Shahih Ibnu Khuzaimah 1619
صحيح ابن خزيمة 1619: نا بُنْدَارٌ، ثنا بَدَلُ بْنُ الْمُحَبَّرِ، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ أَبَا بَكْرٍ صَلَّى بِالنَّاسِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصَّفِّ خَلْفَهُ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فَلَمْ يَصِحَّ الْخَبَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ هُوَ الْإِمَامَ فِي الْمَرَضِ الَّذِي تُوُفِّيَ فِيهِ فِي الصَّلَاةِ الَّتِي كَانَ هُوَ فِيهَا قَاعِدًا، وَأَبُو بَكْرٍ وَالْقَوْمٌ قِيَامٌ؛ لِأَنَّ فِي خَبَرِ مَسْرُوقٍ، وَعُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ كَانَ الْإِمَامَ، وَالنَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَأْمُومٌ، وَهَذَا ضِدُّ خَبَرِ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، وَخَبَرِ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ، عَلَى أَنَّ شُعْبَةَ بْنَ الْحَجَّاجِ قَدْ بَيَّنَ فِي رِوَايَتِهِ عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الْأَسْوَدِ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ مِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ: كَانَ أَبُو بَكْرٍ الْمُقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ أَبِي بَكْرٍ، وَإِذَا كَانَ الْحَدِيثُ الَّذِي بِهِ احْتَجَّ مَنْ زَعَمَ أَنَّ فِعْلَهُ الَّذِي كَانَ فِي سَقْطَتِهِ مِنَ الْفَرَسِ، وَأَمْرَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالِاقْتِدَاءِ بِالْأَئِمَّةِ وَقُعُودِهِمْ فِي الصَّلَاةِ إِذَا صَلَّى إِمَامُهُمْ قَاعِدًا، مَنْسُوخٌ غَيْرُ صَحِيحٍ مِنْ جِهَةِ النَّقْلِ، فَغَيْرُ جَائِزٍ لِعَالِمٍ أَنْ يَدَّعِيَ نَسْخَ مَا قَدْ صَحَّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْأَخْبَارِ الْمُتَوَاتِرَةِ بِالْأَسَانِيدِ الصِّحَاحِ مِنْ فِعْلِهِ وَأَمْرِهِ بِخَبَرٍ مُخْتَلَفٍ فِيهِ عَلَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ زَجَرَ عَنْ هَذَا الْفِعْلِ الَّذِي ادَّعَتْهُ هَذِهِ الْفِرْقَةُ فِي خَبَرِ عَائِشَةَ الَّذِي ذَكَرْنَا أَنَّهُ مُخْتَلَفٌ فِيهِ عَنْهَا، وَأَعْلَمَ أَنَّهُ فِعْلُ فَارِسَ وَالرُّومِ بِعُظَمَائِهَا، يَقُومُونَ وَمُلُوكُهُمْ قَعُودٌ، وَقَدْ ذَكَرْنَا هَذَا الْخَبَرَ فِي مَوْضِعِهِ، فَكَيْفَ يَجُوزُ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَا قَدْ صَحَّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الزَّجْرِ عَنْهُ اسْتِنَانًا بِفَارِسَ وَالرُّومِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَصِحَّ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَمْرُ بِهِ وَإِبَاحَتُهُ بَعْدَ الزَّجْرِ عَنْهُ؟ وَلَا خِلَافَ بَيْنِ أَهْلِ الْمَعْرِفَةِ بِالْأَخْبَارِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ صَلَّى قَاعِدًا وَأَمَرَ الْقَوْمَ بِالْقُعُودِ، وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى الْقِيَامِ، لَوْ سَاعَدَهُمُ الْقَضَاءُ، وَقَدْ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَأْمُومِينَ بِالِاقْتِدَاءِ بِالْإِمَامِ وَالْقُعُودِ إِذَا صَلَّى الْإِمَامُ قَاعِدًا، وَزَجَرَ عَنِ الْقِيَامِ فِي الصَّلَاةِ إِذَا صَلَّى الْإِمَامُ قَاعِدًا، وَاخْتَلَفُوا فِي نَسْخِ ذَلِكَ، وَلَمْ يَثْبُتْ خَبَرٌ مِنْ جِهَةِ النَّقْلِ بِنَسْخِ مَا قَدْ صَحَّ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّا ذَكَرْنَا مِنْ فِعْلِهِ وَأَمْرِهِ، فَمَا صَحَّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاتَّفَقَ أَهْلُ الْعِلْمِ عَلَى صِحَّتِهِ يَقِينٌ، وَمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَلَمْ يَصِحَّ فِيهِ خَبَرٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَكٌّ، وَغَيْرُ جَائِزٍ تَرْكُ الْيَقِينِ بِالشَّكِّ، وَإِنَّمَا يَجُوزُ تَرْكُ الْيَقِينِ بِالْيَقِينِ. فَإِنْ قَالَ قَائِلٌ غَيْرُ مُنْعِمِ الرَّوِيَّةِ: كَيْفَ يَجُوزُ أَنْ يُصَلِّيَ قَاعِدًا مَنْ يَقْدِرُ عَلَى الْقِيَامِ؟ قِيلَ لَهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ: يَجُوزُ ذَلِكَ أَنْ يُصَلِّيَ بِأَوْلَى الْأَشْيَاءِ أَنْ يَجُوزَ بِهِ، وَهِيَ سُنَّةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَمَرَ بِاتِّبَاعِهَا، وَوَعَدَ الْهُدَى عَلَى اتِّبَاعِهَا، فَأَخْبَرَ أَنَّ طَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَاعَتُهُ عَزَّ وَجَلَّ، وَقَوْلُهُ كَيْفَ يَجُوزُ لِمَا قَدْ صَحَّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَمْرُ بِهِ، وَثَبَتَ فِعْلُهُ لَهُ – بِنَقْلِ الْعَدْلِ عَنِ الْعَدْلِ مَوْصُولًا إِلَيْهِ بِالْأَخْبَارِ الْمُتَوَاتِرَةِ – جَهْلٌ مِنْ قَائِلِهِ وَقَدْ صَحَّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ جَمِيعِ أَهْلِ الْعِلْمِ بِالْأَخْبَارِ الْأَمْرُ بِالصَّلَاةِ قَاعِدًا إِذَا صَلَّى الْإِمَامُ قَاعِدًا، وَثَبَتَ عِنْدَهُمْ أَيْضًا أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى قَاعِدًا بِقُعُودِ أَصْحَابِهِ لَا مَرَضَ بِهِمْ، وَلَا بِأَحَدٍ مِنْهُمْ. وَادَّعَى قَوْمٌ نَسْخَ ذَلِكَ، فَلَمْ تَثْبُتْ دَعْوَاهُمْ بِخَبَرٍ صَحِيحٍ لَا مُعَارِضَ لَهُ، فَلَا يَجُوزُ تَرْكُ مَا قَدْ صَحَّ مِنْ أَمْرِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَفِعْلِهِ فِي وَقْتٍ مِنَ الْأَوْقَاتِ، إِلَّا بِخَبَرٍ صَحِيحٍ عَنْهُ، يَنْسَخُ أَمْرَهُ ذَلِكَ وَفِعْلَهُ. وَوُجُودُ نَسْخِ ذَلِكَ بِخَبَرٍ صَحِيحٍ مَعْدُومٌ، وَفِي عَدَمِ وُجُودِ ذَلِكَ بُطْلَانُ مَا ادَّعَتْ، فَجَازَتِ الصَّلَاةُ قَاعِدًا إِذَا صَلَّى الْإِمَامُ قَاعِدًا اقْتِدَاءً بِهِ عَلَى أَمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِعْلِهِ، وَاللَّهُ الْمُوَفَّقُ لِلصَّوَابِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 1619: Bundar memberitakan kepada kami, Badai bin Al Muhabbar memberitakan kepada kami, Syu’bah memberitakan kepada kami, dari Musa bin Abu Aisyah, dari Ubidillah bin Abdullah, dari Aisyah bahwasanya Abu Bakar menjadi imam shalat kaum muslimin, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam barisan shalat di belakangnya. Abu Bakar berkata, “Sebenarnya hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu menjadi imam shalat sambil duduk pada saat beliau menderita sakit parah yang menyebabkan beliau meninggal dunia, sedangkan Abu Bakar dan kaum muslimin lainnya berdiri itu tidak shahih (benar). Hal itu disebabkan karena dalam hadis Masruq dan Ubaidillah bin Abdullah yang menerima hadis dari Aisyah menyebutkan bahwasanya Abu Bakar itu adalah imam shalatnya dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi makmum. Tentunya ini berlawanan dengan hadis Hisyam yang menerima hadis dari bapaknya, sedangkan bapaknya menerima hadis dari Aisyah dan hadis Ibrahim yang menerima hadis dari Al Aswad, sementara Al Aswad menerima hadis dari Aisyah. Dan Syu’bah bin Al Hajjaj telah menjelaskan dalam riwayatnya dari A’masy dari Ibrahim dari Al Aswad dari Aisyah bahwa ada sebagian orang yang berpendapat bahwa Abu Bakar lah yang telah maju di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan pendapat yang lain mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lah yang telah maju di hadapan Abu Bakar . Hadis tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terluka setelah jatuh dari kudanya dan menjadi imam kemudian perintahnya untuk mengikuti imam dalam shalat dengan berbagai keadaannya yang dijadikan dalil seorang makmum harus mengikuti imamnya dalam berbagai keadaan adalah telah terhapus, dan pendapat ini adalah pendapat yang keliru, dan seorang ulama tidak boleh mengatakan hadis yang sudah shahih terhapus oleh suatu khabar yang masih dipertanyakan keshahihannya. Nabi sendiri telah mengancam orang-orang yang memutar balikan hadis Nabi seperti kelompok yang berdalil dari hadis Aisyah ini. Dan perlu diketahui bahwasannya hal tersebut (seorang pemimpin melaksanakan suatu ritual ibadah dengan duduk dan pengikutnya (makmum)nya berdiri) adalah perbuatan bangsa Persia dan Romawi. Suatu kemustahilan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan seuatu perbuatan dan memerintahkan umatnya dengan meniru bangsa Persia dan Romawi, para ahli ma’rifah pun tidak menyangkal hadis yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dengan duduk dan memerintahkan makmumnya untuk duduk walaupun pada dasarnya mereka mampu untuk berdiri, dan mengecam makmum yang tidak mengikuti imamnya pada berbagai keadaan, dan khabar (170 B) adalah tidak shahih dibandingkan dengan hadis yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dengan duduk dan memerintahkan makmumnya untuk duduk.Dan hadis yang tidak dipermasalahkan adalah hadis suatu keyakinan, sedangkan yang dipermasalahkan adalah suatu keragu-raguan, dan tidak boleh meninggalkan sesuatu yang sudah diyakini kepada sesuatu yang masih ragu-ragu, tetapi boleh meninggalkan sesuatu yang diyakini dengan sesuatu yang sudah diyakini lainnya. Jika seorang yang tidak kompeten dalam hal periwayatan mengatakan, Mungkinkah seorang yang mampu berdiri shalat dengan duduk?jawabannya adalah Semua itu atas kehendak Allah , dan yang demikian merupakan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan taat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sama saja dengan menaati Allah . Kemudian mereka bertanya lagi, bagaimana mungkin sesuatu yang telah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetapi perawinya masih misterius?. Dan hadis tentang perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi makmum untuk mengikuti imamnya yang shalat dengan duduk adalah tidak diragukan lagi keshahihannya, tetapi masih ada saja yang mengatakan bahwa hadis tersebut telah terhapus dan pendapat ini dalilnya sangat lemah, dan menghapus suatu hadis yang shahih tidak berlaku kecuali dengan hadis shahih lainnya, maka hal penghapusan suatu hadis adalah tidak benar, oleh karena itu dibolehkan shalat dengan duduk karena mengikuti imam yang shalat dengan duduk berdasarkan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan