Skip to main content
Musnad Ahmad 25684

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي عَلَى ضَرَّةٍ فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ أَنْ أَتَشَبَّعَ مِنْ زَوْجِي بِمَا لَمْ يُعْطِنِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Fatimah binti Al Mundzir] dari [Asma’ binti Abu Bakar] dia berkata, “Seorang wanita datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya dalam keadaan membutuhkan, maka apakah saya berdosa jika saya mencari kelebihan (kecukupan) dari suamiku sesuatu yang belum pernah dia berikan padaku?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda: “Orang yang mencari kelebihan dengan sesuatu yang belum diberikan padanya seperti seorang yang mengenakan dua kain zur; kebohongan dan kebatilan.”