Skip to main content

Musnad Ahmad 25353

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ مَمْلَكٍ قَالَ سَأَلْتُ أُمَّ سَلَمَةَ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ وَقِرَاءَتِهِ قَالَتْ مَا لَكُمْ وَلِصَلَاتِهِ وَلِقِرَاءَتِهِ قَدْ كَانَ يُصَلِّي قَدْرَ مَا يَنَامُ وَيَنَامُ قَدْرَ مَا يُصَلِّي وَإِذَا هِيَ تَنْعَتُ قِرَاءَتَهُ فَإِذَا قِرَاءَةٌ مُفَسَّرَةٌ حَرْفًا حَرْفًا

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Laits bin Sa’ad] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abi Mulaikah] dari [Ya’la bin Mamlak] berkata; “Saya bertanya kepada [Ummu Salamah] mengenai shalat malamnya Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dan bacaannya.” Ia menjawab; “Kalian tidak akan bisa menyamai shalat dan bacaannya, lamanya beliau shalat seperti lamanya beliau tidur dan lama tidur beliau seperti lamanya shalat beliau. Apabila beliau melantunkan bacaannya, bacaannya sangat jelas huruf demi hurufnya.”

Musnad Ahmad 25354

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ أُمِّ مُوسَى عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ وَالَّذِي أَحْلِفُ بِهِ إِنْ كَانَ عَلِيٌّ لَأَقْرَبَ النَّاسِ عَهْدًا بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ عُدْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةً بَعْدَ غَدَاةٍ يَقُولُ جَاءَ عَلِيٌّ مِرَارًا قَالَتْ وَأَظُنُّهُ كَانَ بَعَثَهُ فِي حَاجَةٍ قَالَتْ فَجَاءَ بَعْدُ فَظَنَنْتُ أَنَّ لَهُ إِلَيْهِ حَاجَةً فَخَرَجْنَا مِنْ الْبَيْتِ فَقَعَدْنَا عِنْدَ الْبَابِ فَكُنْتُ مِنْ أَدْنَاهُمْ إِلَى الْبَابِ فَأَكَبَّ عَلَيْهِ عَلِيٌّ فَجَعَلَ يُسَارُّهُ وَيُنَاجِيهِ ثُمَّ قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَوْمِهِ ذَلِكَ فَكَانَ أَقْرَبَ النَّاسِ بِهِ عَهْدًا

Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad], saya telah mendengar dari [Abdullah bin Muhammad bin Abu Syaibah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir bin Abdul Hamid] dari [Mughirah] dari [Ummu Musa] dari [Ummu Salamah] berkata; “Demi Dzat yang aku bersumpah dengan-Nya, sungguh Ali adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam.” Ia berkata; “Setiap kali kami menjenguk Rasulullah shallahu’alahi wa sallam pada waktu shubuh setelah shalat shubuh, beliau pasti mengatakan bahwa Ali telah datang berkali-kali.” Ia berkata; “Saya mengira beliau mengutusnya untuk suatu keperluan.” Ia berkata; “Setelahnya ia datang, aku mengira ia mempunyai keperluan kepada beliau. Kami pun keluar dari rumah dan duduk di pintu dan saya adalah orang yang paling dekat dengan pintu. Ali pun lantas mendekapnya, lantas beliau menjadikannya di sebelah kirinya dan membisikinya. Kemudian pada hari itu, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dicabut nyawanya, dan ia adalah orang yang paling dekat dengan beliau ketika itu.”

Musnad Ahmad 25355

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ قَالَ سَمِعْنَا مِنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ أُمِّ سَلَمَةَ حَدَّثَتْهُ قَالَتْ حَدَّثَتْنِي أُمِّي قَالَتْ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمِيلَةِ فَحِضْتُ فَانْسَلَلْتُ مِنْ الْخَمِيلَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنُفِسْتِ فَقُلْتُ نَعَمْ فَلَبِسْتُ ثِيَابَ حَيْضَتِي فَدَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهُ فِي الْخَمِيلَةِ قَالَتْ وَكُنْتُ أَغْتَسِلُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ قَالَتْ وَكَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ بِنَحْوِهِ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ مِنْ الْجَنَابَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Affan] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hammam] berkata; kami mendengar dari [Yahya bin Abi Katsir] berkata; etlah menceritakan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Zainab binti Ummu Salamah] telah menceritakan kepadanya, [ibuku] telah menceritakan kepadaku; ia berkata; “Ketika aku bersama Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dalam satu selimut, aku kedatangan haidh, aku pun keluar berlahan-lahan dari selimut tersebut. Rasulullah shallahu’alahi wa sallam pun bertanya kepadaku: ‘Apakah engkau sedang haidh? ‘ saya menjawab; ‘Ya, lalu saya memakai pakaian khusus haidhku dan aku kembali masuk dalam selimut bersama Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam.’ Selain itu, aku pun pernah mandi bersama Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dari satu bejana.” Ia berkata; “Beliau pernah mencium ketika beliau sedang berpuasa.” Telah menceritakan kepada kami [Affan] telah menceritakan kepada kami [Aban] dengan sanad yang sama, hanya saja ia meriwayatkan; “Dari satu bejana karena junub.”

