Skip to main content

Sunan Daruquthni 4538

سنن الدارقطني 4538: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ , وَأَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ الْمَخْزُومِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ وَاللَّفْظُ لِعَبْدِ الْجَبَّارِ , قَالُوا: نا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ مَسْرُورًا , فَقَالَ: ” أَلَمْ تَرِي يَا عَائِشَةُ أَنَّ مُجَزِّزًا الْمُدْلِجِيَّ دَخَلَ عَلَيَّ فَرَأَى أُسَامَةَ , وَزَيْدًا وَعَلَيْهِمَا قَطِيفَةً قَدْ غَطَّيَا رُءُوسَهُمَا وَبَدَتْ أَقْدَامُهُمَا , فَقَالَ: هَذِهِ الْأَقْدَامُ بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ “

Sunan Daruquthni 4538: Abu Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Abdul Jabbar bin Al Ala’, Abu Ubaidullah Al Makhzumi dan Muhammad bin Abu Abdurrahman Al Muqri — lafazhnya dari Abdul Jabbar— menceritakan kepada kami, mereka berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah RA, dia berkata: Pada suatu hari, Nabi SAW masuk ke tempatku dengan gembira, lalu beliau berkata, “Tahukah engkau wahai Aisyah, tadi Mujazziz Al Mudliji datang ke tempatku, lalu dia melihat Usamah dan Zaid, saat keduanya telah ditutupi dengan kain pada kepala (yakni tubuh bagian atas) mereka, sementara kaki mereka masih menonjol, kemudian dia berkata, ‘Sesungguhnya kaki-kaki ini sebagiannya dari sebagian yang lain’.” (yakni yang seorang berasal dari yang seorang lagi).

Sunan Daruquthni 4523

سنن الدارقطني 4523: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ يَزِيدَ , قَالَ سُفْيَانُ: وَأَنَا لِحَدِيثِ يَحْيَى أَحْفَظُ , قَالَ سُفْيَانُ: فَذَكَرْتُهُ لِرَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , فَحَدَّثَنِي عَنْ يَزِيدَ مَوْلَى الْمُنْبَعِثِ , عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ , قَالَ: أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: مَا تَقُولُ فِي ضَالَّةِ الْإِبِلِ؟ , فَغَضِبَ وَاحْمَرَّتْ وَجْنَتَاهُ , فَقَالَ: «مَا لَهُ وَلَهَا مَعَهَا الْحَذَّاءُ وَالسِّقَاءُ تَرِدُ الْمَاءَ وَتَأْكُلُ مِنَ الشَّجَرِ حَتَّى يَأْتِيَهَا رَبُّهَا» , قَالَ: فَضَالَةُ الْغَنَمِ؟ , قَالَ: «خُذْهَا هِيَ لَكَ أَوْ لِأَخِيكَ أَوْ لِلذِّئْبِ»

Sunan Daruquthni 4523: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abu Israil menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Yazid —Sufyan berkata, namun aku lebih hafal tentang hadis Yahya,— Sufyan berkata: Aku menyebutkannya kepada Rabi’ah bin Abu Abdurrahman, lalu dia menceritakan dari Yazid maula Al Munba’its, dari Zaid bin Khalid, dia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, ‘Bagaimana menurutmu tentang unta yang tersesat?’ Beliau marah dan kedua belah pipinya memerah lalu berkata, ”Ada apa denganmu dan unta itu? Bersamanya ada sepatu dan tempat minum. Dia bisa pergi ke tempat air dan makan dedaunan pohon hingga ditemukan pemiliknya.’ Orang itu berkata lagi, ‘Bagaimana dan kambing yang tersesat?’ Beliau menjawab, ‘Silakan mengambilnya. Dia bisa menjadi milikmu, atau milik saudaramu, atau milik srigala’.”

