Skip to main content

Musnad Ahmad 25736

حَدَّثَنَا يَعْمَرُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنِ ابْنِ يَزِيدَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ مَوْلَى أَسْمَاءَ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ تَقُولُ عِنْدِي لِلزُّبَيْرِ سَاعِدَانِ مِنْ دِيبَاجٍ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَاهُمَا إِيَّاهُ يُقَاتِلُ فِيهِمَا

Telah menceritakan kepada kami [Ya’mar] telah menceritakan kepada kami [Abdullah] -yakni Ibnu Mubarak- berkata telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi’ah] dari [Ibnu Yazid] dia berkata, aku mendengar [Abdullah] bekas budak Asma’, dia berkata, ” [Asma’ binti Abu Bakar] berkata, “Aku memiliki untuk Zubair dua baju zirah dari Dibaj (sejenis sutra) yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikan khusus untuknya, agar dia menggunakannya untuk berperang.”

Musnad Ahmad 25721

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ يَزِيدَ الْقَطَّانُ بَصْرِيٌّ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّهِ عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي زَوَّجْتُ ابْنَتِي فَمَرِضَتْ فَتَمَرَّطَ رَأْسُهَا وَإِنَّ زَوْجَهَا قَدْ اخْتَلَفَ إِلَيَّ أَفَأَصِلُ رَأْسَهَا قَالَتْ فَسَبَّ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [Imran bin Yazid Al Qatthan Bashri] dari [Manshur bin ‘Abdurrahman] dari [ibunya] dari [Asma’] bahwa seorang wanita datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Sungguh, aku ingin menikahkan puteriku, namun dia terkena penyakit sehingga rambutnya pada rontok, sedangkan (calon) suaminya menyerahkan urusannya kepadaku, apakah aku boleh menyambung rambutnya?” Asma’ berkata, “Maka beliau mencela orang yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya.”

Musnad Ahmad 25737

حَدَّثَنَا حُجَيْنُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي سَلَمَةَ الْمَاجِشُونَ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ الْمُنْكَدِرِ قَالَ كَانَتْ أَسْمَاءُ تُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قَالَ إِذَا دَخَلَ الْإِنْسَانُ قَبْرَهُ فَإِنْ كَانَ مُؤْمِنًا أَحَفَّ بِهِ عَمَلُهُ الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ قَالَ فَيَأْتِيهِ الْمَلَكُ مِنْ نَحْوِ الصَّلَاةِ فَتَرُدُّهُ وَمِنْ نَحْوِ الصِّيَامِ فَيَرُدُّهُ قَالَ فَيُنَادِيهِ اجْلِسْ قَالَ فَيَجْلِسُ فَيَقُولُ لَهُ مَاذَا تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ مُحَمَّدٌ قَالَ أَنَا أَشْهَدُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ وَمَا يُدْرِيكَ أَدْرَكْتَهُ أَشْهَدُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ يَقُولُ عَلَى ذَلِكَ عِشْتَ وَعَلَيْهِ مِتَّ وَعَلَيْهِ تُبْعَثُ قَالَ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا أَوْ كَافِرًا قَالَ جَاءَ الْمَلَكُ وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ شَيْءٌ يَرُدُّهُ قَالَ فَأَجْلَسَهُ قَالَ يَقُولُ اجْلِسْ مَاذَا تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ قَالَ أَيُّ رَجُلٍ قَالَ مُحَمَّدٌ قَالَ يَقُولُ وَاللَّهِ مَا أَدْرِي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُهُ قَالَ فَيَقُولُ لَهُ الْمَلَكُ عَلَى ذَلِكَ عِشْتَ وَعَلَيْهِ مِتَّ وَعَلَيْهِ تُبْعَثُ قَالَ وَتُسَلَّطُ عَلَيْهِ دَابَّةٌ فِي قَبْرِهِ مَعَهَا سَوْطٌ تَمْرَتُهُ جَمْرَةٌ مِثْلُ غَرْبِ الْبَعِيرِ تَضْرِبُهُ مَا شَاءَ اللَّهُ صَمَّاءُ لَا تَسْمَعُ صَوْتَهُ فَتَرْحَمَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Hujain bin Mutsanna] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul ‘Aziz] -yakni Ibnu Abu Salamah Al Majisyun- dari [Muhammad] -yakni Ibnu Munkadir- dia berkata, ” [Asma’] berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika seseorang masuk ke dalam kuburnya, bila ia seorang mukmin maka amalan shalat dan puasanya akan mengelilinginya, datanglah kepadanya malaikat dari sisi shalatnya lalu ia (amalan shalat) menolaknya, dan dari sisi puasanya, iapun menolaknya.” Beliau bersabda: “Kemudian dia (Malaikat) menyerunya, ‘Duduklah’.” Beliau melanjutkan: “Maka ia pun duduk, lalu dikatakan kepadanya, ‘Apa yang kamu ketahui akan orang ini, yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? ‘ orang itu balik bertanya, “Siapa?” Malaikat menjawab, “Muhammad.” Orang itu menjawab, “Aku bersaksi bahwa beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam’.” Beliau melanjutkan: “Dia berkata, ‘apa yang kamu ketahui maka kamu telah mengetahuinya, aku bersaksi bahwa dia adalah Rasulullah’.” Beliau melanjutkan: “Dia mengatakan ‘atas itulah kamu hidup, mati dan dibangkitkan kembali’.” Beliau bersabda: “Adapun jika yang berbuat dosa atau orang kafir, maka datanglah malaikat kepadanya, sementara antara dia dengan Malaikat tidka ada yang membelanya.” Beliau melanjutkan: “Lalu melaikat mendudukkannya seraya berkata, “Apa yang kamu katakan tentang laki-laki ini (Muhammad)?” ia menjawab, “Orang yang mana?” Malaikat menjawab, “Muhammad.” Ia lalu berkata, “Demi Allah aku tidak tahu, orang-orang mengatakan sesuatu lalu aku mengikutinya.” Beliau bersabda: “Lalu malaikat berkata kepadanya atas itulah kamu hidup, mati lalu dibangkitkan kembali.” Beliau bersabda: “Kemudian dimasukkan ke dalam kuburnya hewan yang membawa cambuk yang ujungnya bara api seperti mata sapi yang bengkak, ia memukulnya seperti yang diperintahkan Allah dengan pukulan yang tidak ada yang bisa mendengar suaranya karena rahmat-Nya.”

