Skip to main content

Musnad Ahmad 25750

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا أَنْفِقِي أَوْ انْضَحِي وَلَا تُحْصِي فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ أَوْ لَا تُوعِي فَيُوعِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Hisyam] dari [Fatimah binti Al Mundzir] dari [Asma’] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Berinfaklah atau bersedekahlah dan janganlah kamu menahan sebagian hartamu (tidak mau berinfak), atau Allah akan menyempitkan rizqimu. Dan janganlah kamu bakhil atau Allah akan bakhil terhadapmu.”

Musnad Ahmad 25751

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ وَكَانَتْ مُحْصِيَةً وَعَنِ عَبَّادِ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا أَنْفِقِي أَوْ انْضَخِي أَوْ انْفَحِي هَكَذَا وَهَكَذَا وَلَا تُوعِي فَيُوعِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَلَا تُحْصِي فَيُحْصِي اللَّهُ عَلَيْكِ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin ‘Urwah] dari [Fatimah binti Mundzir] dari [Asma’ binti Abu Bakr] dan dia baru menghitung-hitung sesuatu, dan dari [‘Abbad bin Hamzah] dari [Asma’] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Berinfaklah kamu atau bersedekahlah dengan sesuatu yang sedikit atau banyak, seperti ini dan seperti ini, dan janganlah kamu menahan sebagian hartamu (tidak mau berinfak), atau Allah akan menyempitkan rizqimu. Dan janganlah kamu bakhil atau Allah akan bakil terhadapmu.”

Musnad Ahmad 25752

حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ خَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعْتُ رَجَّةَ النَّاسِ وَهُمْ يَقُولُونَ آيَةٌ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي فَازِعٍ فَخَرَجْتُ مُتَلَفِّعَةً بِقَطِيفَةٍ لِلزُّبَيْرِ حَتَّى دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يُصَلِّي لِلنَّاسِ فَقُلْتُ لِعَائِشَةَ مَا لِلنَّاسِ فَأَشَارَتْ بِيَدِهَا إِلَى السَّمَاءِ قَالَتْ فَصَلَّيْتُ مَعَهُمْ وَقَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَغَ مِنْ سَجْدَتِهِ الْأُولَى قَالَتْ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِيَامًا طَوِيلًا حَتَّى رَأَيْتُ بَعْضَ مَنْ يُصَلِّي يَنْتَضِحُ بِالْمَاءِ ثُمَّ رَكَعَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا ثُمَّ قَامَ وَلَمْ يَسْجُدْ قِيَاما طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ رُكُوعِهِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ سَلَّمَ وَقَدْ تَجَلَّتْ الشَّمْسُ ثُمَّ رَقِيَ الْمِنْبَرَ ثُمَّ قَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلَاةِ وَإِلَى الصَّدَقَةِ وَإِلَى ذِكْرِ اللَّهِ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ شَيْءٌ لَمْ أَكُنْ رَأَيْتُهُ إِلَّا وَقَدْ رَأَيْتُهُ فِي مَقَامِي هَذَا وَقَدْ أُرِيتُكُمْ تُفْتَنُونَ فِي قُبُورِكُمْ يُسْأَلُ أَحَدُكُمْ مَا كُنْتَ تَقُولُ وَمَا كُنْتَ تَعْبُدُ فَإِنْ قَالَ لَا أَدْرِي رَأَيْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُهُ وَيَصْنَعُونَ شَيْئًا فَصَنَعْتُهُ قِيلَ لَهُ أَجَلْ عَلَى الشَّكِّ عِشْتَ وَعَلَيْهِ مِتَّ هَذَا مَقْعَدُكَ مِنْ النَّارِ وَإِنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قِيلَ عَلَى الْيَقِينِ عِشْتَ قَالَ مِتَّ هَذَا مَقْعَدُكَ مِنْ الْجَنَّةِ وَقَدْ رَأَيْتُ خَمْسِينَ أَوْ سَبْعِينَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ فِي مِثْلِ صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنْهُمْ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ لَنْ تَسْأَلُونِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أَنْزِلَ إِلَّا أَخْبَرْتُكُمْ بِهِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ مَنْ أَبِي قَالَ أَبُوكَ فُلَانٌ الَّذِي كَانَ يُنْسَبُ إِلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Suraij bin Nu’man] telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Muhammad bin Abbad bin Abdullah bin Zubair] dari [Asma’ binti Abu Bakar] dia berkata, “Telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka aku mendengar gaduhnya suara manusia, mereka mengatakan ayat (tanda jika terjadi sesuatu), dan kami saat itu dalam keadaan guncang (gundah). Kemudian aku keluar berbalutkan jubahnya Zubair dan aku pun masuk menemui ‘Aisyah sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri menegakkan shalat bersama manusia, aku lantas bertanya kepada ‘Aisyah, ‘Apa yang terjadi dengan manusia? ‘ Maka dia mengisyaratkan dengan tangannya ke langit.” Asma’ berkata, “Maka aku ikut shalat bersama mereka, namun sujudnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang pertama telah selesai. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan memanjangkan berdirinya sehingga aku melihat orang yang shalat mencucurkan keringat, lalu beliau rukuk dengan rukuk yang panjang, kemudian beliau berdiri tanpa sujud (dahulu) dan memanjangkan berdirinya, namun tidak seperti berdiri yang pertama. Lalu beliau rukuk dengan memanjangkan rukuknya, namun tidak seperti rukuk yang pertama, kemudian beliau sujud lalu salam. Sungguh, matahari telah nampak, kamudian beliau naik mimbar dan bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya matahari dan bulan ialah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihat kejadian itu, maka bersegeralah melaksanakan shalat, bersedekah dan berdzikir kepada Allah. Wahai sekalian manusia, sungguh sesuatu yang beluam pernah aku lihat, sekarang aku dapat melihatnya di tempatku ini. Dan aku telah mengabarkan kepada kalian, diperlihatkan kepadaku bahwa kalian akan diuji dalam kubur kalian, salah seorang dari kalian akan ditanya, ‘apa yang kamu katakan dan apa yang kamu sembah? ‘ Jika ia mengatakan ‘aku tidak tahu, aku melihat manusia mengatakan sesuatu maka aku pun ikut mengatakannya, mereka berbuat sesuatu, maka aku pun mengikutinya’, dikatakan kepadanya, bagus…atas itulah kamu hidup dan atas itu pula kamu mati, ini adalah tempat dudukmu dari api neraka. Dan jika ia mengatakan ‘aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah’, dikatakan atas keyakinan ini kamu hidup berkata (dan) mati, ini adalah tempat dudukmu di surga. Sungguh aku telah melihat lima puluh atau tujuh puluh ribu (orang) masuk surga seolah-olah seperti bulan waktu malam purnama.” Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri kepadanya dan berkata, “Berdo’alah kepada Allah semoga Dia menjadikanku termasuk dari mereka?” Beliau bersabda: “Ya Allah, jadikanlah dia termasuk dari mereka. Wahai sekalian manusia, sungguh, tidaklah kalian bertanya kepadaku tentang sesuatu kecuali aku akan menjawabnya sebelum aku turun dari mimbarku.” Maka seorang laki-laki berkata, “Siapakah bapakku? Beliau menjawab: “Bapakmu adalah fulan yang telah dinasabkan kepadanya.”

