Skip to main content

Musnad Ahmad 25170

حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَ عَمَلُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخُصُّ شَيْئًا مِنْ الْأَيَّامِ قَالَتْ لَا وَأَيُّكُمْ يُطِيقُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْمَلُ

Telah menceritakan kepada kami [Ziyad bin Abdullah] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Al Qomah] berkata; saya pernah bertanya kepada [Aisyah] mengenai amal perbuatan Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam, apakah ia mengkhususkan hari-hari tertentu?” ia berkata; “Tidak, hendaknya kalian melaksanakan apa yang kalian mampui dari apa yang telah Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam telah lakukan.”

Musnad Ahmad 25171

حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ صُبَيْحٍ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ لَمَّا نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ فِي الْخَمْرِ قَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ ثُمَّ حَرَّمَ التِّجَارَةَ فِي الْخَمْرِ

Telah menceritakan kepada kami [Ziyad bin Abdullah] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Muslim bin Shubaih] dari [Masruq] berkata; [Aisyah] berkata; “Ketika turun ayat dari surat al-Baqarah tentang khamr yang pernah dibaca Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam di masjid, beliau lantas melarang jual beli khomr.”

Musnad Ahmad 25172

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنِ الْبَهِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Al Walid] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Zakariya] berkata; Telah menceritakan kepada [Khalid bin Salamah] dari [Al Bahi] dari [Urwah bin Az Zubair] dari [Aisyah] berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengingat Allah pada setiap keadaannya.”

Musnad Ahmad 25141

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْهُ أَنَّهُ قَالَ حِينَ قَالُوا خَشِينَا أَنْ يَكُونَ بِهِ ذَاتُ الْجَنْبِ إِنَّهَا مِنْ الشَّيْطَانِ وَلَمْ يَكُنْ اللَّهُ لِيُسَلِّطَهُ عَلَيَّ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Muhammad bin Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ja’far bin Az Zubair] dari [Urwah bin Az Zubair] bahwa [Asiyah] telah menceritakan kepadanya bahwasanya ia berkata; “Tatkala mereka mengatakan; ‘Kami khawatir bila ia terkena penyakit rusuk, sesungguhnya ia adalah berasal dari syetan dan Allah tidak pernah menguasakannya kepadaku’.”

Musnad Ahmad 25157

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ رُومَانَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْقَتْلَى أَنْ يُطْرَحُوا فِي الْقَلِيبِ فَطُرِحُوا فِيهِ إِلَّا مَا كَانَ مِنْ أُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ فَإِنَّهُ انْتَفَخَ فِي دِرْعِهِ فَمَلَأَهَا فَذَهَبُوا يُحَرِّكُوهُ فَتَزَايَلَ فَأَقَرُّوهُ وَأَلْقَوْا عَلَيْهِ مَا غَيَّبَهُ مِنْ التُّرَابِ وَالْحِجَارَةِ فَلَمَّا أَلْقَاهُمْ فِي الْقَلِيبِ وَقَفَ عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَهْلَ الْقَلِيبِ هَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا فَإِنِّي قَدْ وَجَدْتُ مَا وَعَدَنِي رَبِّي حَقًّا فَقَالَ لَهُ أَصْحَابُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُكَلِّمُ قَوْمًا مَوْتَى قَالَ فَقَالَ لَهُمْ لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ مَا وَعَدْتُهُمْ حَقٌّ قَالَتْ عَائِشَةُ وَالنَّاسُ يَقُولُونَ لَقَدْ سَمِعُوا مَا قُلْتَ لَهُمْ وَإِنَّمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ عَلِمُوا

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Ruman] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan bagi orang-orang yang terbunuh agar dilempar ke dalam sumur. Mereka pun melemparnya ke dalam sumur kecuali apa yang dilakukan pada Umayyah bin Khalaf. Badannya menggembung memenuhi baju yang dipakainya, mereka menuju kepadanya dan menggerak-gerakkannya, badannya pun terguling dan mereka menetapkan akan kematiannya. Lalu mereka melemparkannya ke sumur yang terpenuhi dengan pasir dan batu. Ketika mereka melempar mayat ke sumur, Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di atas sumur seraya bersabda: “Hai penghuni sumur, apakah kalian benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Tuhan kalian, sesungguhnya aku benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Tuhan-ku dengan benar.” Para sahabat lantas bertanya kepada beliau; “Wahai Rasulullah kenapa engkau bicara dengan orang-orang yang telah mati?” beliau menjawab: “Mereka mengetahui bahwa apa yang aku bawa adalah kebenaran.” Aisyah berkata; “Para sahabat mengatakan; “Mereka sudah tidak mendengar apa yang engkau katakan kepada mereka?” Hanyasanya Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka mengetahui.”

