Shahih Ibnu Hibban 2278
صحيح ابن حبان 2278: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لاَ يُوطِنُ الرَّجُلُ الْمَسْجِدَ لِلصَّلاَةِ أَوْ لِذِكْرِ اللهِ إِلاَّ تَبَشْبَشَ اللَّهُ بِهِ كَمَا يَتَبَشْبَشُ أَهْلُ الْغَائِبِ إِذَا قَدِمَ عَلَيْهِمْ غَائِبُهُمْ.
Shahih Ibnu Hibban 2278: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali menceritakan kepada kami, dia berkata: Utsman bin Umar mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Dzi’b menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Abu Sa’id, dari Sa’id bin Yasar104, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tidak ada orang yang menetapkan tempat khusus di masjid untuk shalat dan dzikir melainkan Allah akan menyambutnya bagaikan keluarga yang telah lama ditinggalkan menyambut gembira keluarganya yang baru datang dari perjalanan.”105 [39:2]
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan