Skip to main content

Musnad Ahmad 25376

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ فَزَعَمَ ابْنُ إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ أَتَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضُبَاعَةَ بِنْتَ الزُّبَيْرِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَهِيَ شَاكِيَةٌ فَقَالَ أَلَا تَخْرُجِينَ مَعَنَا فِي سَفَرِنَا هَذَا وَهُوَ يُرِيدُ حَجَّةَ الْوَدَاعِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي شَاكِيَةٌ وَأَخْشَى أَنْ تَحْبِسَنِي شَكْوَايَ قَالَ فَأَهِلِّي بِالْحَجِّ وَقُولِي اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ تَحْبِسُنِي

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Ayahku], berkata [Ibnu Ishaq], dari [Abu Bakr bin Muhammad bin Amru] dari [Abu Salamah] dari [Ummu Salamah] berkata; “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah mendatangi Dhuba’ah binti Azzubair bin Abdul Muthallib, ia sedang sakit.” Lantas beliau bertanya; “Kenapa engkau tidak keluar bersama kami pada perjalanan kita ini.” Hal itu karena beliau ingin melakukan haji wada’. Ia berkata; “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku sedang sakit. Aku khawatir sakitku akan menghalangiku.” Beliau bersabda: “Berniatlah untuk berhaji, dan ucapkanllah: ALLAHUMMA MAHILLI HAITSU TAHBISUNI (Ya Alah, ini adalah kondisiku yang menghalangiku).”

Musnad Ahmad 25361

حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ أَكْثَرُ مَا عَلِمْتُ أُتِيَ بِهِ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمَالِ بِخَرِيطَةٍ فِيهَا ثَمَانِ مِائَةِ دِرْهَمٍ

Telah menceitakan kepada kami [Abu Salamah Al Khuza’i] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Bakr bin Mudlar] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Jubair] dari [Abdullah bin Rafi’, bekad budak Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah] berkata; “Sejauh yang saya ketahui, paling banyak harta yang diberikan kepada Nabi shalallahu’alaihi wa sallam adalah delapan ratus dirham.”

Musnad Ahmad 25377

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي لِلطَّرِيقِ الْأَقْوَمِ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zad] dari [Hasan] dari [Ummu Salamah] bahwa Rasulullah shalallahu’alaimi berdo’a: RABBANAGFIR LI WARHAMNI WAH DINII LITH THARIL AQWAM (Ya Rab Kami, ampunilah dosa-dosaku, rahmatilah aku, dan tunjukkanlah aku ke jalan yang lurus).

Musnad Ahmad 25362

حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ قَالَ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَوْفٍ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ قَالَ حَدَّثَتْنَا أُمُّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي فَجَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا صَدَقَةُ كَذَا وَكَذَا قَالَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَإِنَّ فُلَانًا تَعَدَّى عَلَيَّ قَالَ فَنَظَرُوهُ فَوَجَدُوهُ قَدْ تَعَدَّى عَلَيْهِ بِصَاعٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَيْفَ بِكُمْ إِذَا سَعَى مَنْ يَتَعَدَّى عَلَيْكُمْ أَشَدَّ مِنْ هَذَا التَّعَدِّي

Telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin Adi] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ubaidullah bin Amru] dari [Zaid bin Abu Unaisah] dari [Al Qasim bin Auf Asysyaibani] dari [Ali bin Husain] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ummu Salamah] berkata; “Ketika Rasulullah berada di rumahku, ada seorang lelaki datang seraya bersabda: ‘Wahai Rasulullah! Apa shadaqohnya begini dan begini? ‘ Beliau menjawab: ‘Begini dan begini.’ Ia berkata; ‘Sesungguhnya si fulan memusuhiku.’ Ia berkata; ‘Mereka pun mendapatinya bermusuhan dengannya hanya karena masalah sha’.’ Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: ‘Bagaimana dengan kalian, apabila ada orang yang berusaha memusuhi kalian lebih keras dari permusuhan ini? ‘”

Musnad Ahmad 25378

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْحَسَنِ الْأَحْوَلُ يَعْنِي عَلِيَّ بْنَ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ أَبِي سَهْلٍ عَنْ مُسَّةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَتْ النُّفَسَاءُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقْعُدُ بَعْدَ نِفَاسِهَا أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً وَكُنَّا نَطْلِي عَلَى وُجُوهِنَا الْوَرْسَ مِنْ الْكَلَفِ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] telah menceritakan kepaa kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Hasan Al Ahwal, yaitu Ali bin Abdul A’la] dari [Abu Sahl] dari [Mussah] dari [Ummu Salamah] berkata; “Pada masa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, orang yang bernifas duduk (tidak shalat) setelah melahirkan selama empat puluh hari atau empat puluh malam. Dan kami mengecat wajah-wajah kami dengan inai karena wajah kami agak kemerahan.”

