Skip to main content
Sunan Daruquthni 3630

سنن الدارقطني 3630: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ , نا دَاوُدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَطَّارُ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , قَالَ: «أَيُّمَا امْرَأَةٍ غُرَّ بِهَا رَجُلٌ بِهَا جُنُونٌ أَوْ جُذَامٌ أَوْ بَرَصٌ فَلَهَا مَهْرُهَا بِمَا أَصَابَ مِنْهَا , وَصَدَاقُ الرَّجُلِ عَلَى وَلِيِّهَا الَّذِي غَرَّهُ»

Sunan Daruquthni 3630: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abdul A’la bin Hammad menceritakan kepada kami, Daud bin Abdurrahman Al Aththar menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Umar bin Khaththab, dia berkata, “Wanita mana saja yang suaminya tertipu karenanya, dan ia (wanita itu) menderita gila, kusta, atau sopak, maka ia berhak mendapatkan mahar sesuai dengan apa yang telah menimpanya (disetubuhi), dan suaminya berhak meminta kembali mahar kepada wali wanita tersebut yang telah menipunya.”