Musnad Ahmad 25142

قَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَثِيرًا مَا أَسْمَعُهُ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَقْبِضْ نَبِيًّا حَتَّى يُخَيِّرَهُ قَالَتْ فَلَمَّا حُضِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ آخِرُ كَلِمَةٍ سَمِعْتُهَا مِنْهُ وَهُوَ يَقُولُ بَلْ الرَّفِيقُ الْأَعْلَى مِنْ الْجَنَّةِ قَالَتْ قُلْتُ إِذًا وَاللَّهِ لَا يَخْتَارُنَا وَقَدْ عَرَفْتُ أَنَّهُ الَّذِي كَانَ يَقُولُ لَنَا إِنَّ نَبِيًّا لَا يُقْبَضُ حَتَّى يُخَيَّرَ

Berkata [Ibnu Ishaq] berkata; [Ibnu Syihab] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ubaidullah bin Utbah] dari [Aisyah] berkata; “Kebanyakan yang aku dengar dari Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengucapkan; ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut nyawa seorang nabi hingga memberi pilihan kepadanya’.” Ia berkata; “Tatkala Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam diberi pilihan, perkataan terakhir yang saya dengar dari beliau adalah beliau mengucapkan: “Dengan orang-orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi di surga.” Ia berkata; saya berkata; “Demi Allah, Allah tidak akan memberi pilihan kepada kita. Dan sungguh, saya tahu maksud beliau mengucapkan: “Sesungguhnya seorang nabi tidak akan dicabut nyawanya hingga ia diberi pilihan.”

Musnad Ahmad 25158

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ عَبَّادٍ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ لَمَّا بَعَثَ أَهْلُ مَكَّةَ فِي فِدَاءِ أَسْرَاهُمْ بَعَثَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي فِدَاءِ أَبِي الْعَاصِ بْنِ الرَّبِيعِ بِمَالٍ وَبَعَثَتْ فِيهِ بِقِلَادَةٍ لَهَا كَانَتْ لِخَدِيجَةَ أَدْخَلَتْهَا بِهَا عَلَى أَبِي الْعَاصِ حِينَ بَنَى عَلَيْهَا قَالَتْ فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَّ لَهَا رِقَّةً شَدِيدَةً وَقَالَ إِنْ رَأَيْتُمْ أَنْ تُطْلِقُوا لَهَا أَسِيرَهَا وَتَرُدُّوا عَلَيْهَا الَّذِي لَهَا فَافْعَلُوا فَقَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَطْلَقُوهُ وَرَدُّوا عَلَيْهَا الَّذِي لَهَا

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Az Zubair] dari [Ayahnya, Abbad] dari [Aisyah, isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam] berkata; “Ketika penduduk Makkah mengirim utusan kepada para tawanan mereka, Zainab binti Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam dikirim pada utusan Abi Ash bin Robi’ dengan membawa harta, dan dikirim sebuah kalungnya bersamanya yang dulu milik Khadijah. ia memberinya ketika ia berkeluarga dengan Abu Ash. Tatkala Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, ia berkata; “Beliau merindukannya dengan kerinduan mendalam, kemudian beliau menuturkan: “Jika kalian ingin membebaskan tawanan untuknya dan kalian mengembalikan yang menjadi miliknya maka lakukanlah, ” mereka menjawab; “Ya, wahai Rasulullah!” lalu mereka membebaskannya dan mengembalikan apa yang menjadi milik nya.

Musnad Ahmad 25143

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَعْقُوبُ بْنُ عُتْبَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ رَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ حِينَ دَخَلَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَاضْطَجَعَ فِي حِجْرِي فَدَخَلَ عَلَيَّ رَجُلٌ مِنْ آلِ أَبِي بَكْرٍ وَفِي يَدِهِ سِوَاكٌ أَخْضَرُ قَالَتْ فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِ فِي يَدِهِ نَظَرًا عَرَفْتُ أَنَّهُ يُرِيدُهُ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ تُحِبُّ أَنْ أُعْطِيَكَ هَذَا السِّوَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَتْ فَأَخَذْتُهُ فَمَضَغْتُهُ لَهُ حَتَّى أَلَنْتُهُ وَأَعْطَيْتُهُ إِيَّاهُ قَالَتْ فَاسْتَنَّ بِهِ كَأَشَدِّ مَا رَأَيْتُهُ يَسْتَنُّ بِسِوَاكٍ قَبْلَهُ ثُمَّ وَضَعَهُ وَوَجَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَثْقُلُ فِي حِجْرِي قَالَتْ فَذَهَبْتُ أَنْظُرُ فِي وَجْهِهِ فَإِذَا بَصَرُهُ قَدْ شَخَصَ وَهُوَ يَقُولُ بَلْ الرَّفِيقُ الْأَعْلَى مِنْ الْجَنَّةِ فَقُلْتُ خُيِّرْتَ فَاخْتَرْتَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ قَالَتْ وَقُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ya’qub bin Utbah] dari [Azzuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata; “Pada hari itu, Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam kembali. Setelah beliau kembali dari masjid, beliau menemuiku dan berbaring di pangkuanku. Kemudian ada salah seorang dari keluarga Abu Bakar menemuiku, sementara di tangannya membawa siwak yang masih hijau.” Ia berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam melihat apa yang ada di tangannya. Saya tahu kalau Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam menginginkannya.” Ia berkata; saya berkata; “Wahai Rasulullah! Apakah engkau suka bila aku berikan siwak ini untuk mu?” Beliau bersabda: “Ya.” Ia berkata; “Lalu aku mengambilnya dan aku mengunyahkan (ujung siwak) untuk beliau hingga aku menghaluskannya, lalu aku memberikannya kepada beliau.” Ia berkata; “Beliau menyikat gigi beliau dan sungguh aku tidak pernah melihat beliau menyiikat gigi yang lebih baik dari itu sebelumnya. Setelah itu, beliau meletakkannya dan aku mendapati Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam meludah di pangkuanku.” Ia berkata; “Aku pergi dan aku melihat wajahnya, sementara mata beliau masih terus terbuka.” Beliau bersabda: “Semoga bersama orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi dari surga.” Saya berkata; “Engkau diberi pilihan dan engkau telah memilihnya. Demi yang telah mengutusmu dengan kebenaran.” Ia berkata; “Kemudian nyawa Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam dicabut.”

Musnad Ahmad 25159

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ لَمَّا أَتَى قَتْلُ جَعْفَرٍ عَرَفْنَا فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُزْنَ قَالَتْ فَدَخَلَ عَلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ النِّسَاءَ قَدْ غَلَبْنَنَا وَفَتَنَّنَا قَالَ فَارْجِعْ إِلَيْهِنَّ فَأَسْكِتْهُنَّ قَالَ فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ قَالَ يَقُولُ وَرُبَّمَا ضَرَّ التَّكَلُّفُ أَهْلَهُ قَالَ فَاذْهَبْ فَأَسْكِتْهُنَّ فَإِنْ أَبْيَنَ فَاحْثُ فِي أَفْوَاهِهِنَّ التُّرَابَ قَالَتْ قُلْتُ فِي نَفْسِي أَبْعَدَكَ اللَّهُ فَوَاللَّهِ مَا تَرَكْتَ نَفْسَكَ وَمَا أَنْتَ بِمُطِيعٍ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ عَرَفْتُ أَنَّهُ لَا يَقْدِرُ عَلَى أَنْ يَحْثُوَ فِي أَفْوَاهِهِنَّ التُّرَابَ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Al Qasim bin Muhammad] dari [Ayahnya] dari [Aisyah, isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam] berkata; “Ketika datang kabar akan kematian Ja’far, kami melihat Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam merasa sedih.” Ia berkata; “Kemudian datanglah seorang lelaki menemui beliau seraya berkata; ‘Wahai Rasulullah! Para wanita telah mengganggu kami’?” beliau menjawab; “Kembalilah kepada mereka dan suruhlah mereka diam.” Ia berkata; “Ia pun pergi dan kembali lagi setelahnya sambil berkata kepada beliau seperti perkataan sebelumnya.” Ia berkata; beliau menuturkan; “Kemungkinan ada beban yang dialami keluarganya.” Beliau bersabda lagi: “Pergilah dan suruh mereka diam, apabila mereka enggan maka taburkanlah tanah ke mulut-mulut mereka.” ia berkata; saya berkata pada diriku sendiri; “Semoga Allah menjauhkan engkau. Demi Allah, aku tidak pernah meninggalkan dirimu dan apakah dirimu tetap mentaati Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia berkata; “Aku tahu ia tidak tega untuk menaburkan tanah ke mulut-mulut mereka.”

Musnad Ahmad 25144

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ عَبَّادٍ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ سَحْرِي وَنَحْرِي وَفِي دَوْلَتِي لَمْ أَظْلِمْ فِيهِ أَحَدًا فَمِنْ سَفَهِي وَحَدَاثَةِ سِنِّي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قُبِضَ وَهُوَ فِي حِجْرِي ثُمَّ وَضَعْتُ رَأْسَهُ عَلَى وِسَادَةٍ وَقُمْتُ أَلْتَدِمُ مَعَ النِّسَاءِ وَأَضْرِبُ وَجْهِي

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Az Zubair] dari [Ayahnya, Abbad] berkata; saya telah mendengar [Aisyah] menuturkan; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam wafat ketika berada di antara atas dan bawah dadaku serta samping perutku. Aku tidak pernah berbuat zhalim kepada seorang pun, baik karena kebodohanku atau karena umurku yang masih kecil. Sungguh, ketika Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam dicabut nyawanya beliau sedang berada di pangkuanku. Beliau meletakkan kepalanya di atas bantal dan aku serta para isteri-isteri beliau berdiri sambil memukul-mukul dada, sementara aku memukul-mukul wajahku.”