Musnad Ahmad 25324

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي شَيْبَانَ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَأَخْرَجَتْ إِلَيْنَا مِنْ شَعْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هُوَ مَخْضُوبٌ أَحْمَرُ بِالْحِنَّاءِ وَالْكَتَمِ

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Al Qasim], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah, yaitu Syaiban] dari [Utsman bin Abdullah] berkata; “Kami pernah menemui [Ummu Salamah], ketika itu ia memperlihatan rambut Nabi shallahu’alaihi wa sallam yang telah dicat warna merah dengan pacar dan inai kepada kami.”

Musnad Ahmad 25340

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ حَدَّثَنِي شَهْرٌ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ تُحَدِّثُ زَعَمَتْ أَنَّ فَاطِمَةَ جَاءَتْ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَشْتَكِي إِلَيْهِ الْخِدْمَةَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ لَقَدْ مَجِلَتْ يَدَيَّ مِنْ الرَّحَى أَطْحَنُ مَرَّةً وَأَعْجِنُ مَرَّةً فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ يَرْزُقْكِ اللَّهُ شَيْئًا يَأْتِكِ وَسَأَدُلُّكِ عَلَى خَيْرٍ مِنْ ذَلِكَ إِذَا لَزِمْتِ مَضْجَعَكِ فَسَبِّحِي اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبِّرِي ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَاحْمَدِي أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ فَذَلِكَ مِائَةٌ فَهُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْ الْخَادِمِ وَإِذَا صَلَّيْتِ صَلَاةَ الصُّبْحِ فَقُولِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ وَعَشْرَ مَرَّاتٍ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ فَإِنَّ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ تُكْتَبُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَتَحُطُّ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَكُلُّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَلَا يَحِلُّ لِذَنْبٍ كُسِبَ ذَلِكَ الْيَوْمَ أَنْ يُدْرِكَهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ الشِّرْكُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَهُوَ حَرَسُكِ مَا بَيْنَ أَنْ تَقُولِيهِ غُدْوَةً إِلَى أَنْ تَقُولِيهِ عَشِيَّةً مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَمِنْ كُلِّ سُوءٍ

Telah menceritkan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid] telah menceritakan kepadaku [Syahr] dia berkata; saya telah mendengar [Ummu Salamah] menceritakan; “ia mengaku bahwa Fathimah pernah datang kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, ia mengadu kepada beliau meminta seorang pembantu.” Ia berkata; “Wahai Rasulullah! Kedua tanganku melepuh karena terkadang saya menggiling dan terkadang membuat adonan.” Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pun bersabda kepadanya: “Bila Allah memberi rezeki kepadamu, pasti akan datang kepadamu. Aku akan tunjukkan kamu pada sesuatu yang lebih baik dari hal itu. Apabila engkau ingin tidur, maka bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertakbirlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali. Itu adalah seratus yang lebih baik bagimu dari pada seorang pembantu. Apabila engkau shalat shubuh, maka ucapkanlah: ‘Tiada Tuhan kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliknya segala kerajaan dan pujian. Ia lah yang menghidupkan dan mematikan dengan tangan-Nya yang baik dan Dia maha Berkuasa atas segala sesuatu.’ Sepuluh kali setelah shalat shubuh dan sepuluh kali setelah shalat maghrib. Karena satiap satu dari kalimat darinya akan dicatat sepuluh kebaikan dan dihapus sepuluh kesalahan. Dan setiap satu kalimat tersebut seperti memerdekakan budak dari anak keturunan Ismail. Pada hari itu, ia tidak berhak mendapatkan dosa kecuali bila ia berbuat syirik, tidak ada Tuhan kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia adalah penjagamu dari gangguan syetan dan kejelekan, semenjak engkau membacanya diwaktu siang hari hingga engkau membacanya diwaktu malamnya.”

Musnad Ahmad 25325

حَدَّثَنَا سَيَّارٌ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ حَبِيبٍ خَتَنُ مَالِكِ بْنِ دِينَارٍ قَالَ حَدَّثَنِي شَيْخٌ مِنْ الْمَدِينَةِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصْلِحِي لَنَا الْمَجْلِسَ فَإِنَّهُ يَنْزِلُ مَلَكٌ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ إِلَيْهَا قَطُّ

Telah menceritakan kepada kami [Sayyar] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ja’far, yaitu Ibnu Sulaiman] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Mughirah bin Habib Khatan Malik bin Dinar], berkata [seorang syaikh] dari Madinah dari [Ummu Salamah], ia berkata; “Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam menuturkan kepadaku; ‘Perbaikilah majelis kita, karena para malaikat akan turun ke bumi yang sebelumnya belum pernah turun sama sekali kepadanya’.”