Musnad Ahmad 25706

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ يَعْنِي ابْنَ يَزِيدَ الْعَطَّارِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ لَا شَيْءَ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Aban] -yakni Ibnu Yazid Al Athar- dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu salamah] dari [‘Urwah bin Zubair] dari [Asma’ binti Abu Bakar] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada sesuatupun yang lebih malu daripada Allah Azza Wa Jalla.”

Musnad Ahmad 25707

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ أَبِي عُمَرَ مَوْلَى أَسْمَاءَ قَالَ أَخْرَجَتْ إِلَيْنَا أَسْمَاءُ جُبَّةً مَزْرُورَةً بِالدِّيبَاجِ فَقَالَتْ فِي هَذِهِ كَانَ يَلْقَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَدُوَّ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] dari [Hajjaj] dari [Abu Umar] bekas budak Asma’, dia berkata, ” [Asma’] keluar menemui kami dengan membawa jubah yang diselubungi dengan kain sutera, kemudian dia berkata, “Dengan inilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertemu dengan musuhnya.”

Musnad Ahmad 25708

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ مَوْلًى لِأَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ مِنْ طَيَالِسَةٍ لَبِنَتُهَا دِيبَاجٌ كِسْرَوَانِيٌّ

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik] dari [Atha’] dari [Bekas budak milik Asma’ binti Abu Bakar] dari [Asma’ binti Abu Bakar] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai sebuah jubah dari kain yang tebal, di atasnya ada semacam kerudung dari kain menyerupai sutera Kisrawani.”

Musnad Ahmad 25709

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُسْلِمٍ الْقُرِّيِّ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ مُتْعَةِ الْحَجِّ فَرَخَّصَ فِيهَا وَكَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَنْهَى عَنْهَا فَقَالَ هَذِهِ أُمُّ ابْنِ الزُّبَيْرِ تُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِيهَا فَادْخُلُوا عَلَيْهَا فَاسْأَلُوهَا قَالَ فَدَخَلْنَا عَلَيْهَا فَإِذَا امْرَأَةٌ ضَخْمَةٌ عَمْيَاءُ فَقَالَتْ قَدْ رَخَّصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا

Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Muslim Al Qurri] berkata, “Aku bertanya kepada [Ibnu Abbas] tentang nikah mut’ah pada waktu haji yang kemudian dia memberi keringanan di dalamnya, sedangkan Ibnu Zubair melarangnya. Ibnu Abbas menjawab, ” [Ibunya Ibnu Zubair] menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi keringanan di dalamnya, maka temuilah dia dan tanyakan padanya.” Maka mereka pun bertanya kepadanya.” Ibnu Abbas berkata, “Kami lalu masuk menenuinya, ternyata ia adalah seorang wanita besar badannya dan buta, lalu dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi keringanan di dalamnya.”

Musnad Ahmad 25710

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُسْلِمٍ أَخُو الزُّهْرِيِّ عَنْ مَوْلَى لِأَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَ مِنْكُنَّ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا تَرْفَعْ رَأْسَهَا حَتَّى نَرْفَعَ رُءُوسَنَا كَرَاهَةَ أَنْ يَرَيْنَ عَوْرَاتِ الرِّجَالِ لِصِغَرِ أُزُرِهِمْ وَكَانُوا إِذْ ذَاكَ يَأْتَزِرُونَ بِهَذِهِ النَّمِرَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma’mar] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Abdullah bin Muslim] saudara laki-lakinya Az Zuhri, dari [bekas budaknya Asma’ binti Abu Bakar] dari [Asma’] dia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa di antara kalian yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah ia mengangkat kepalanya hingga kami mengangkat kepala kami.” Hal itu supaya kami tidak melihat aurat laki-laki karena kecilnya sarung mereka (laki-laki), ketika itu mereka memakai sarung dengan kain wool ini.”

Musnad Ahmad 25711

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا رَبَاحٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ بَعْضِهِمْ عَنْ مَوْلَى لِأَسْمَاءَ عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ الْمُسْلِمُونَ ذَوِي حَاجَةٍ يَأْتَزِرُونَ بِهَذِهِ النَّمِرَةِ فَكَانَتْ إِنَّمَا تَبْلُغُ أَنْصَافَ سُوقِهِمْ أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يَعْنِي النِّسَاءَ فَلَا تَرْفَعْ رَأْسَهَا حَتَّى نَرْفَعَ رُءُوسَنَا كَرَاهِيَةَ أَنْ تَنْظُرَ إِلَى عَوْرَاتِ الرِّجَالِ مِنْ صِغَرِ أُزُرِهِمْ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُسْلِمِ بْنِ شِهَابٍ أَخِي الزُّهْرِيِّ عَنْ مَوْلًى لِأَسْمَاءَ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ مِنْكُنَّ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Khalid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Rabah] dari [Ma’mar] dari [Az Zuhri] dari [sebagian mereka], dari [bekas budaknya Asma’] dari [Asma’] bahwa dia berkata, “Kaum Muslimin mempunyai hajat, mereka memakai kain sarung dengan kain wool ini, dan hanyasanya (kain sarung mereka) hanya sebatas betis mereka atau semisalnya, kemudian aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (kepada kaum wanita): ‘Barangsiapa beriman dengan Allah dan hari akhir -yakni para wanita-, maka janganlah mengangkat kepadalanya sehingga kami mengangkat kepala kami.’ Beliau ucapkan ituy karena kawatir mereka (kaum wanita) melihat auratnya laki-laki, disebabkan sarung mereka yang kecil.” Telah menceritakan kepada kami [Abu Al A’la] dari [Ma’mar] dari [Abdullah bin Muslim bin Syihab] saudara laki-lakinya Az Zuhri, dari [bekas budaknya Asma’] dari [Asma’ binti Abu Bakar] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa dari kalian (para wanita) beriman kepada Allah dan hari akhir….kemudian dia menyebutkan hadis tersebut.”

Musnad Ahmad 25712

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنِي النُّعْمَانُ بْنُ رَاشِدٍ عَنِ ابْنِ أَخِي الزُّهْرِيِّ عَنْ مَوْلًى لِأَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا تَرْفَعْ رَأْسَهَا حَتَّى يَرْفَعَ الرِّجَالُ رُءُوسَهُمْ قَالَتْ وَذَلِكَ أَنَّ أُزُرَهُمْ كَانَتْ قَصِيرَةً مَخَافَةَ أَنْ تَنْكَشِفَ عَوْرَاتُهُمْ إِذَا سَجَدُوا

Telah menceritakan kepada kami [Affan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] berkata, telah menceritakan kepadaku [An Nu’man bin Rasyid] dari [Akhi Az Zuhri] dari [bekas budaknya Asma’ binti Abu Bakar] dari [Asma’] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai kaum wanita, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah mengangkat kepalanya sehingga kaum laki-laki mengangkat kepala mereka.” Asma’ berkata, “Yang demikian itu karena sarung mereka sangat pendek sehingga dikawatirkan aurat mereka akan tersingkap sewaktu sujud.”