Shahih Ibnu Hibban 2509
صحيح ابن حبان 2509: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَهُوَ جَالِسٌ بَعْدَمَا دَخَلَ فِي السِّنِّ، وَكَانَ إِذَا بَقِيَ عَلَيْهِ مِنَ السُّورَةِ ثَلاَثُونَ آيَةً قَامَ فَقَرَأَهَا، ثُمَّ رَكَعَ.
Shahih Ibnu Hibban 2509: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ali bin Hjur As-Sa’di menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir bin Abdul Hamid menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, dia berkata, “Nabi shalat dalam keadaan duduk setelah beliau masuk usia tua. Apabila sudah tersisa dari bacaannya 30 ayat, beliau kembali berdiri menyelesaikan bacaan surah tersebut, baru kemudian ruku.”407 [1:4]
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan