Skip to main content
Sunan Daruquthni 3488

سنن الدارقطني 3488: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا عَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ الْغَسِيلِ , عَنْ عَمَّتِهِ سَكِينَةَ بِنْتِ حَنْظَلَةَ قَالَتِ: اسْتَأْذَنَ عَلَيَّ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ وَلَمْ تَنْقَضِ عِدَّتِي مِنْ مَهْلَكِ زَوْجِي , فَقَالَ: قَدْ عَرَفْتِ قَرَابَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَرَابَتِي مِنْ عَلِيٍّ وَمَوْضِعِي فِي الْعَرَبِ , قُلْتُ: غَفَرَ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا جَعْفَرٍ إِنَّكَ رَجُلٌ يُؤْخَذُ عَنْكَ تَخْطُبُنِي فِي عِدَّتِي , قَالَ: إِنَّمَا أَخْبَرْتُكِ لِقَرَابَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِنْ عَلِيٍّ وَقَدْ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ وَهِيَ مُتَأَيِّمَةٌ مِنْ أَبِي سَلَمَةَ , فَقَالَ: «لَقَدْ عَلِمْتِ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخِيرَتُهُ وَمَوْضِعِي فِي قَوْمِي» كَانَتْ تِلْكَ خُطْبَتُهُ

Sunan Daruquthni 3488: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abbas bin Muhammad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ash-Shalt menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Sulaiman bin Al Ghasil menceritakan kepada kami dari bibinya Sakinah binti Hanzhalah, dia berkata: Muhammad bin Ali pernah minta izin masuk menemuiku dan pada saat itu aku masih dalam masa iddah setelah suamiku meninggal. Ia berkata, “Kau tahu kan, hubunganku dengan Rasulullah SAW dan Ali, serta kedudukan di kalangan bangsa Arab.” Aku lalu berkata kepadanya, “Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Ja’far, engkau orang yang menjadi panutan dan sekarang engkau melamarku di masa iddah-ku belum habis?” Ia menjawab, “Aku hanya mengabarkan kepadamu hubunganku dengan Rasulullah SAW dan Ali. Bukankah Rasulullah SAW juga pernah menemui Ummu Salamah setelah ia baru saja ditinggal mati Abu Salamah dan beliau berkata, ‘Engkau sudah tahu bahwa aku ini utusan Allah dan manusia pilihannya serta kedudukanku di kaumku” Itu adalah bentuk pinangan darinya.