Sunan Daruquthni 4539

سنن الدارقطني 4539: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ , نا عَمِّي , أَخْبَرَنِي يُونُسُ , وَاللَّيْثُ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسْرُورًا فَرِحًا , فَقَالَ: ” أَلَمْ تَرِي أَنَّ مُجَزِّزًا الْمُدْلِجِيَّ وَنَظَرَ إِلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ مُضْطَجِعًا مَعَ أَبِيهِ , فَقَالَ: هَذِهِ أَقْدَامٌ بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ ” , وَكَانَ مُجَزِّزٌ قَائِفًا

Sunan Daruquthni 4539: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb menceritakan kepada kami, pamanku menceritakan kepada kami, Yunus dan AlLaits mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah SAW pernah datang ke tempatku dalam keadaan riang gembira, lalu beliau bersabda, “Tahukah engkau, bahwa Mujazziz Al Mudliji telah melihat Usamah bin Zaid yang tengah terlentang bersama ayahnya, lalu dia berkata, ‘Sesungguhnya kaki-kaki ini sebagiannya dari sebagian yang lain’. ” Mujazziz adalah seorang ahli garis keturunan.

Sunan Daruquthni 4524

سنن الدارقطني 4524: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ , وَهِشَامُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ , أَنَّ رَجُلًا مِنْ مُزَيْنَةَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: كَيْفَ تَرَى يَا رَسُولَ اللَّهِ فِي حَرِيسَةِ الْجَبَلِ؟ , قَالَ: «هِيَ وَمِثْلُهَا وَالنَّكَالُ لَيْسَ فِي شَيْءٍ مِنَ الْمَاشِيَةِ قَطْعٌ إِلَّا مَا أَوَاهُ الْمُرَاحُ فَبَلَغَ ثَمَنَ الْمِجَنِّ فَفِيهِ قَطْعُ الْيَدِ , وَمَا لَمْ يَبْلُغْ ثَمَنَ الْمِجَنِّ فَفِيهِ غَرَامَتُهُ وَجَلَدَاتُ نَكَالٍ» , قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى فِي الثَّمَرِ الْمُعَلَّقِ؟ , قَالَ: «هُوَ وَمِثْلُهُ مَعَهُ وَالنَّكَالُ وَلَيْسَ فِي شَيْءٍ مِنَ الثَّمَرِ الْمُعَلَّقِ قَطْعٌ إِلَّا مَا أَوَاهُ الْجَرِينُ فَمَا أُخِذَ مِنَ الْجَرِينِ فَبَلَغَ ثَمَنَ الْمِجَنِّ فَفِيهِ الْقَطْعُ , وَمَا لَمْ يَبْلُغْ ثَمَنَ الْمِجَنِّ فَفِيهِ غَرَامَتُهُ وَجَلَدَاتُ نَكَالٍ» , قَالَ: فَكَيْفَ تَرَى فِيمَا يُوجَدُ فِي الطَّرِيقِ الْمِيتَاءِ وَفِي الْقَرْيَةِ الْمَسْكُونَةِ؟ , قَالَ: «عَرِّفْهُ سَنَةً فَإِنْ جَاءَ بَاغِيهِ فَادْفَعْهُ إِلَيْهِ وَإِلَّا فَشَأْنُكَ بِهِ فَإِنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْمًا مِنَ الدَّهْرِ فَأَدِّهَا إِلَيْهِ وَمَا كَانَ فِي الطَّرِيقِ غَيْرِ الْمِيتَاءِ وَالْقَرْيَةِ غَيْرِ الْمَسْكُونَةِ، فَفِيهِ وَفِي الرِّكَازِ الْخُمُسُ» , قَالَ: كَيْفَ تَرَى فِي ضَالَّةِ الْغَنَمِ؟ , قَالَ: «طَعَامٌ مَأْكُولٌ لَكَ أَوْ لِأَخِيكَ أَوْ لِلذِّئْبِ احْبِسْ عَلَى أَخِيكَ ضَالَّتَهُ» , قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى فِي ضَالَّةِ الْإِبِلِ؟ , قَالَ: «مَا لَكَ وَلَهَا مَعَهَا سِقَاؤُهَا وَحِذَاؤُهَا , وَلَا يُخَافُ عَلَيْهَا الذِّئْبَ , تَأْكُلُ الْكَلَأَ وَتَرِدُ الْمَاءَ دَعْهَا حَتَّى يَأْتِيَ طَالِبُهَا»

