Skip to main content

Musnad Ahmad 25144

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ عَبَّادٍ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ سَحْرِي وَنَحْرِي وَفِي دَوْلَتِي لَمْ أَظْلِمْ فِيهِ أَحَدًا فَمِنْ سَفَهِي وَحَدَاثَةِ سِنِّي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قُبِضَ وَهُوَ فِي حِجْرِي ثُمَّ وَضَعْتُ رَأْسَهُ عَلَى وِسَادَةٍ وَقُمْتُ أَلْتَدِمُ مَعَ النِّسَاءِ وَأَضْرِبُ وَجْهِي

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Az Zubair] dari [Ayahnya, Abbad] berkata; saya telah mendengar [Aisyah] menuturkan; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam wafat ketika berada di antara atas dan bawah dadaku serta samping perutku. Aku tidak pernah berbuat zhalim kepada seorang pun, baik karena kebodohanku atau karena umurku yang masih kecil. Sungguh, ketika Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam dicabut nyawanya beliau sedang berada di pangkuanku. Beliau meletakkan kepalanya di atas bantal dan aku serta para isteri-isteri beliau berdiri sambil memukul-mukul dada, sementara aku memukul-mukul wajahku.”

Musnad Ahmad 25160

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ لَمْ يَقْتُلْ مِنْ نِسَائِهِمْ إِلَّا امْرَأَةً وَاحِدَةً قَالَتْ وَاللَّهِ إِنَّهَا لَعِنْدِي تَحَدَّثُ مَعِي تَضْحَكُ ظَهْرًا وَبَطْنًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتُلُ رِجَالَهُمْ بِالسُّوقِ إِذْ هَتَفَ هَاتِفٌ بِاسْمِهَا أَيْنَ فُلَانَةُ قَالَتْ أَنَا وَاللَّهِ قَالَتْ قُلْتُ وَيْلَكِ وَمَا لَكِ قَالَتْ أُقْتَلُ قَالَتْ قُلْتُ وَلِمَ قَالَتْ حَدَثًا أَحْدَثْتُهُ قَالَتْ فَانْطُلِقَ بِهَا فَضُرِبَتْ عُنُقُهَا وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَقُولُ وَاللَّهِ مَا أَنْسَى عَجَبِي مِنْ طِيبِ نَفْسِهَا وَكَثْرَةِ ضَحِكِهَا وَقَدْ عَرَفَتْ أَنَّهَا تُقْتَلُ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ja’far bin Az Zubair] dari [Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah, Ummul Mukminin] berkata; “Beliau tidak pernah membunuh para wanita mereka kecuali hanya seorang wanita saja.” Ia berkata; “Demi Allah, ia pernah bersamaku, bercerita denganku, dan tertawa riang.” Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam membunuh para laki-laki mereka di pasar. Ketika seseorang memberitahu akan namanya dimana fulanah?” ia menjawab; “Akulah ia, demi Allah.” ia berkata; aku berkata; “Celaka engkau, apa yang terjadi denganmu?” ia menjawab; “Aku telah membunuh.” ia berkata; aku berkata; “Kenapa.” ia menjawab; “Karena ada kejadian yang menimpaku.” ia berkata; “Lalu ia dibawa dan ditebas kepalanya.” Aisyah berkata; “Demi Allah, aku tidak lupa akan kebaikan dirinya dan banyak tertawanya, dan ia tahu bahwa ia akan dibunuh.”

Musnad Ahmad 25145

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنِ امْرَأَتِهِ فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدِ بْنِ عِمَارَةَ عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدِ بْنِ زُرَارَةَ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ قَالَتْ مَا عَلِمْنَا بِدَفْنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى سَمِعْنَا صَوْتَ الْمَسَاحِي مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ لَيْلَةَ الْأَرْبِعَاءِ قَالَ مَحَمَّدٌ وَقَدْ حَدَّثَتْنِي فَاطِمَةُ بِهَذَا الْحَدِيثِ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin Amru bin Hazm] dari [isterinya, Fatimah binti Muhammad bin Imarah] dari [Amrah binti Abdurrahman bin Sa’ad bin Zurarah] dari [Aisyah, ummul mukminin] berkata; “Kami tidak mengetahui proses pamakaman Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam hingga kami mendengar suara kampak di akhir malam, yaitu pada malam Rabu.” Muhammad berkata; telah menceritakan kepadaku Fathimah dengan hadis yang serupa.

