Skip to main content

Musnad Ahmad 26190

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَجَّاجِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ وَعَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي يَزِيدَ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ طَارِقِ بْنِ عَلْقَمَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ أُمِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ مَكَانًا مِنْ دَارِ يَعْلَى نَسَبَهُ عُبَيْدُ اللَّهِ اسْتَقْبَلَ الْبَيْتَ فَدَعَا قَالَ وَكُنْتُ أَنَا وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ كَثِيرٍ إِذَا جِئْنَا ذَلِكَ الْمَوْضِعَ اسْتَقْبَلَ الْبَيْتَ فَدَعَا

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Hajjaj] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah] dan [‘Ali bin Ishaq] dia berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Mubarak] dia berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata, telah mengabarkan kepadaku [‘Ubaidullah bin Abu Yazid] dia berkata, bahwa [‘Abdurrahman bin Thariq bin Alqamah] mengabarkan kepadanya dari [ibunya], bahwa apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memasuki tempat di kediaman Ya’la -‘Ubaidullah lupa dimana tempatnya-, beliau menghadap kiblat dan berdo’a.” ‘Ubaidullah berkata, “Aku dan Abdullah bin Katsir apabila datang ke tempat itu, maka kami menghadap kiblat dan berdo’a.”

Musnad Ahmad 26191

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ وَاصِلٍ مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ أَنَّ امْرَأَةً أَخْبَرَتْهَا أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ يَقُولُ كُتِبَ عَلَيْكُمْ السَّعْيُ فَاسْعَوْا

Telah menceritakan kepada kami [‘Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma’mar] dari [Washil] bekas budak Abu ‘Uyainah, dari [Musa bin Ubaid] dari [Shafiyah binti Syaibah] bahwa [seorang wanita] menceritakan kepadanya, bahwa dia telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika di Shafa dan Marwah: “Sa’i telah diwajibkan atas kalian, maka laksanakanlah.”

Musnad Ahmad 26192

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنِ ضَمْرَةَ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ جَدَّتِهِ عَنِ امْرَأَةٍ مِنْ نِسَائِهِمْ وَكَانَتْ قَدْ صَلَّتْ الْقِبْلَتَيْنِ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ اخْتَضِبِي تَتْرُكُ إِحْدَاكُنَّ الْخِضَابَ حَتَّى تَكُونَ يَدُهَا كَيَدِ الرَّجُلِ قَالَتْ فَمَا تَرَكَتْ الْخِضَابَ حَتَّى لَقِيَتْ اللَّهَ تَعَالَى وَإِنْ كَانَتْ لَتَخْتَضِبُ وَهِيَ بِنْتُ ثَمَانِينَ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Dlamrah bin Sa’id] dari [neneknya] dari [seorang wanita] di antara para wanita Dlamrah, bahwa dia telah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di masjid Qiblatain. Wanita itu berkata, “Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menemuiku dan bersabda: “Hendaklah kalian cat kuku kalian, jika kalian tidak lakukan itu maka kuku kalian seperti kuku lelaki.” Wanita itu lalu berkata, “Setelah itu ia tidak lagi meninggalkan untuk mengecat kukunya hingga ia berjumpa dengan Allah, dan dia tetap mengecat kukunya walaupun berumur delapan puluh tahun.”

Musnad Ahmad 26161

حَدَّثَنَا يَعْلَى وَمُحَمَّدٌ قَالَا حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ عَنْ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أُمِّ سُلَيْمٍ بِنْتِ مِلْحَانَ وَهِيَ أُمُّ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ مُحَمَّدٌ أَخْبَرَتْهُ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا ثَلَاثَةُ أَوْلَادٍ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ قَالَهَا ثَلَاثًا قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاثْنَانِ قَالَ وَاثْنَانِ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’la] dan [Muhammad] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Hakim] dari [Amru Al Anshari] dari [Ummu Sulaim binti Milhan] dia adalah ibunya Anas bin Malik, [Muhammad] berkata, “Ummu Sulaim mengabarkan kepadanya, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim ditinggal mati oleh ketiga anaknya yang belum berumur baligh, melainkan Allah akan memasukkan keduanya ke dalam surga dengan karuania dan rahmatnya.” Beliau mengucapkannya hingga tiga kali. Maka ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika hanya dua?” Beliau menjawab: “Meskipun dua.”

Musnad Ahmad 26177

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ جَدَّةٍ لَهُ قَالَتْ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا قِرْبَةٌ فَشَرِبَ مِنْ فِيهَا وَهُوَ قَائِمٌ وَقُرِئَ عَلَيْهِ هَذَا الْحَدِيثُ يَعْنِي سُفْيَانَ سَمِعْتُ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ جَدَّتِي وَهِيَ كُبَيْشَةُ

Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin ‘Uyainah] dari [Yazid bin Yazid bin Jabir Al Anshari] dari [neneknya] dia berkata, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuinya sedangkan di sisinya ada sebuah Qirbah (bejana dari kulit), kemudian beliau minum dari mulut geriba tersebut sambil berdiri.” Lalu hadis ini dibacakan di hadapannya, yakni [Sufyan] dia berkata, “Aku mendengar [Yazid] dari [‘Abdurrahman bin Abu ‘Amrah] dari nenekku, yaitu [Kubaisyah].”

Musnad Ahmad 26162

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيُّ عَنِ الْبَرَاءِ ابْنِ بِنْتِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ أُمِّهِ قَالَتْ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي الْبَيْتِ قِرْبَةٌ مُعَلَّقَةٌ فَشَرِبَ مِنْهَا قَائِمًا فَقَطَعْتُ فَاهَا وَإِنَّهُ لَعِنْدِي

Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Abdul Karim Al Jazari] dari [Barra’] cucunya Anas, dari [Anas] dari [ibunya] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menemuinya, sedangkan di dalam rumahnya terdapat geribah yang menggantung, kemudian beliau minum darinya dengan berdiri, maka aku memotong mulut geriba tersebut, dan geriba itu sekarang bersamaku.”

Musnad Ahmad 26178

حَدَّثَنَا رَوْحٌ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُعَاذٍ الْأَشْهَلِيِّ عَنْ جَدَّتِهِ أَنَّهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَاتِ لَا تَحْقِرَنَّ إِحْدَاكُنَّ لِجَارَتِهَا وَلَوْ كُرَاعُ شَاةٍ مُحْرَقٌ

Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Zaid bin Aslam] dari [‘Amru bin Mu’adz Al Asyhali] dari [neneknya] bahwa dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai para wanita mukminah, janganlah salah seorang dari kalian meremehkan untuk berbuat baik kepada tetangganya meskipun dengan memberi kaki kambing bakar.”

Musnad Ahmad 26163

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ وَقَالَ عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ زَيْدٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لِزَيْدٍ فَاسْأَلْ نِسَاءَكَ أُمَّ سُلَيْمٍ وَصَوَاحِبَهَا هَلْ أَمَرَهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُنَّ زَيْدٌ فَقُلْنَ نَعَمْ قَدْ أَمَرَنَا بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ إِنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ وَابْنَ عَبَّاسٍ اخْتَلَفَا فِي الْمَرْأَةِ تَحِيضُ بَعْدَ الزِّيَارَةِ فِي يَوْمِ النَّحْرِ بَعْدَمَا طَافَتْ بِالْبَيْتِ فَقَالَ زَيْدٌ يَكُونُ آخِرَ عَهْدِهَا الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ تَنْفِرُ إِنْ شَاءَتْ فَقَالَ الْأَنْصَارُ لَا نُتَابِعُكَ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ وَأَنْتَ تُخَالِفُ زَيْدًا وَقَالَ وَاسْأَلُوا صَاحِبَتَكُمْ أُمَّ سُلَيْمٍ فَقَالَتْ حِضْتُ بَعْدَمَا طُفْتُ بِالْبَيْتِ يَوْمَ النَّحْرِ فَأَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَنْفِرَ وَحَاضَتْ صَفِيَّةُ فَقَالَتْ لَهَا عَائِشَةُ الْخَيْبَةُ لَكِ إِنَّكِ لَحَابِسَتُنَا فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مُرُوهَا فَلْتَنْفِرْ

Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata, dan [Ikrimah bin Khalid] berkata dari [Zaid] dan [Ibnu Abbas], Ibnu Abbas berkata kepada Zaid; tanyalah kepada isterimu [Ummu Sulaim] dan sahabat-sahabatnya, apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh mereka?” Maka Zaid pun menanyakannya kepada kami, dan kami pun menjawab, “Benar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan seperti itu.” Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shamad] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Ikrimah] dia berkata, “Sesungguhnya Zaid bin Tsabit berselisih dengan Ibnu Abbas mengenai seorang wanita yang haid setelah ia melakukan Ziyarah di hari raya nahr (idul Adla) setelah melakukan Thawaf di Ka’bah. Zaid berkata, “Amalan yang terakhir dilakukan adalah Thawaf di Ka’bah.” Sedangkan Ibnu Abbas berkata, “Ia boleh meninggalkan Makkah jika ia menghendaki.” Maka orang-orang Anshar berkata, “Kami tidak akan mengikutimu wahai Ibnu Abbas, selagi kamu menyelisihi Zaid.” Kemudian [Ibnu Abbas] berkata, “Tanyakanlah kepada saudari kalian, [Ummu Sulaim].” Ummu Sulaim lalu menerangkan, “Aku pernah haid sehabis Thawaf di Ka’bah pada hari Nahr (Idul Adla), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menyuruhku untuk meninggalkan (Makkah), dan Shafiyah juga pernah mengalami haid, maka ‘Aisyah berkata kepadanya, ‘Kerugian atas kamu! Kamu telah menahan kami.’ Maka hal itu disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas beliau pun bersabda: “Perintahkanlah agar dia meninggalkan Makkah.”

Musnad Ahmad 26179

حَدَّثَنَا رَوْحٌ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنِ ابْنِ بُجَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ جَدَّتِهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُدُّوا السَّائِلَ وَلَوْ بِظِلْفٍ مُحْرَقٍ

Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Zaid bin Aslam] dari [Ibnu Bujaid Al Anshari] dari [neneknya] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berilah kepada orang yang meminta-minta walaupun sekalipun hanya secuil daging bakar.”

Musnad Ahmad 26164

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَيْرَةَ عَنْ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِي لَهَبٍ قَالَتْ كُنْتُ عِنْدَ عَائِشَةَ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ائْتُونِي بِوَضُوءٍ قَالَتْ فَابْتَدَرْتُ أَنَا وَعَائِشَةُ الْكُوزَ فَأَخَذْتُهُ أَنَا فَتَوَضَّأَ فَرَفَعَ بَصَرَهُ إِلَيَّ أَوْ طَرْفَهُ إِلَيَّ وَقَالَ أَنْتِ مِنِّي وَأَنَا مِنْكِ قَالَتْ فَأُتِيَ بِرَجُلٍ فَقَالَ مَا أَنَا فَعَلْتُهُ إِنَّمَا قِيلَ لِي قَالَتْ وَكَانَ سَأَلَهُ عَلَى الْمِنْبَرِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ فَقَالَ أَفْقَهُهُمْ فِي دِينِ اللَّهِ وَأَوْصَلُهُمْ لِرَحِمِهِ ذَكَرَ فِيهِ شَرِيكٌ شَيْئَيْنِ آخَرَيْنِ لَمْ أَحْفَظْهُمَا

Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin Amir] telah mengabarkan kepada kami [Syarik] dari [Simak] dari [Abdullah bin Umairah] dari [Durrah binti Abu Lahab] dia berkata, “Saat aku berada disisi ‘Aisyah, tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk dan bersabda: “Berilah aku air untuk berwudlu.” Durrah berkata, “Maka aku dan ‘Aisyah segera mengambil bejana, lalu beliau berwudlu’ dan melihat aku, atau melirik aku. Beliau lalu bersabda: “Kamu termasuk dari bagianku dan aku termasuk dari bagianmu.” Durrah berkata, –kemudian ada seseorang disidangkan kepada beliau, namun ia menyatakan ‘Aku tidak melakukan, itu hanya sebuah berita saja.” Durrah berkata, “Kemudian saat masih berada di mimbar beliau ditanya ‘Siapakah orang yang paling baik? ‘ Beliau menjawab: “Mereka yang fakih dalam agama Allah dan yang paling sering menyambung tali silatur rahmi.” Kemudian dalam hadis tersebut menyebutkan dua hal yang aku tidak menghafalnya.”