Sunan Daruquthni 4524: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Amr bin Al Harits dan Hisyam bin Sa’d mengabarkan kepadaku, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, —yakni Abdullah bin Amr bin Al Ash,— bahwa seorang laki-laki dari Muzainah datang kepada Nabi SAW lalu berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang ternak bukit?” Beliau menjawab, “ternak bukit dan yang sama dengannya ada sanksi hukuman. Tidak ada hukuman potong tangan dalam kasus (pencurian) ternak kecuali yang dikandangkan dan nilainya mencapai harga baju besi, maka untuk itu berlaku hukum potong tangan. Adapun yang tidak mencapai nilai baju besi, maka dikenakan denda di samping hukuman cambuk.‘ Dia berkata lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana dan buah yang masih menggantung?” Beliau menjawab, “Dan yang sama dengannya ada sanksi dihukuman. Tidak ada hukum potong tangan dalam kasus (pencurian) buah-buahan kecuali yang telah dimasukkan ke dalam gudang (tempat penyimpanan) dan nilainya mencapai harga baju besi, maka itu berlaku hukum potong tangan. Adapun yang tidak mencapai nilai baju besi, dikenakan denda di samping hukuman cambuk.” Orang itu berkata lagi, “Bagaimana menurutmu tentang yang ditemukan di jalanan bersama (di dalam pemukiman) dan di dalam desa yang dihuni?” Beliau menjawab, “Umumkanlah selama satu tahun. Bila pemiliknya datang maka serahkanlah kepadanya, jika tidak, maka terserah padamu. Jika pada suatu hari pemiliknya datang, maka serahkanlah kepadanya. Sedangkan yang ditemukan di tempat selain jalanan bersama dan di desa yang tidak dihuni, maka untuk itu dan rikaz (penemuan harta terpendam) harus dikeluarkan seperlimanya.” Orang itu berkata lagi, “Bagaimana menurutmu tentang domba yang tersesat?” Beliau menjawab, “Itu adalah makanan untukmu, saudaramu, atau srigala. Tahanlah ternak saudaramu yang hilang.” Orang itu berkata lagi, “Bagaimana menurutmu tentang unta yang tersesat?” Beliau menjawab, ”Ada apa denganmu dan unta itu? Dia itu dibekali dengan sepatu dan tempat minum, dan tidak dikhawatirkan diterkam srigala. Dia bisa makan rerumputan dan mendatangi tempat air sendiri. Biarkanlah dia sampai pencarinya datang.”

Sunan Daruquthni 4540

سنن الدارقطني 4540: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا ابْنُ وَهْبٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: دَخَلَ قَائِفٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاهِدٌ وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ , وَزَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ مُضْطَجِعَانِ , فَقَالَ: هَذِهِ الْأَقْدَامُ بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ , قَالَتْ: «فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعْجَبَهُ فَأَخْبَرَ بِهِ عَائِشَةَ». قَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ: وَكَانَ زَيْدٌ أَحْمَرَ أَشْقَرَ أَبْيَضَ وَكَانَ أُسَامَةُ مِثْلَ اللَّيْلِ

Sunan Daruquthni 4540: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, “Seorang ahli garis keturunan datang dan Rasulullah SAW pun ada, sementara Usamah bin Zaid dan Zaid bin Haritsah tengah terlentang, lalu dia berkata, ‘Sesungguhnya kaki-kaki ini sebagiannya dari sebagian yang lain.’ Lalu Rasulullah SAW pun tersenyum dan gembira, kemudian beliau memberitahukan kepada Aisyah tentang itu.” Ibrahim bin Sa’d berkata, “Zaid itu merah, coklat, putih, sedangkan Usamah seperti malam.”

