Skip to main content

Musnad Ahmad 25026

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْغُرَابُ وَالْحُدَيَّا وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai’] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma’mar] dari [Azzuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ada lima binatang berbahaya yang boleh dibunuh ketika berihram, yaitu tikus, kala jengking, burung gagak, burung elang, dan anjing gila’.”

Musnad Ahmad 25027

قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى عَائِشَةَ وَهُوَ يُخَاصِمُ فِي دَارٍ فَقَالَتْ عَائِشَةُ يَا أَبَا سَلَمَةَ اجْتَنِبْ الْأَرْضَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ ظَلَمَ شِبْرًا مِنْ الْأَرْضِ طُوِّقَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ الْعَطَّارُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

(Imam Ahmad) Berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata; telah menceritakan kepada kami [Aban] dari [Yahya] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman], bahwasanya dia pernah menemui [Aisyah] sementara ia masih ada percekcokan di rumahnya. Aisyah berkata; “Wahai Abu Salamah!, jauhilah tanah tersebut! karena, Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: ‘Barang siapa yang berbuat zhalim sejengkal tanah saja maka pada hari kiamat akan dibebankan tujuh bumi kepadanya’.” Telah menceritakan kepada kami [Hudbah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Aban Al Athar] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Abu Salamah] dari [Aisyah] dari Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam (dengan hadis) yang serupa.

Musnad Ahmad 25028

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ الْحَارِثِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ حَائِضٍ إِلَّا بِخِمَارٍ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritan kepada kami [Hammad] dari [Qotadah] dari [Ibnu Sirin] dari [Shafiyah binti Al Harits] dari [Aisyah] dari Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak akan diterima shalat orang yang sedang haid kecuali dengan mengenakan tudung penutup kepala.”

Musnad Ahmad 25029

حَدَّثَنَا يُونُسُ وَحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنِ الْحَسَنِ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ حَسَنٌ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُضْطَجِعًا فِي بَيْتِي إِذْ احْتَفَزَ جَالِسًا وَهُوَ يَسْتَرْجِعُ فَقُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي مَا شَأْنُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَسْتَرْجِعُ قَالَ جَيْشٌ مِنْ أُمَّتِي يَجِيئُونَ مِنْ قِبَلِ الشَّامِ يَؤُمُّونَ الْبَيْتَ لِرَجُلٍ يَمْنَعُهُ اللَّهُ مِنْهُمْ حَتَّى إِذَا كَانُوا بِالْبَيْدَاءِ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ خُسِفَ بِهِمْ وَمَصَادِرُهُمْ شَتَّى فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُخْسَفُ بِهِمْ جَمِيعًا وَمَصَادِرُهُمْ شَتَّى فَقَالَ إِنَّ مِنْهُمْ مَنْ جُبِرَ إِنَّ مِنْهُمْ مَنْ جُبِرَ ثَلَاثًا حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ يُوسُفَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ يُوسُفَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ بِمِثْلِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] dan [Hasan bin Musa], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad, yaitu Ibnu Salamah] dari [Ali bin Zaid] dari [Hasan] bahwasanya [Ummu Salamah] berkata; [Hasan] berkata dari [Ummu Salamah] berkata; “Ketika Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam berbaring dirumahku tiba-tiba beliau bangun dan duduk lalu beristirja’ (membaca Innalillahi wa inna ilaihi raji’un). Aku berkata; “Demi ayah dan ibuku, apa yang terjadi padamu ya Rasulullah sehingga engkau membaca istirja’?” beliau bersabda: “Beberapa pasukan dari umatku kembali dari arah Syam, mereka bermakmum kepada Ka’bah dengan seseorang yang Allah menghalanginya dari mereka. Hingga ketika mereka berada di Baida’, di Dzul Hulaifah, ia ditenggelamkan bersama mereka sedangkan tempat kembali mereka berbeda-beda, ” Aku berkata; “Wahai Rasulullah! bagaimana ia ditenggelamkan bersama mereka sedangkan tempat kembali mereka berbeda-beda?” Beliau menjawab: “Di antara mereka ada yang dipaksa, diantara mereka ada yang dipaksa, ” sebanyak tiga kali. [Hasan] berkata kepada kami, [Hammad bin Salamah] berkata kepada kami dari [Abu Imron AlJauny] dari [Yusuf bin Saad] dari [Aisyah] dari Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam Sepertinya, [Yunus] berkata kepada kami [Hammad] berkata kepada kami dari [Abu Imron Aljauny] dari [Yusuf bin Saad] dari [Abu Salamah] dari [Aisyah] dengan (hadis) yang serupa.

Musnad Ahmad 25030

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَقَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خَمْسٌ مِنْ الدَّوَابِّ كُلُّهُنَّ فَاسِقٌ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْغُرَابُ وَالْحَيَّةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ وَالْحِدَأَةُ وَفِي كِتَابِ يَعْقُوبَ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ مَكَانَ الْحَيَّةِ الْفَأْرَةُ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [keponakanku, Ibnu Syihab] dari [pamannya] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Urwah bin Az Zubair] bahwasanya [Aisyah], isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan; saya telah mendengar Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada lima binatang yang kesemuanya berbahaya boleh dibunuh tatkala berihram, yaitu burung gagak, ular, kala jengking, anjing gila, dan burung elang.” Dan dalam kitab Ya’qub pada tempat yang lain disebutkan; Ular dan tikus.

Musnad Ahmad 25031

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ النَّوْمَ وَهُوَ يُصَلِّي فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ نَوْمُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ عَسَى أَنْ يَذْهَبَ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فَيَسُبُّ نَفْسَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad, yaitu Ibnu Salamah] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] bahwa Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian merasa mengantuk sementara ia sedang shalat, hendaknya ia tidur terlebih dahulu hingga rasa kantuknya hilang. Dikhawatirkan ketika salah seorang di antara kalian ingin meminta ampun kepada Allah, tapi justru mencela dirinya sendiri.”

Musnad Ahmad 25032

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيَّ بَيْتِي فِي إِزَارٍ وَرِدَاءٍ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَبَسَطَ يَدَهُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ فَأَيُّ عَبْدٍ مِنْ عِبَادِكَ شَتَمْتُ أَوْ آذَيْتُ فَلَا تُعَاقِبْنِي فِيهِ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Aisyah], bahwa Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku di rumahku dengan mengenakan kain dan selendang. Lalu beliau menghadap kiblat dan membentangkan tangannya kemudian berdo’a: ALLHUMMA INNAMAA ANA BASYARUN FA AYUU ABDIN MIN IBADIKA SYATAMTU AU AADZAITU FALAA TU ‘AAQIBNI FIHI (Ya Allah, sesungguhnya aku adalah manusia, siapapun dari hamba-Mu yang pernah aku cela dan sakiti maka janganlah engkau tuntut aku).”

Musnad Ahmad 25033

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ الْهَادِ عَنْ عَمْرٍو عَنِ الْمُطَّلِبِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرٍ بَعَثَ إِلَى عَائِشَةَ بِنَفَقَةٍ وَكِسْوَةٍ فَقَالَتْ لِرَسُولِهِ يَا بُنَيَّ إِنِّي لَا أَقْبَلُ مِنْ أَحَدٍ شَيْئًا فَلَمَّا خَرَجَ قَالَتْ رُدُّوهُ عَلَيَّ فَرَدُّوهُ فَقَالَتْ إِنِّي ذَكَرْتُ شَيْئًا قَالَهُ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا عَائِشَةُ مَنْ أَعْطَاكِ عَطَاءً بِغَيْرِ مَسْأَلَةٍ فَاقْبَلِيهِ فَإِنَّمَا هُوَ رِزْقٌ عَرَضَهُ اللَّهُ لَكِ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata; telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Yazid, yaitu Ibnu Al Had] dari [Amru] dari [Muthallib] bahwa Abdullah bin Amir pernah mengirim sedekah dan baju kepada Aisyah. Lalu [Aisyah] berkata kepada utusannya; “Wahai anakku! Sesungguhnya aku tidak menerima apapun dari seseorang.” Tatkala ia hendak pergi, Aisyah berkata lagi kepadanya; “Kembalikan ia kepadaku.” Ia berkata; “Sesungguhnya aku teringat dengan penuturan Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam kepadaku, beliau bersabda; ‘Wahai Aisyah! Siapapun yang memberimu dengan suatu pemberian tanpa ada masalah maka terimalah. Karena itu adalah rezeki yang Allah berikan kepadamu’.”

Musnad Ahmad 25034

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كَانَ لَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَإِنِّي لَمُعْتَرِضَةٌ بَيْنَ يَدَيْهِ اعْتِرَاضَ الْجِنَازَةِ حَتَّى إِذَا أَرَادَ أَنْ يُوتِرَ مَسَّنِي بِرِجْلِهِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ يُوتِرُ تَأَخَّرْتُ شَيْئًا مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata; telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Yazid, yaitu Ibnu Al Had] dari [Abdurrahman bin Al Qasim] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari [Aisyah] berkata; “Ketika Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat, saya terbaring di depannya seperti berbaringnya jenazah, hingga apabila beliau hendak melakukan shalat witir, belau menyentuhku dengan kakinya. Saya tahu kalau beliau mau melakukan shalat witir, saya pun pergi pelan-pelan dari depannya.”

Musnad Ahmad 25035

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَيَّانَ أَبُو خَالِدٍ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ وَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لَا وَلِيَّ لَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Hayyan Abu Khalid] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Azzuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata; Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak sah nikah tanpa ada wali dan penguasa menjadi wali bagi siapa yang tidak mempunyai wali.”