Musnad Ahmad 25721

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ يَزِيدَ الْقَطَّانُ بَصْرِيٌّ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّهِ عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي زَوَّجْتُ ابْنَتِي فَمَرِضَتْ فَتَمَرَّطَ رَأْسُهَا وَإِنَّ زَوْجَهَا قَدْ اخْتَلَفَ إِلَيَّ أَفَأَصِلُ رَأْسَهَا قَالَتْ فَسَبَّ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [Imran bin Yazid Al Qatthan Bashri] dari [Manshur bin ‘Abdurrahman] dari [ibunya] dari [Asma’] bahwa seorang wanita datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Sungguh, aku ingin menikahkan puteriku, namun dia terkena penyakit sehingga rambutnya pada rontok, sedangkan (calon) suaminya menyerahkan urusannya kepadaku, apakah aku boleh menyambung rambutnya?” Asma’ berkata, “Maka beliau mencela orang yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya.”

Musnad Ahmad 25737

حَدَّثَنَا حُجَيْنُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي سَلَمَةَ الْمَاجِشُونَ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ الْمُنْكَدِرِ قَالَ كَانَتْ أَسْمَاءُ تُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قَالَ إِذَا دَخَلَ الْإِنْسَانُ قَبْرَهُ فَإِنْ كَانَ مُؤْمِنًا أَحَفَّ بِهِ عَمَلُهُ الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ قَالَ فَيَأْتِيهِ الْمَلَكُ مِنْ نَحْوِ الصَّلَاةِ فَتَرُدُّهُ وَمِنْ نَحْوِ الصِّيَامِ فَيَرُدُّهُ قَالَ فَيُنَادِيهِ اجْلِسْ قَالَ فَيَجْلِسُ فَيَقُولُ لَهُ مَاذَا تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ مُحَمَّدٌ قَالَ أَنَا أَشْهَدُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ وَمَا يُدْرِيكَ أَدْرَكْتَهُ أَشْهَدُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ يَقُولُ عَلَى ذَلِكَ عِشْتَ وَعَلَيْهِ مِتَّ وَعَلَيْهِ تُبْعَثُ قَالَ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا أَوْ كَافِرًا قَالَ جَاءَ الْمَلَكُ وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ شَيْءٌ يَرُدُّهُ قَالَ فَأَجْلَسَهُ قَالَ يَقُولُ اجْلِسْ مَاذَا تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ قَالَ أَيُّ رَجُلٍ قَالَ مُحَمَّدٌ قَالَ يَقُولُ وَاللَّهِ مَا أَدْرِي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُهُ قَالَ فَيَقُولُ لَهُ الْمَلَكُ عَلَى ذَلِكَ عِشْتَ وَعَلَيْهِ مِتَّ وَعَلَيْهِ تُبْعَثُ قَالَ وَتُسَلَّطُ عَلَيْهِ دَابَّةٌ فِي قَبْرِهِ مَعَهَا سَوْطٌ تَمْرَتُهُ جَمْرَةٌ مِثْلُ غَرْبِ الْبَعِيرِ تَضْرِبُهُ مَا شَاءَ اللَّهُ صَمَّاءُ لَا تَسْمَعُ صَوْتَهُ فَتَرْحَمَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Hujain bin Mutsanna] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul ‘Aziz] -yakni Ibnu Abu Salamah Al Majisyun- dari [Muhammad] -yakni Ibnu Munkadir- dia berkata, ” [Asma’] berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika seseorang masuk ke dalam kuburnya, bila ia seorang mukmin maka amalan shalat dan puasanya akan mengelilinginya, datanglah kepadanya malaikat dari sisi shalatnya lalu ia (amalan shalat) menolaknya, dan dari sisi puasanya, iapun menolaknya.” Beliau bersabda: “Kemudian dia (Malaikat) menyerunya, ‘Duduklah’.” Beliau melanjutkan: “Maka ia pun duduk, lalu dikatakan kepadanya, ‘Apa yang kamu ketahui akan orang ini, yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? ‘ orang itu balik bertanya, “Siapa?” Malaikat menjawab, “Muhammad.” Orang itu menjawab, “Aku bersaksi bahwa beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam’.” Beliau melanjutkan: “Dia berkata, ‘apa yang kamu ketahui maka kamu telah mengetahuinya, aku bersaksi bahwa dia adalah Rasulullah’.” Beliau melanjutkan: “Dia mengatakan ‘atas itulah kamu hidup, mati dan dibangkitkan kembali’.” Beliau bersabda: “Adapun jika yang berbuat dosa atau orang kafir, maka datanglah malaikat kepadanya, sementara antara dia dengan Malaikat tidka ada yang membelanya.” Beliau melanjutkan: “Lalu melaikat mendudukkannya seraya berkata, “Apa yang kamu katakan tentang laki-laki ini (Muhammad)?” ia menjawab, “Orang yang mana?” Malaikat menjawab, “Muhammad.” Ia lalu berkata, “Demi Allah aku tidak tahu, orang-orang mengatakan sesuatu lalu aku mengikutinya.” Beliau bersabda: “Lalu malaikat berkata kepadanya atas itulah kamu hidup, mati lalu dibangkitkan kembali.” Beliau bersabda: “Kemudian dimasukkan ke dalam kuburnya hewan yang membawa cambuk yang ujungnya bara api seperti mata sapi yang bengkak, ia memukulnya seperti yang diperintahkan Allah dengan pukulan yang tidak ada yang bisa mendengar suaranya karena rahmat-Nya.”

Musnad Ahmad 25722

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ أُمِّهِ عَنِ أَسْمَاءَ قَالَتْ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُهِلِّينَ بِالْحَجِّ فَقَالَتْ فَقَالَ لَنَا مَنْ كَانَ مَعَهُ هَدْيٌ فَلْيَقُمْ عَلَى إِحْرَامِهِ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ هَدْيٌ فَلْيَحْلِلْ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [‘Imran bin Yazid] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Ibunya] dari [Asma’] dia berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berniat untuk melaksanakan haji.” Asma berkata, “Beliau bersabda: “Barangsiapa memiliki hadyu (kewajiban menyembelih kambing) maka hendaknya ia tetap dalam ihramnya, dan barangsiapa tidak memiliki hadyu hendaknya ia bertahallul.”

Musnad Ahmad 25738

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي فَاطِمَةُ عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي ضَرَّةً فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ إِنْ تَشَبَّعْتُ مِنْ زَوْجِي بِغَيْرِ الَّذِي يُعْطِينِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَهُ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id] dari [Hisyam] berkata, telah menceritakan kepadaku [Fatimah] dari [Asma’], bahwa seorang wanita berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku dalam keadaan terpaksa (susah), apakah aku berdosa jika aku mencari kecukupan dari harta suamiku yang tidak pernah dia berikan kepadaku?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang mencari kecukupan dengan apa yang belum pernah diberikan kepadanya seperti seorang yang mengenakan pakaian kebohongan.”

