Skip to main content

Musnad Ahmad 25206

وَجَدْتُ فِي كِتَابِ أَبِي حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَرَّاقُ قَالَ حَدَّثَنَا وَائِلُ بْنُ دَاوُدَ عَنِ الْبَهِيِّ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيْدَ بْنَ حَارِثَةَ فِي جَيْشٍ قَطُّ إِلَّا أَمَّرَهُ عَلَيْهِمْ وَلَوْ بَقِيَ بَعْدَهُ لَاسْتَخْلَفَهُ

Di dalam kitab ayahku, aku mendapatkan telah menceritakan kepada kami [Sa’id bin Muhammad Al Warq] berkata; telah menceritakan kepada kami [Wail bin Daud] dari [Al Bahi] dari [Aisyah] berkata; “Tidaklah Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Zaid bin Haritsah pada suatu pasukan kecuali beliau mengangkatnya menjadi panglima. Kalaulah ia masih hidup setelah beliau, pastilah beliau memintanya untuk menggantikan beliau.”

Musnad Ahmad 25207

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ إِلَّا عَلَى زَوْجِهَا

Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shomad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] berkata; telah menceritakan kepada kami [Azzuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah] bahwa Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah diperkenankan seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung hingga melebihi tiga hari kecuali atas kematian suaminya.”

Musnad Ahmad 25208

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ هَذَا آخِرُ مُسْنَدِ السَّيِّدَةِ عَائِشَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Azzinad] dari [Al A’raj] dari [Ali bin Husain] dari [Aisyah] dari Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau pernah mencium (para isterinya) ketika beliau sedang berpuasa. Ujung jalur sanad ini adalah Sayyidah Aisyah.

Musnad Ahmad 25193

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَفَّى خَدِيجَةَ قَبْلَ مَخْرَجِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ بِسَنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثٍ وَأَنَا بِنْتُ سَبْعِ سِنِينَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ جَاءَتْنِي نِسْوَةٌ وَأَنَا أَلْعَبُ فِي أُرْجُوحَةٍ وَأَنَا مُجَمَّمَةٌ فَذَهَبْنَ بِي فَهَيَّأْنَنِي وَصَنَعْنَنِي ثُمَّ أَتَيْنَ بِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَنَى بِي وَأَنَا بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku setelah Khadijah wafat dan dua tahun atau tiga tahun sebelum kepergian beliau ke Madinah. Sementara aku sedang berumur tujuh tahun. Ketika kami datang ke Madinah, para wanita mendatangiku sementara aku sedang bermain-main di Urjuhah dan rambutku masih turun di antara telingaku. Lalu mereka membawaku pergi dan mempersiapkanku serta menghiasiku. Mereka membawaku kepada Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau mulai membangun keluarga denganku ketika aku berumur sembilan tahun.”

Musnad Ahmad 25194

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلَيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ سَابَقَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَبَقْتُهُ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zaid] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Aisyah] berkata; “Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajakku untuk berlomba lari dan aku berhasil mendahuluinya.”

Musnad Ahmad 25195

حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا فَرَغَ مِنْ الْأَحْزَابِ دَخَلَ الْمُغْتَسَلَ يَغْتَسِلُ وَجَاءَ جِبْرِيلُ فَرَأَيْتُهُ مِنْ خَلَلِ الْبَابِ قَدْ عَصَبَ رَأْسَهُ الْغُبَارُ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَوَضَعْتُمْ أَسْلِحَتَكُمْ فَقَالَ مَا وَضَعْنَا أَسْلِحَتَنَا بَعْدُ انْهَدْ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] bahwa setelah perang Ahzab selesai, Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam masuk kamar mandi dan mandi. Kemudian Jibril datang dan aku melihatnya dari cela-cela pintu dan rambutnya dipenuhi debu. Ia berkata; “Wahai Muhammad! Apakah engkau telah meletakkan senjata-senjata kalian?” ia berkata; “Kami tidak pernah meletakkan senjata kami setelahnya, pergilah ke bani Quraizhah.”

Musnad Ahmad 25196

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَرْقِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْعَيْنِ امْسَحْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Urwah] dari [Hisyam] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] berkata; “Saya pernah meruqyah Rasulullah dari penyakit ‘ain, hilangkanlah wahai Tuhan-manusia, ditangan-Mu lah kesembuhan, tidak ada yang menyingkapnya kecuali Engkau.”