Musnad Ahmad 25363

حَدَّثَنَا يُونُسُ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ يَعْنِي ابْنَ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ شَيْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَنَا لَا نُذْكَرُ فِي الْقُرْآنِ كَمَا يُذْكَرُ الرِّجَالُ قَالَتْ فَلَمْ يَرُعْنِي مِنْهُ يَوْمًا إِلَّا وَنِدَاؤُهُ عَلَى الْمِنْبَرِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَالَتْ وَأَنَا أُسَرِّحُ رَأْسِي فَلَفَفْتُ شَعْرِي ثُمَّ دَنَوْتُ مِنْ الْبَابِ فَجَعَلْتُ سَمْعِي عِنْدَ الْجَرِيدِ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ { إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ } هَذِهِ الْآيَةَ قَالَ عَفَّانُ { أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا }

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] dan [Affan] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid, yaitu Ibnu Ziyad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Hakim] dari [Abdullah bin Rafi’] dari [Ummu Salamah], berkata [Affan] dalam hadisnya, ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Syaibah] berkata; saya telah mendengar [Ummu Salamah] berkata; saya bertanya; “Wahai Rasulullah! Kenapa kami tidak disebut di dalam Al Qur’an sebagaimana para lelaki disebut?” ia berkata; “Pada hari itu beliau tidak menjawabnya kecuali beliau menyerukan di atas mimbar: ‘Wahai Manusia’!” lalu aku menyisiri rambutku dan mengepangnya. Kemudian aku mendekat ke pintu dan aku memasang pendengaranku, saya mendengar beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Azzawajalla berfirman: ‘Sesungguhnya orang-orang muslim dan beriman, baik lelaki atau perempuan ayat ini, Affan meriwayatkan; ‘Allah akan menyiapkan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Musnad Ahmad 25379

حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عُمَرَ عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ جَاءَتْ فَاطِمَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَقَالَ لَيْسَ ذَلِكَ بِالْحَيْضِ إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ لِتَقْعُدْ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ لِتَغْتَسِلْ ثُمَّ لِتَسْتَثْفِرْ بِثَوْبٍ وَلْتُصَلِّ

Telah menceritakan kepada kami [Suraij] telah menceritakan kepada kami [Abdullah, yaitu Ibnu Umar] dari [Salim Abi An Nadhr] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Ummu Salamah] berkata; “Fathimah pernah datang kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam seraya bertanya; ‘Bagaimana, sesungguhnya aku sedang beristihadlah? ‘ beliau bersabda: ‘Sesungguhnya itu bukanlah haidh, tapi itu adalah lendir. Hendaknya engkau duduk (tidak shalat) pada hari-hari haidhmu, lalu mandilah. Kemudian hendaknya engkau menutupnya dengan kain, lalu shalatlah’!”

Musnad Ahmad 25364

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ قَالَ حَدَّثَنِي شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ تُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُكْثِرُ فِي دُعَائِهِ أَنْ يَقُولَ اللَّهُمَّ مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَإِنَّ الْقُلُوبَ لَتَتَقَلَّبُ قَالَ نَعَمْ مَا مِنْ خَلْقِ اللَّهِ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ بَشَرٍ إِلَّا أَنَّ قَلْبَهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَإِنْ شَاءَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَقَامَهُ وَإِنْ شَاءَ اللَّهُ أَزَاغَهُ فَنَسْأَلُ اللَّهَ رَبَّنَا أَنْ لَا يُزِيغَ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا وَنَسْأَلُهُ أَنْ يَهَبَ لَنَا مِنْ لَدُنْهُ رَحْمَةً إِنَّهُ هُوَ الْوَهَّابُ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تُعَلِّمُنِي دَعْوَةً أَدْعُو بِهَا لِنَفْسِي قَالَ بَلَى قُولِي اللَّهُمَّ رَبَّ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي وَأَجِرْنِي مِنْ مُضِلَّاتِ الْفِتَنِ مَا أَحْيَيْتَنَا

