Skip to main content

Musnad Ahmad 26354

حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ مُبَارَكٍ عَنْ يُونُسَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ أَعْطَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ حُنَيْنٍ وَإِنَّهُ لَأَبْغَضُ النَّاسِ إِلَيَّ فَمَا زَالَ يُعْطِينِي حَتَّى صَارَ وَإِنَّهُ لَأَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّ

Telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin Adi] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Mubarak] dari [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [Sa’id bin Al Musayyab] dari [Shafwan bin Umayyah] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku sesuatu pada waktu perang Hunain, padahal dia adalah orang yang paling aku benci. Dan beliau terus saja memberiku sesuatu sehingga dia menjadi sosok manusia yang paling aku cintai.”

Musnad Ahmad 26355

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ ثَنَا سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ مُرَقَّعٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ أَنَّ رَجُلًا سَرَقَ بُرْدَهُ فَرَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ بِقَطْعِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ تَجَاوَزْتُ عَنْهُ قَالَ فَلَوْلَا كَانَ هَذَا قَبْلَ أَنْ تَأْتِيَنِي بِهِ يَا أَبَا وَهْبٍ فَقَطَعَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sa’id] -yakni Ibnu Abu Arubah- dari [Qatadah] dari [Atha’] dari [Thariq bin Muraqqa’] dari [Shafwan bin Umayyah], bahwa seorang laki-laki telah mencuri kainnya, maka pencuri itu pun dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau kemudian menyuruh untuk memotong tangannya, maka Shafwan pun berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah berlebihan terhadapnya.” Beliau bersabda: “Wahai Abu Wahb, sekiranya hal ini terjadi sebelum kamu membawanya kehadapanku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap memotong tangannya.”

Musnad Ahmad 26356

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ ثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ ثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ أَنَّهُ قِيلَ لَهُ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ هَاجَرَ قَالَ فَقُلْتُ لَا أَدْخُلُ مَنْزِلِي حَتَّى آتِيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْأَلَهُ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا سَرَقَ خَمِيصَةً لِي لِرَجُلٍ مَعَهُ فَأَمَرَ بِقَطْعِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ وَهَبْتُهَا لَهُ قَالَ فَهَلَّا قَبْلَ أَنْ تَأْتِيَنِي بِهِ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يَقُولُونَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ هَاجَرَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا هِجْرَةَ بَعْدَ فَتْحِ مَكَّةَ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

Telah menceritakan kepada kami [Affan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Thawus] dari [ayahnya] dari [Shafwan bin Umayyah] bahwa dikatakan kepadanya, “Tidak akan masuk surga kecuali orang yang telah berhijrah.” Shafwan lalu berkata, “Maka aku pun berkata, “Aku tidak akan masuk ke rumah sebelum aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menanyakan kepada beliau.” Lalu aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya laki-laki ini telah mencuri selembar kainku.” Maka beliau memerintahkan untuk memotong tangan orang yang telah mencurinya, tetapi Shafwan justru berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah memberikan untuknya.” Beliau bersabda: “Kenapa itu tidak kamu lakukan sebelum kamu bawa dia kemari!” Shufwan berkata, “Lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang berkata, ‘Tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang telah berhijrah’? Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hijrah setelah penaklukan Makkah, yang ada adalah Jihad dan niat, akan tetapi jika kalian diseru untuk berperang maka berangkatlah.”

Musnad Ahmad 26325

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ الْقَدَّاحُ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ { لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ } وَيْحَكُمْ يَا قُرَيْشُ اعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَكُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَكُمْ مِنْ خَوْفٍ

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahr] telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Abu Ziyad Al Qaddah] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Asma’ binti Yazid] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau membaca: ‘(Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas) ‘ (Qs. Al Quraisy: 1-2), beliau bersabda: “Celakalah kalian wahai orang orang Quraisy, sembahlah Rabb pemilik rumah ini (ka’bah) yang telah memberikan makan kepada kalian dari lapar dan memberikan rasa aman kepada kalian dari rasa takut.”

Musnad Ahmad 26326

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ خُثَيْمٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَصْلُحُ الْكَذِبُ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ كَذِبِ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ لِيُرْضِيَهَا أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ أَوْ كَذِبٍ فِي الْحَرْبِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Utsman] -yakni Ibnu Haitsam- dari [Syahr bin Hausyab] dari [Asma’ binti Yazid] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak dibenarkan berdusta kecuali dalam tiga hal; seorang suami yang berdusta terhadap isterinya untuk mendapatkan keridlaan darinya, berdusta untuk mendamaikan di antara manusia, atau berdusta dalam kancah peperangan.”

Musnad Ahmad 26327

حَدَّثَنَا عَارِمٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ ذَبَّ عَنْ لَحْمِ أَخِيهِ بِالْغِيبَةِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنْ النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami [Arim] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mubarak] dari [Ubaidullah bin Abu Ziyad] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Asma’ binti Yazid] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa menahan diri dari memakan daging saudaranya dalam Ghibah, maka menjadi kewajiban Allah untuk membebaskannya dari api neraka.”

Musnad Ahmad 26328

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ قَالَ ثَنَا شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ذَبَّ عَنْ لَحْمِ أَخِيهِ فِي الْغِيبَةِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنْ النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah mengabarkan kepada kami [Ubaidullah bin Abu Ziyad] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Asma’ binti Yazid] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menahan diri dari memakan daging saudaranya dalam Ghibah, maka menjadi kewajiban Allah untuk membebaskannya dari api neraka.”

Musnad Ahmad 26329

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ قَالَ ثَنَا شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي هَذَيْنِ الْآيَتَيْنِ { اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ } وَ { الم اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ } إِنَّ فِيهِمَا اسْمَ اللَّهِ الْأَعْظَمَ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah mengabarkan kepada kami [Ubaidullah bin Abu Ziyad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syahr bin Hausyab] dari [Asma’ binti Yazid] dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai dua ayat ini: ‘LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM (Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), (Qs. Al Baqarah: 255), dan ayat: ‘ALIF LAAM MIIM LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYUUM (Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya) ‘, (Qs. Ali Imran: 1-2), sesungguhnya pada keduanya terdapat nama Allah yang agung.”

Musnad Ahmad 26330

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبَانُ يَعْنِي الْعَطَّارَ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا فَإِنَّ اللَّهَ يَبْنِي لَهُ بَيْتًا أَوْسَعَ مِنْهُ فِي الْجَنَّةِ

Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Amru] Telah menceritakan kepada kami [Aban] -yakni Al Atthar- berkata, telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abu Katsir] dari [Mahmud bin Amru] dari [Asma’ binti Yazid] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membangun sebuah masjid untuk Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah yang lebih luas darinya di Surga.”

Musnad Ahmad 26331

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ { إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا } وَلَا يُبَالِي { إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ }

Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shamad] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Tsabit] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Asma’] bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: ‘(Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya) ‘ (Qs. Az Zumar: 53), dan tidak perduli ‘(Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) ‘. (Qs. Az Zumar: 53).