Skip to main content

Musnad Ahmad 26305

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْحَمِيدِ قَالَ حَدَّثَنِي شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أَسْمَاءُ بِنْتُ يَزِيدَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُوُفِّيَ يَوْمَ تُوُفِّيَ وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ رَجُلٍ مِنْ الْيَهُودِ بِوَسْقٍ مِنْ شَعِيرٍ

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] berkata, telah menceritakan kepadaku [Abdul Hamid] berkata, telah menceritakan kepadaku [Syahr bin Hausyab] berkata, telah menceritakan kepadaku [Asma’ binti Yazid] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, sedangkan baju besinya digadaikan kepada seorang laki-laki Yahudi dengan lima wasak gandum.”

Musnad Ahmad 26306

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ ثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ قَالَ ثَنَا شَهْرٌ قَالَ حَدَّثَتْنِي أَسْمَاءُ بِنْتُ يَزِيدَ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ الْغِفَارِيَّ كَانَ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا فَرَغَ مِنْ خِدْمَتِهِ آوَى إِلَى الْمَسْجِدِ فَكَانَ هُوَ بَيْتُهُ يَضْطَجِعُ فِيهِ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ لَيْلَةً فَوَجَدَ أَبَا ذَرٍّ نَائِمًا مُنْجَدِلًا فِي الْمَسْجِدِ فَنَكَتَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرِجْلِهِ حَتَّى اسْتَوَى جَالِسًا فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أَرَاكَ نَائِمًا قَالَ أَبُو ذَرٍّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَيْنَ أَنَامُ هَلْ لِي مِنْ بَيْتٍ غَيْرُهُ فَجَلَسَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا أَخْرَجُوكَ مِنْهُ قَالَ إِذَنْ أَلْحَقَ بِالشَّامِ فَإِنَّ الشَّامَ أَرْضُ الْهِجْرَةِ وَأَرْضُ الْمَحْشَرِ وَأَرْضُ الْأَنْبِيَاءِ فَأَكُونُ رَجُلًا مِنْ أَهْلِهَا قَالَ لَهُ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا أَخْرَجُوكَ مِنْ الشَّامِ قَالَ إِذَنْ أَرْجِعَ إِلَيْهِ فَيَكُونَ هُوَ بَيْتِي وَمَنْزِلِي قَالَ لَهُ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا أَخْرَجُوكَ مِنْهُ الثَّانِيَةَ قَالَ إِذَنْ آخُذَ سَيْفِي فَأُقَاتِلَ عَنِّي حَتَّى أَمُوتَ قَالَ فَكَشَّرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَثْبَتَهُ بِيَدِهِ قَالَ أَدُلُّكَ عَلَى خَيْرٍ مِنْ ذَلِكَ قَالَ بَلَى بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَنْقَادُ لَهُمْ حَيْثُ قَادُوكَ وَتَنْسَاقُ لَهُمْ حَيْثُ سَاقُوكَ حَتَّى تَلْقَانِي وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Syahr] dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Asma’ Binti Yazid] bahwa Abu Dzar Al Ghifari adalah pelayan bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika selesai dari pekerjaannya melayani beliau, ia kembali untuk istirahat ke masjid, dan di situlah rumah yang biasa ia gunakan untuk tidur. Kemudian pada malam harinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke masjid dan mendapati Abu Dzar sedang tidur dalam keadaan telungkup ke tanah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggeser-geser dengan kakinya sehingga dia duduk tegap. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata kepadanya: “Kenapa aku lihat kamu tidur?” Abu Dzar menjawab, “Lalu di mana aku harus tidur, apakah aku mempunyai rumah selainnya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu duduk di hadapannya dan bertanya: “Bagaimana jika mereka mengeluarkanmu dari sini?” Abu Dzar menjawab, “Aku akan berangkat ke Syam karena Syam adalah bumi Hijrah, bumi pengumpulan dan bumi para Nabi, dan aku akan menjadi salah seorang dari penduduknya.” Beliau bertanya lagi: “Bagaimana jika mereka mengeluarkanmu dari Syam?” Abu Dzar menjawab, “Berarti aku kembali kepadanya dan menjadi rumah serta tempat tinggalku.” Beliau bertanya lagi: “Bagaimana jika mereka mengeluarkanmu dari sana untuk kedua kalinya?” Abu Dzar menjawab, “Aku akan mengambil pedangku dan berperang mempertahankan diriku sampai aku mati.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak pertanyaan kepadanya dan menetapkan dengan tangannya, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu.” Abu Dzar menjawab, “Tentu, demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda: “Kamu tunduk kepada mereka sebagaimana mereka tunduk kepadamu, dan kamu turuti mereka sebagaimana mereka menurutimu sehingga kamu bertemu denganku dan kamu masih dalam kondisi seperti itu.”

Musnad Ahmad 26307

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ ثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ قَالَ حَدَّثَنِي شَهْرٌ قَالَ سَمِعْتُ أَسْمَاءَ بِنْتَ يَزِيدَ الْأَنْصَارِيَّةَ تُحَدِّثُ زَعَمَتْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ فِي الْمَسْجِدِ يَوْمًا وَعُصْبَةٌ مِنْ النِّسَاءِ قُعُودٌ فَأَلْوَى بِيَدِهِ إِلَيْهِنَّ بِالسَّلَامِ قَالَ إِيَّاكُنَّ وَكُفْرَانَ الْمُنَعَّمِينَ إِيَّاكُنَّ وَكُفْرَانَ الْمُنَعَّمِينَ قَالَتْ إِحْدَاهُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعُوذُ بِاللَّهِ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مِنْ كُفْرَانِ اللَّهِ قَالَ بَلَى إِنَّ إِحْدَاكُنَّ تَطُولُ أَيْمَتُهَا وَيَطُولُ تَعْنِيسُهَا ثُمَّ يُزَوِّجُهَا اللَّهُ الْبَعْلَ وَيُفِيدُهَا الْوَلَدَ وَقُرَّةَ الْعَيْنِ ثُمَّ تَغْضَبُ الْغَضْبَةَ فَتُقْسِمُ بِاللَّهِ مَا رَأَتْ مِنْهُ سَاعَةَ خَيْرٍ قَطُّ فَذَلِكَ مِنْ كُفْرَانِ نِعَمِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَذَلِكَ مِنْ كُفْرَانِ الْمُنَعَّمِينَ

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Hamid] berkata, telah menceritakan kepadaku [Syahr] berkata, aku mendengar [Asma’ binti Yazid Al Anshariyah] menceritakan, ia mengaku bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati sebuah masjid, dan ada sekelompok wanita yang sedang duduk-duduk, maka beliau melambai-lambaikan tangan kepada mereka dengan mengucapkan salam, beliau bersabda: “Jauhilah oleh kalian kufur kepada Dzat yang Maha pemberi nikmat, jauhilah oleh kalian kufur kepada Dzat yang maha pemberi nikmat.” Salah seorang dari kami berkata, “Wahai Rasulullah, kami berlindung kepada Allah, wahai Nabiyullah apakah maksud kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Salah seorang kalian mengundur-undur masa nikahnya hingga menjadi perawan tua, kemudian Allah menikahkannya dengan seorang laki-laki dan memberinya seorang anak sebagai penyejuk hati. Namun kemudian ia marah dan bersumpah dengan nama Allah bahwa ia tidak pernah melohat kebaikan padanya (suami) sedikitpun, maka itulah yang dimaksud dengan mengkufuri Allah, dan itulah maksud dari kufur kepada Dzat yang Maha pemberi nikmat.”

Musnad Ahmad 26292

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ إِنَّ مَعْمَرًا شَرِبَ مِنْ الْعِلْمِ بِأَنْفَعَ قَالَ أَبِي وَمَاتَ مَعْمَرٌ وَلَهُ ثَمَانٍ وَخَمْسُونَ سَنَةً

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, [Ibnu Juraij] telah berkata, “Sungguh Ma’mar telah menyerap ilmu yang sangat bermanfaat.” Abdullah berkata, “Ma’mar meninggal dalam usia lima puluh delapan tahun.”

Musnad Ahmad 26293

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ حَدَّثَنِي شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أَسْمَاءُ بِنْتُ يَزِيدَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَيْلُ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ مَعْقُودٌ أَبَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَمَنْ رَبَطَهَا عُدَّةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنْفَقَ عَلَيْهَا احْتِسَابًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّ شِبَعَهَا وَجُوعَهَا وَرِيَّهَا وَظَمَأَهَا وَأَرْوَاثَهَا وَأَبْوَالَهَا فَلَاحٌ فِي مَوَازِينِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ رَبَطَهَا رِيَاءً وَسُمْعَةً وَفَرَحًا وَمَرَحًا فَإِنَّ شِبَعَهَا وَجُوعَهَا وَرِيَّهَا وَظَمَأَهَا وَأَرْوَاثَهَا وَأَبْوَالَهَا خُسْرَانٌ فِي مَوَازِينِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Nadzar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid] telah menceritakan kepadaku [Syahr bin Hausyab] dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Asma’ binti Yazid] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada setiap ubun-ubunkuda telah tertulis dengan kebaikan hingga hari kiamat, maka barangsiapa mengikatnya sebagai persiapan di jalan Allah dan menginfakkannya dengan harapan untuk di jalan Allah, maka kenyangnya dan laparnya (kuda tersebut), dahaga dan tidaknya, kotoran dan air kencingnya adalah keberuntungan dalam timbangannya pada hari kiyamat. Namun barangsiapa yang mengikatnya karena riya’, pujian, kesenangan dan kesombongan, maka kenyang dan laparnya (kuda tersebut), haus dan tidaknya, kotoran dan kencingnya merupakan kerugian dalam timbangannya pada hari Kiyamat.”

Musnad Ahmad 26294

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي شَيْبَانَ عَنْ لَيْثٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ إِنِّي لَآخِذَةٌ بِزِمَامِ الْعَضْبَاءِ نَاقَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ الْمَائِدَةُ كُلُّهَا فَكَادَتْ مِنْ ثِقَلِهَا تَدُقُّ بِعَضُدِ النَّاقَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlr] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] -yakni Syaiban- dari [Laits] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Asma’ binti Yazid] dia berkata, “Sungguh aku mengambil tali kekang ‘Adlba’, unta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika turun kepada beliau surat Al Maidah seluruhnya, maka karena beratnya seakan-akan lengan unta tersebut hampir patah.”

Musnad Ahmad 26295

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ وَحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَا ثَنَا شَيْبَانُ عَنْ لَيْثٍ عَنْ شَهْرٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَرَابٍ فَدَارَ عَلَى الْقَوْمِ وَفِيهِمْ رَجُلٌ صَائِمٌ فَلَمَّا بَلَغَهُ قَالَ لَهُ اشْرَبْ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ يُفْطِرُ وَيَصُومُ الدَّهْرَ فَقَالَ يَعْنِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَامَ مَنْ صَامَ الْأَبَدَ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Nadlr] dan [Hasan bin Musa] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Laits] dari [Syarh] dari [Asma’ binti Abdurrahman bin Yazid] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi minuman, lalu beliau gilirkan kepada orang-orang, ternyata di antara mereka ada yang berpuasa, ketika minuman tersebut sampai kepadanya, beliau bersabda: “Minumlah.” Lalu dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia tidak pernah berbuka dan sedang berpuasa Dahr (sepanjang hari).” Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada puasa bagi orang yang puasa terus-menerus.”

Musnad Ahmad 26296

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَنْ هِشَامٍ وَعَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ ثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ مَحْمُودِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ يَزِيدَ حَدَّثَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ تَحَلَّتْ قِلَادَةً مِنْ ذَهَبٍ جُعِلَ فِي عُنُقِهَا مِثْلُهَا مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ جَعَلَتْ فِي أُذُنِهَا خُرْصَةً مِنْ ذَهَبٍ جُعِلَ فِي أُذُنِهَا مِثْلُهَا مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ فِي حَدِيثِهِ قَالَ ثَنَا مَحْمُودُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ جَعَلَتْ فِي أُذُنِهَا خُرْصًا جُعِلَ فِي أُذُنِهَا مِثْلُهُ مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu ‘Amir] dari [Hisyam] dan dari jalur lain [Abdus Shammad] berkata, telah menceritakan kepada kami Abdus Shmmad dari [Yahya] dari [Mahmud bin ‘Amru] bahwa [Asma’ binti Yazid] telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “wanita mana saja yang berhias dengan kalung dari emas, maka pada hari Qiyamat kelak akan dikalungkan kepadanya kalung dari api neraka. Dan wanita mana saja yang menjadikan perhiasan dari emas di telinganya, maka pada hari Qiyamat akan diletakkan di telinganya anting dari api neraka.” Abdus Shamad berkata, di dalam hadisnya dia berkata, Mahmud bin Amr telah bercerita kepada kami bahwa “wanita mana saja yang meletakkan perhiasan dari emas di telinganya maka pada hari Qiyamat akan diletakkan di telinganya anting dari api neraka.”

Musnad Ahmad 26281

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ أَبِي حُسَيْنٍ سَمِعَ شَهْرًا يَقُولُ سَمِعْتُ أَسْمَاءَ بِنْتَ يَزِيدَ إِحْدَى نِسَاءِ بَنِي عَبْدِ الْأَشْهَلِ تَقُولُ مَرَّ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي نِسْوَةٍ فَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَقَالَ إِيَّاكُنَّ وَكُفْرَ الْمُنَعَّمِينَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا كُفْرُ الْمُنَعَّمِينَ قَالَ لَعَلَّ إِحْدَاكُنَّ أَنْ تَطُولَ أَيْمَتُهَا بَيْنَ أَبَوَيْهَا وَتَعْنُسَ فَيَرْزُقَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ زَوْجًا وَيَرْزُقَهَا مِنْهُ مَالًا وَوَلَدًا فَتَغْضَبَ الْغَضْبَةَ فَرَاحَتْ تَقُولُ مَا رَأَيْتُ مِنْهُ يَوْمًا خَيْرًا قَطُّ وَقَالَ مَرَّةً خَيْرًا قَطُّ

Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Husain] dia mendengar [Syahr] berkata, aku mendengar dari [Asma’ binti Yazid] salah seorang isteri bani Abdul Asyhal, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati kami yang sedang berkumpul bersama para wanita, kemudian beliau memberikan salam kepada kami seraya bersabda: “Jauhilah oleh kalian kufrul Muna’amin, ” Maka kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu kufrul Muna’amin?” beliau menjawab: “Mungkin salah seorang di antara kalian mengundur-undur masa perawannya di antara kedua orang tuanya, kemudian Allah memberinya seorang suami dan Allah beri rezeki berupa harta dan anak. Kemudian ia marah dan pergi sambil berkata, ‘Sungguh, sehari punaku tidak pernah melihatnya berbuat baik sama sekali.” Dan sekali waktu ia menyebutkan, “Kebaikan sama sekali.”

Musnad Ahmad 26297

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَفْصٌ السَّرَّاجُ قَالَ سَمِعْتُ شَهْرَ بْنَ حَوْشَبٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ أَنَّهَا كَانَتْ تَحْضُرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ النِّسَاءِ فَأَبْصَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةً عَلَيْهَا سِوَارَانِ مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ لَهَا أَيَسُرُّكِ أَنْ يُسَوِّرَكِ اللَّهُ سِوَارَيْنِ مِنْ نَارٍ قَالَتْ فَأَخْرَجَتْهُ قَالَتْ أَسْمَاءُ فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي أَهِيَ نَزَعَتْهُ أَمْ أَنَا نَزَعْتُهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shmmad] telah menceritakan kepada kami [Hafsh As Sarraj] dia berkata, aku mendengar [Syahr bin Hauyab] menceritakan dari [Asma’ binti Abdurrahman bin Yazid], bahwa dia dan beberapa wanita lainnya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu melihat seorang wanita yang memakai gelang dari emas, maka beliau bersabda kepadanya: “Apakah kamu mau jika Allah pakaikan gelang dari api?” Asma’ berkata, “Lalu wanita tersebut melepasnya.” Asma’ melanjutkan, “Aku tidak ingat apakah waktu itu aku yang melepasnya ataukah dia sendiri yang melepasnya.”