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid] berkata; telah menceritakan kepadaku [Syahru bin Hausyab] berkata; saya telah mendengar [Ummu Salamah] meceritakan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam memperbanyak dalam do’anya: ALLAHUMMAA MUQALLIBAL QULUB TSABIT QALBI ‘ALA DINIK (Ya Allah, yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu). Ia berkata; saya berkata; “Wahai Rasululah! Apakah hati itu berbolak balik?” beliau menjawab: “Ya, tidaklah ciptaan Allah dari manusia anak keturunan Adam kecuali hatinya berada di antara dua jari dari jari-jari Allah. Bila Allah Azzawajalla berkehendak, Ia akan meluruskannya, dan jiwka Allah berkehendak, Ia akan menyesatkannya. Maka kami memohon kepada Allah; ‘Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah kami diberi petunjuk.’ Dan kami memohon kepada-Nya supaya memberikan kepada kita rahmat dari sisinya, sesungguhnya dia adalah Maha Pemberi’.” Saya bertanya; “Wahai Rasulullah! Tidakkah engkau mengajarkan do’a, supaya aku berdo’a dengannya untuk diriku?” beliau menjawab: “Baik, ucapkanlah: ALLAHUMMA RABBA MUHAMMADINNABI IGHFIR LII DZANBI WA ADZHIB GHAIZHA QALBI WA AJURNI MIN MUDLILATIL FITAN MA AHYAYTANA (Ya Allah, Tuhan-nya nabi Muhammad, ampunilah dosaku, dan hilangkanlah kemarahan yang ada di hatiku, dan berilah aku pahala dalam menghadapi kesesatan dan fitnah selama Engkau masih menghidupkan kami).”

Musnad Ahmad 25380

حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَعَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَا حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عَامِرِ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ أَخِي أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ جُنُبًا ثُمَّ يُصْبِحُ صَائِمًا

Telah menceritakan kepada kami [Rauh] dan [Abdul Wahab] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa’id] dari [Qatadah] dari [Sa’id bin Al Musayyab] dari [Amir bin Abi Umayah, saudara Ummu salamah] dari [Ummu Salamah] berkata; “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah junub di pagi hari, kemudian beliau mandi dan berpuasa.”

Musnad Ahmad 25365

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ وَعَفَّانُ وَبَهْزٌ قَالُوا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ ضَبَّةَ بْنِ مُحْصِنٍ قَالَ عَفَّانُ وَبَهْزٌ الْعَنَزِيِّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهَا سَتَكُونُ أُمَرَاءُ تَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَمَنْ كَرِهَ بَرِئَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ فَقَالَ أَلَا نَقْتُلُهُمْ فَقَالَ لَا مَا صَلَّوْا وَقَالَ بَهْزٌ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَقَالَ بَهْزٌ أَلَا نَقْتُلُهُمْ وَقَالَ بَهْزٌ فِي حَدِيثِهِ قَالَ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ وَقَالَ عَفَّانُ وَبَهْزٌ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا سَتَكُونُ

Telah menceritakan kepada kami [Abdushshomad] dan [Affan] dan [Bahz] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qotadah] dari [Al Hasan] dari [Dhabbah bin Muhshin], berkata [Affan] dan [Bahz Al Anbari] dari [Ummu Salamah] bahwasanya dia telah mendengar Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya akan bermunculan para pemimpin yang kalian mengakuinya dan mengingkarinya. Barangsiapa yang mengingkarinya maka dia telah selamat, dan barangsiapa yang membencinya maka dia telah berlepas darinya. Akan tetapi, barangsiapa yang ridha dan mengikutinya.” Ia berkata; “Tidakkah kita memerangi mereka?” beliau menjawab: “Tidak, selama mereka masih shalat.” Bahz meriwayatkan; “Barangsiapa yang mengakuinya maka telah berlepas darinya.” Bahz juga meriwayatkan; “Tidakkah kita memerangi mereka?” bahz berkata dalam haditnya, ia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Qatadah] berkata [Affan] dan [Bahz], sesungguhnya Nabi shalallahu’alahi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian akan menjadi.”