Musnad Ahmad 25130

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ بَرِيرَةَ دَخَلَتْ عَلَيْهَا تَسْتَعِينُهَا فِي كِتَابَتِهَا فَقَالَتْ لَهَا عَائِشَةُ وَنَفِسَتْ فِيهَا أَرَأَيْتِ إِنْ عَدَّيْتُ لِأَهْلِكِ الَّذِي عَلَيْكِ عَدَّةً وَاحِدَةً أَيَفْعَلُنَّ ذَلِكَ وَأُعْتِقُكِ فَتَكُونِي مَوْلَاتِي فَذَهَبَتْ بَرِيرَةُ إِلَى أَهْلِهَا فَعَرَضَتْ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ فَقَالُوا لَا إِلَّا أَنْ يَكُونَ وَلَاؤُكَ لَنَا قَالَتْ عَائِشَةُ فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ لَهُ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْتَرِي فَأَعْتِقِي فَإِنَّ الْوَلَاءَ لِمَنْ أَعْتَقَ ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشِيَّةً فَقَالَ مَا بَالُ رِجَالٍ يَشْتَرِطُونَ شُرُوطًا لَيْسَتْ فِي كِتَابِ اللَّهِ أَلَا مَنْ اشْتَرَطَ شَرْطًا لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَلَيْسَ لَهُ وَإِنْ اشْتَرَطَ مِائَةَ مَرَّةٍ شَرْطُ اللَّهِ أَحَقُّ وَأَوْثَقُ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Keponakanku, Ibnu Syihab] dari [Pamannya] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Urwah bin Az Zubair] bahwa [Aisyah], isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepadanya jika Barirah pernah menemuinya dan memintanya tolong untuk pembayaran guna memerdekakan dirinya. Aisyah berkata kepadanya bila ia sangat ingin melakukannya, ia bertanya; “Apabila aku menolong keluarga mu yang sedang membutuhkan pertolongan, apakah mereka akan menerima hal itu? dan aku akan memerdekakanmu tapi engkau menjadi pembantuku.” Barirah pun pergi kepada keluarganya dan menjelaskan hal itu kepada mereka. Mereka menjawab; “Tidak, kecuali bila perwaliannmu tetap untuk kami.” Aisyah berkata; Lalu Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku dan aku menceritakan hal itu kepadanya. Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Beli dan merdekakanlah, karena perwalian bagi siapa yang telah memerdekakannya.” Kemudian Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam berdiri seraya bersabda: “Siapapun orangnya, yang mengisyaratkan dengan syarat-syarat yang yang tidak ada di dalam Al Qur’an. Ketahuilah, sesuggguhnya barang siapa yang mengisyaratkan sesuatu yang tidak ada di dalam kitabullah (Al Qura’n) maka tidak sah persyaratannya, sekalipun orang tersebut mengisyaratakan dengan seratus syarat. Karena, persyaratan Allah itu lebih benar dan kuat.”

Musnad Ahmad 25131

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ إِنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ طَامِثٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَاكِفٌ فِي الْمَسْجِدِ فَيَتَّكِئُ إِلَى أُسْكُفَّةِ بَابِ عَائِشَةَ فَتَغْسِلُ رَأْسَهُ وَهِيَ فِي حُجْرَتِهَا

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Keponakan ku, Ibnu Syihab] dari [Pamannya] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Urwah] dari [Aisyah] mengaku; bahwa ia pernah menyisiri Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam ketika ia sedang haidh dan Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf di masjid. Ia bersandar di pintunya Aisyah, kemudian ia memandikan kepalanya sementara ia tetap berada di kamarnya.

Musnad Ahmad 25132

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتَمَ لَيْلَةً مِنْ اللَّيَالِي بِصَلَاةِ الْعِشَاءِ وَهِيَ الَّتِي يَقُولُ النَّاسُ لَهَا صَلَاةُ الْعَتَمَةِ قَالَتْ فَلَمْ يَخْرُجْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى قَالَ عُمَرُ الصَّلَاةَ قَدْ نَامَ النِّسَاءُ وَالصِّبْيَانُ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِأَهْلِ الْمَسْجِدِ حِينَ خَرَجَ عَلَيْهِمْ مَا يَنْتَظِرُهَا أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ غَيْرَكُمْ وَذَلِكَ قَبْلَ أَنْ يَفْشُوَ الْإِسْلَامُ فِي النَّاسِ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Keponakan ku, Ibnu Syihab] dari [Pamannya] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Urwah bin Az Zubair] bahwa [Aisyah], isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam pernah meninggalkan suatu malam hanya dengan shalat isya’ saja, hal itu menjadi bahan pembicaraan orang-orang, yaitu shalat ‘Atamah (isya’). Ia berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam belum juga keluar hingga Umar berkata; ‘Shalat, para wanita dan anak-anak telah tertidur.’ Kemudian Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam keluar seraya berkata kepada para penduduk masjid ketika beliau menemui mereka; ‘Tidak ada seorang pun dari penduduk bumi ini yang menunggunya selain kalian, hal itu sebelum Islam menyebar di kalangan manusia’.”

Musnad Ahmad 25133

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي صَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَتْ كَانَ أَوَّلَ مَا افْتُرِضَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةُ رَكْعَتَانِ رَكْعَتَانِ إِلَّا الْمَغْرِبَ فَإِنَّهَا كَانَتْ ثَلَاثًا ثُمَّ أَتَمَّ اللَّهُ الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ وَالْعِشَاءَ الْآخِرَةَ أَرْبَعًا فِي الْحَضَرِ وَأَقَرَّ الصَّلَاةَ عَلَى فَرْضِهَا الْأَوَّلِ فِي السَّفَرِ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Shalih bin Kaisan] dari [Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah, isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam] berkata; “Yang pertama kali diwajibkan kepada Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam adalah shalat dua raka’at, dua raka’at kecuali maghrib, karena ia terdiri dari tiga raka’at. Kemudian Allah menyempurnakan Zhuhur, ashar, dan isya’ menjadi empat raka’at ketika bermukim dan Allah menetapkan seperti kewajiban shalat yang pertama bagi orang yang sedang berpergian.”

Musnad Ahmad 25134

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَتَتْ سَلْمَى مَوْلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ امْرَأَةُ أَبِي رَافِعٍ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْتَأْذِنُهُ عَلَى أَبِي رَافِعٍ قَدْ ضَرَبَهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي رَافِعٍ مَا لَكَ وَلَهَا يَا أَبَا رَافِعٍ قَالَ تُؤْذِينِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَ آذَيْتِيهِ يَا سَلْمَى قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا آذَيْتُهُ بِشَيْءٍ وَلَكِنَّهُ أَحْدَثَ وَهُوَ يُصَلِّي فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا رَافِعٍ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَمَرَ الْمُسْلِمِينَ إِذَا خَرَجَ مِنْ أَحَدِهِمْ الرِّيحُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَقَامَ فَضَرَبَنِي فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْحَكُ وَيَقُولُ يَا أَبَا رَافِعٍ إِنَّهَا لَمْ تَأْمُرْكَ إِلَّا بِخَيْرٍ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah, isetri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam] berkata; Salma, bekas budak Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam atau isteri Abu Rafi’ datang menemui Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam mengadukan akan perihal Abu Rafi’ yang telah memukulnya. Aisyah berkata; Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada Abu Rafi’: “Ada apa engkau dengannya wahai Abu Rafi’?” ia menjawab; “Ia telah menyakitiku wahai Rasulullah.” kemudian Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Dengan apa engkau menyakitinya wahai Salma?” ia menjawab; “Wahai Rasulullah! aku tidak menyakiti nya sedikitpun, hanya saja ia pernah berhadast ketika shalat, lalu aku berkata kepadanya; ‘Wahai Abu Rofi’! sesungguhnya Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kaum muslimin jika diantara mereka ada yang kentut maka hendaknya ia berwudhu’.” Lalu ia berdiri dan memukulku. Beliau pun tertawa dan bersabda: “Hai Abu Rafi’! sesungguhnya ia tidak menyuruhmu kecuali untuk kebaikan.”

Musnad Ahmad 25135

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ وَذَكَرَ مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ شِهَابٍ الزُّهْرِيُّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ فَضْلُ الصَّلَاةِ بِالسِّوَاكِ عَلَى الصَّلَاةِ بِغَيْرِ سِوَاكٍ سَبْعِينَ ضِعْفًا

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; diceritakan juga [Muhammad bin Muslim bin Syihab Azzuhri] dari [Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah, isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam] dari Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya beliau bersabda: “Keutamaan shalat dengan bersiwak sebelumnya dengan yang tidak bersiwak adalah tujuh puluh derajat lebih baik.”

Musnad Ahmad 25136

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَقْبَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِتُرْبَانَ بَلَدٍ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمَدِينَةِ بَرِيدٌ وَأَمْيَالٌ وَهُوَ بَلَدٌ لَا مَاءَ بِهِ وَذَلِكَ مِنْ السَّحَرِ انْسَلَّتْ قِلَادَةٌ لِي مِنْ عُنُقِي فَوَقَعَتْ فَحُبِسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِالْتِمَاسِهَا حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ وَلَيْسَ مَعَ الْقَوْمِ مَاءٌ قَالَتْ فَلَقِيتُ مِنْ أَبِي مَا اللَّهُ بِهِ عَلِيمٌ مِنْ التَّعْنِيفِ وَالتَّأْفِيفِ وَقَالَ فِي كُلِّ سَفَرٍ لِلْمُسْلِمِينَ مِنْكِ عَنَاءٌ وَبَلَاءٌ قَالَتْ فَأَنْزَلَ اللَّهُ الرُّخْصَةَ بِالتَّيَمُّمِ قَالَتْ فَتَيَمَّمَ الْقَوْمُ وَصَلَّوْا قَالَتْ يَقُولُ أَبِي حِينَ جَاءَ مِنْ اللَّهِ مَا جَاءَ مِنْ الرُّخْصَةِ لِلْمُسْلِمِينَ وَاللَّهِ مَا عَلِمْتُ يَا بُنَيَّةُ إِنَّكِ لَمُبَارَكَةٌ مَاذَا جَعَلَ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فِي حَبْسِكِ إِيَّاهُمْ مِنْ الْبَرَكَةِ وَالْيُسْرِ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Az Zubair] dari [Ayahnya] dari [Aisyah, isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam] berkata; “Saya pernah bertemu dengan Rasulullah pada sebagian perjalanannya hingga ketika kami sampai di negara Turban.–Jarak antara beliau dengannya sekitar dua belas mil atau beberapa mil. Negara tersebut tidak ada air sama sekali–hal itu terjadi ketika waktu sahur. Tanpa sengaja, kalungku terlepas dari leherku dan terjatuh. Sementara Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam menangguhkan untuk mencarinya hingga terbit fajar dan ketika itu tidak ada satu kaumpun yang memiliki air.” Ia berkata; “Saya bertemu dengan ayahku. Demi Allah, ia dikenal dengan orang ta’nif dan ta’fif (cepat bosan). Pada setiap perjalanan bersama kaum muslimin, ia selalu bertanya; “Apakah engkau mengalami rintangan dan cobaan?” Ia berkata; “Kemudian Allah menurunkan ayat mengenai rukhsah tayamum.” Ia berkata; “Lalu mereka bertayamum dan shalat.” Ketika rukhsah itu datang dari Allah dan untuk kaum muslimin, ayahku berkata; “Demi Allah, saya tidak mengetahui wahai anak ku, sesungguhnya engkau adalah pembawa barakah, Allah menjadikanmu untuk kaum muslimin sebaga keberkahan dan kemudahan.”