnya ia melahirkan. Kemudian Subai’ah menceritakan hal itu kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dan beliau memerintahkannya untuk menikah.

Musnad Ahmad 25454

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَتْنَا أُمُّ سَلَمَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ وَحَضَرَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ

Telah menceritaka kepada kami [Yazid bin Harun] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Abdullah bin Rafi’, pembantu Ummu Salamah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ummu Salamah] ia berkata; “Saya telah mendengar Rasulullah shalallahu’alahi wa sallam bersabda: ‘Apabila waktu shalat dan makan malam telah tiba, maka awalilah dengan makan malam’.”

Musnad Ahmad 25455

حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَ رَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ عِنْدَ الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ فَقَالَ إِنَّمَا يَكْفِيكِ ثَلَاثُ حَفَنَاتٍ تَصُبِّينَهَا عَلَى رَأْسِكِ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan Atstsauri] dari [Ayyub bin Musa] dari [Sa’id bin Abi Sa’id Al Maqburi] dari [Abdullah bin Rafi’] dari [Ummu Salamah] dia berkata; “Saya bertanya; ‘Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang suka menggelung rambutku, apakah aku harus melepasnya ketika mandi junub’?” beliau menjawab: “Sesungguhnya cukup bagimu menyiramnya tiga kali siraman di atas kepalamu.”