Musnad Ahmad 25181

حَدَّثَنَا عَامِرُ بْنُ صَالِحٍ قَالَ حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا قَصَّ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ خَطِيئَةً

Telah menceritakan kepada kami [Amir bin Shalih] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] bahwa Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah orang beriman yang terkena sebuah duri atau lebih dari itu kecuali dengannya Allah akan memotong kesalahannya.”

Musnad Ahmad 25197

حَدَّثَنَا أَبُو نُوحٍ قُرَادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ و عَنْ بَعْضِ شُيُوخِهِمْ أَنَّ زِيَادًا مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ حَدَّثَهُمْ عَمَّنْ حَدَّثَهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَلَسَ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي مَمْلُوكِينَ يُكَذِّبُونَنِي وَيَخُونُونَنِي وَيَعْصُونَنِي وَأَضْرِبُهُمْ وَأَسُبُّهُمْ فَكَيْفَ أَنَا مِنْهُمْ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَسْبِ مَا خَانُوكَ وَعَصَوْكَ وَيُكَذِّبُونَكَ وَعِقَابُكَ إِيَّاهُمْ إِنْ كَانَ دُونَ ذُنُوبِهِمْ كَانَ فَضْلًا لَكَ عَلَيْهِمْ وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ بِقَدْرِ ذُنُوبِهِمْ كَانَ كَفَافًا لَا لَكَ وَلَا عَلَيْكَ وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ فَوْقَ ذُنُوبِهِمْ اقْتُصَّ لَهُمْ مِنْكَ الْفَضْلُ الَّذِي بَقِيَ قِبَلَكَ فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَبْكِي بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَهْتِفُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَهُ مَا يَقْرَأُ كِتَابَ اللَّهِ { وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ } فَقَالَ الرَّجُلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَجِدُ شَيْئًا خَيْرًا مِنْ فِرَاقِ هَؤُلَاءِ يَعْنِي عَبِيدَهُ إِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّهُمْ أَحْرَارٌ كُلُّهُمْ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh Qurad] berkata; Telah mengabarkan kepada kami [Laits bin sa’ad] dari [Malik bin Anas] dari [Az Zuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah] dari Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam -dari [beberapa syaikhnya] bahwa [Ziyad], budak Abdullah bin Abbad bin Abu Robi’ah berkata kepada mereka; dari seseorang yang memberitahunya dari Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya ada seorang sahabat Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam duduk di samping beliau dan berkata; “Wahai Rasulullah! aku mempunyai dua orang budak yang berbohong kepadaku dan mengkhianatiku, serta bermaksiat kepadaku, lalu aku memukul dan mencela mereka, maka bagaimana kedudukanku terhadap mereka?” Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Sesuai dengan kadar kebohongan, pengkhianatan, dan maksiat mereka kepadamu, dan hukumanmu terhadap mereka jika kurang dari dosa-dosa mereka maka itu adalah kebaikanmu kepada mereka, dan jika hukumanmu setara dengan dosa mereka maka itu adalah cukup bagimu. Jika hukuman mu melebihi dosa yang mereka lakukan, maka mereka berhak meminta qisos darimu karena kelebihan hukuman itu.” lalu orang itu menangis disamping Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam dan terisak-isak. Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kenapa ia tidak membaca kitabullah? Sementara Kami telah meletakkan timbangan-timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidak ada jiwa yang terzhalimi sedikitpun, walaupun ada timbangan seberat biji Kami akan mendatangkannya, dan cukuplah bagi Kami yang memghitung hisab.” lalu orang itu berkata; “Wahai Rasulullah! aku tidak melihat sesuatu yang lebih baik daripada membebaskan mereka, yakni budak-budaknya, sesungguhnya aku bersaksi kepadamu bahwa mereka bebas.”

Musnad Ahmad 25182

حَدَّثَنَا عَامِرُ بْنُ صَالِحٍ قَالَ حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِي الدُّورِ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ

Telah menceritakan kepada kami [Amir bin Shalih] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] bahwasanya Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk membangun masjid di rumah-rumah dan memerintahkan agar dibersihkan serta diberi wewangian.