Musnad Ahmad 25723

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ قَالَ سَمِعْتُ عُبَادَةَ بْنَ الْمُهَاجِرِ يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ الْعَبَّاسِ يَقُولُ لِابْنِ الزُّبَيْرِ أَلَا تَسْأَلُ أُمَّكَ قَالَ فَدَخَلْنَا عَلَى أُمِّهِ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ فَقَالَتْ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِذِي الْحُلَيْفَةِ قَالَ مَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ أَنْ يُهِلَّ بِالْحَجِّ فَلْيُهِلَّ وَمَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ أَنْ يُهِلَّ بِعُمْرَةٍ فَلْيُهِلَّ قَالَتْ أَسْمَاءُ وَكُنْتُ أَنَا وَعَائِشَةُ وَالْمِقْدَادُ وَالزُّبَيْرُ مِمَّنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi’ah] dari [Abu Al Aswad] berkata, aku mendengar [Ubadah bin Al Muhajir] berkata, “Aku mendengar Ibnu Abbas berkata kepada Ibnu Zubair, ‘Apakah kamu tidak bertanya kepada ibumu? ‘ Ibnu Abbas berkata, “Kemudian kami menemui ibunya, [Asma’ binti Abu Bakar], dia berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga waktu kami sampai daerah Dzul Khulaifah, beliau bersabda: “Barangsiapa di antara kalian hendak membaca talbiah untuk haji silahkan saja, dan barangsiapa di antara kalian hendak membaca talbiah untuk umrah, maka silahkan saja.”

Musnad Ahmad 25739

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي فَاطِمَةُ بِنْتُ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ أَكَلْنَا فَرَسًا لَنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id] dari [Hisyam] berkata, telah menceritakan kepadaku [Fatimah binti Al Mundzir] dari [Asma’] dia berkata, “Kami memakan daging kuda yang kami miliki pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Musnad Ahmad 25724

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا نَافِعٌ يَعْنِي ابْنَ عُمَرَ عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْكُسُوفِ قَالَتْ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ قَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ رَفَعَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ ثُمَّ رَفَعَ ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ ثُمَّ قَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ رَفَعَ فَأَطَالَ الْقَيَّامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ رَفَعَ ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ ثُمَّ رَفَعَ ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ ثُمَّ انْصَرَفَ فَقَالَ دَنَتْ مِنِّي الْجَنَّةُ حَتَّى لَوْ اجْتَرَأْتُ لَجِئْتُكُمْ بِقِطَافٍ مِنْ قِطَافِهَا وَدَنَتْ مِنِّي النَّارُ حَتَّى قُلْتُ يَا رَبُّ وَأَنَا مَعَهُمْ وَإِذَا امْرَأَةٌ قَالَ نَافِعٌ حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ تَخْدِشُهَا هِرَّةٌ قُلْتُ مَا شَأْنُ هَذِهِ قِيلَ لِي حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خِشَاشِ الْأَرْضِ

Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Daud] berkata, telah menceritakan kepada kami [Nafi’] -yakni Ibnu Umar- dari [Ibnu Abu Mulaikah] dari [Asma’ binti Abu Bakar] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat kusuf (gerhana matahari).” Asma melanjutkan, “Beliau lalu memanjangkan berdirinya lalu rukuk, beliau lalu memanjangkan rukuk dan berdiri lagi. Beliau lalu memanjangkan berdirinya lalu rukuk, lalu beliau memanjangkan rukuknya lalu berdiri. Beliau kemudian memanjangkan berdirinya lalu sujud dan memanjangkan sujudnya, lalu mengangkat (kepalanya/duduk di antara dua sujud) lalu sujud dan memanjangkan sujudnya, kemudian beliau berdiri dan memanjangkan berdirinya, lalu rukuk dan memanjangkan rukuknya, kemudian berdiri dan memanjangkan berdirinya, lalu rukuk dan memanjangkan rukuknya, lalu bediri kemudian beliau sujud dan memanjangkan sujudnya, kemudian mengangkat (kepalanya/duduk) lalu sujud dan memanjangkan sujudnya. Setelah itu beliau berbalik dan bersabda: “Surga telah memanggilku sehingga kalau sekiranya aku diizinkan, maka aku akan mendatangkan buat kalian buah dari buah-buahannya. Kemudian Neraka memanggil-manggilku, maka aku berkata, ‘Ya Rabbku, dan aku bersama mereka, ternyata ada seorang wanita -Nafi’ berkata; menurutku beliau mengatakan- wanita yang dicakar-cakar oleh kucing, aku lalu bertanya: “Kenapa dengan wanita ini?” lalu dikatakan kepadaku, “Wanita itu telah mengurungnya hingga mati, dia tidak memberinya makan dan juga tidak melepasnya hingga dapat memakan hewan bumi.”