Musnad Ahmad 25326

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ أَنَّ نَبْهَانَ حَدَّثَهُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ حَدَّثَتْهُ قَالَتْ كُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَيْمُونَةُ فَأَقْبَلَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ حَتَّى دَخَلَ عَلَيْهِ وَذَلِكَ بَعْدَ أَنْ أَمَرَنَا بِالْحِجَابِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجِبَا مِنْهُ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ أَعْمَى لَا يُبْصِرُنَا وَلَا يَعْرِفُنَا قَالَ أَفَعَمْيَاوَانِ أَنْتُمَا لَسْتُمَا تُبْصِرَانِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] dari [Yunus bin Yazid] dari [Azzuhri] bahwa [Nabhan] telah menceritakan kepadanya bahwa [Ummu Salamah] telah menceritakan kepadanya, ia berkata; “Ketika saya dan Maimunah berada di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, Ibnu Ummi Maktum ingin bertemu dengannya dan akhirnya ia pun bertemu dengan beliau. Peristiwa itu terjadi setelah diperintahkannya kami memaki hijab.” Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam pun lantas bersabda: “Pakailah hijab kalian berdua darinya!” kami bertanya; “Wahai Rasulullah! Bukankah ia seorang yang buta, tidak bisa melihat kita dan tidak mengetahui kita.” Beliau menjawab; “Apakah kalian berdua juga buta, bukankah kalian berdua melihatnya.”

Musnad Ahmad 25327

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ وَهْبٍ مَوْلَى أَبِي أَحْمَدَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَهِيَ تَخْتَمِرُ فَقَالَ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Sufyan] dari [Habib] dari [Wahab, pembantu Abu Ahmad] dari [Ummu Salamah] bahwa Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam pernah menemuinya ketika ia sedang memakai jilbab. Beliapun lantas bersabda: “Ikatlah denganlah satu ikatan, tidak dengan dua ikatan.”

Musnad Ahmad 25328

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ أَبِي مُطِيعٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَأَخْرَجَتْ إِلَيْنَا شَعْرًا مِنْ شَعْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَخْضُوبًا بِالْحِنَّاءِ وَالْكَتَمِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sallam bin Abi Muthi’] dari [Utsman bin Abdullah bin Mauhab] berkata; “Saya pernah menemui [Ummu Salamah], lalu ia memperlihatkan rambutnya Rasulullalh shallahu’alaihi wa sallam yang telah dicat dengan pacar dan inai kepada kami.”

Musnad Ahmad 25329

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ أَبِي الْمُعَدِّلِ عَطِيَّةَ الطُّفَاوِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ حَدَّثَتْهُ قَالَتْ بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي يَوْمًا إِذْ قَالَتْ الْخَادِمُ إِنَّ عَلِيًّا وَفَاطِمَةَ بِالسُّدَّةِ قَالَتْ فَقَالَ لِي قُومِي فَتَنَحَّيْ لِي عَنْ أَهْلِ بَيْتِي قَالَتْ فَقُمْتُ فَتَنَحَّيْتُ فِي الْبَيْتِ قَرِيبًا فَدَخَلَ عَلِيٌّ وَفَاطِمَةُ وَمَعَهُمَا الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ وَهُمَا صَبِيَّانِ صَغِيرَانِ فَأَخَذَ الصَّبِيَّيْنِ فَوَضَعَهُمَا فِي حِجْرِهِ فَقَبَّلَهُمَا قَالَ وَاعْتَنَقَ عَلِيًّا بِإِحْدَى يَدَيْهِ وَفَاطِمَةَ بِالْيَدِ الْأُخْرَى فَقَبَّلَ فَاطِمَةَ وَقَبَّلَ عَلِيًّا فَأَغْدَفَ عَلَيْهِمْ خَمِيصَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِلَيْكَ لَا إِلَى النَّارِ أَنَا وَأَهْلُ بَيْتِي قَالَتْ فَقُلْتُ وَأَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ وَأَنْتِ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Auf] dari [Abu Al Adl Athiyah Aththafawi] dari [Ayahnya] bahwa [Ummu Salamah] pernah menceritakan kepadanya, ia berkata; “Pada suatu hari ketika Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam berada di rumahku, ada seorang pembantu yang berkata; ‘Sesungguhnya Ali dan Fathimah sedang berada di tempat duduk.’ Ia berkata; beliau menuturkan kepadaku: ‘Berdirilah untukku dan menjaulah sedikit dari keluargaku.’ Ia berkata; ‘Aku pun berdiri dan sedikit menjauh di rumah, lalu Ali dan Fathimah beserta Hasan dan Husain masuk, ketika itu keduanya masih kecil. Beliau lantas mengambil kedua anak tersebut dan meletakkan di pangkuannya.’ Ia berkata; “Lalu beliau memeluk Ali dengan salah satu tangannya dan Fathimah dengan tangan lainnya. Kemudian beliau mencium Fathimah dan Ali, lantas beliau menutupkan gamis hitamnya kepada mereka sambil berdo’a: ALLAHUMMA ILAIKA LA ILAN NAARI ANA WA AHLU BAITI (Ya Allah, kepada-Mu lah kami menuju, tidak ke neraka, saya dan keluargaku menuju).” Ia berkata; “Wahai Rasululah! Bagaimana denganku?” beliau menjawab: “Engkau juga termasuk.”