Sunan Daruquthni 4525

سنن الدارقطني 4525: نا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ حَبِيبٍ الرَّزَّادُ , نا أَبُو عُتْبَةَ أَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ , نا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا مُبَشِّرُ بْنُ عُبَيْدٍ , عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ , عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ , قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ لِقَاتِلٍ وَصِيَّةٌ». مُبَشِّرُ بْنُ عُبَيْدٍ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ يَضَعُ الْحَدِيثَ

Sunan Daruquthni 4525: Ahmad bin Ibrahim bin Habib Ar-Razzad menceritakan kepada kami, Abu Utbah Ahmad bin Al Faraj menceritakan kepada kami, Baqiyyah bin Al Walid menceritakan kepada kami, Mubasysyir bin Ubaid menceritakan kepada kami dari Al Hajjaj bin Arthah, dari Al Hakam bin Utaibah, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ali bin Abu Thalib: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada wasiat bagi pembunuh.” Mubasysyir bin Ubaid hadisnya ditinggalkan, dan dia suka memalsukan hadis.

Sunan Daruquthni 4526

سنن الدارقطني 4526: نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ الْعَرْزَمِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ سَافِرِيٍّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ الْوَاقِدِيُّ , عَنْ أَبِي مَرْوَانَ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَيْسَ لِقَاتِلٍ مِيرَاثٌ»

Sunan Daruquthni 4526: Al Hasan bin Muhammad bin Sa’dan Al Arzami menceritakan kepada kami, Yahya bin Ishaq bin Safin menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar Al Waqidi menceritakan kepada kami dari Abu Marwan Abdul Malik bin Abdul Aziz, dari Ishaq bin Abdullah, dari Az-Zuhri, dari Humaid bin Abdunahman dan Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, dia berkata, “Tidak ada warisan bagi pembunuh.” (yakni dari harta orang yang dibunuhnya).

Sunan Daruquthni 4527

سنن الدارقطني 4527: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ ح وَنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , قَالَا: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «لَيْسَ لِلْقَاتِلِ مِنَ الْمِيرَاثِ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 4527: Muhammad bin Al Qasim bin Zakariyya menceritakan kepada kami, Abbad bin Ya’qub menceritakan kepada kami (h) Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda, “Pembunuh tidak mendapat sedikit pun warisan (dari yang dibunuhnya).”

Sunan Daruquthni 4528

سنن الدارقطني 4528: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْأَزْهَرِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ , نا أَبُو قُرَّةَ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ لِقَاتِلٍ شَيْءٌ». وَعَنْ سُفْيَانَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4528: Ibrahim bin Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Al Azhar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, Abu Qurrah menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Yahya bin Sa’id, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Umar bin Khaththab, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Pembunuh tidak memperoleh apa-apa (dari harta orang yang dibunuhnya).” Diriwayatkan juga dari Sufyan dari Laits, dari Thawus, dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW dengan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4529

سنن الدارقطني 4529: نا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرِ بْنِ خَالِدٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , أَنَّهُ اسْتَعْمَلَ مَوْلًى لَهُ يُدْعَى: هَانِئٌ عَلَى الْحِمَى , فَقَالَ لَهُ: ” يَا هَانِئٌ اضْمُمْ جَنَاحَكَ عَنِ الْمُسْلِمِينَ , وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا مُجَابَةٌ , وَأَدْخِلْ رَبَّ الصُّرَيْمَةِ وَالْغَنِيمَةِ وَإِيَّايَ وَنَعَمَ ابْنِ عَفَّانَ , وَابْنِ عَوْفٍ فَإِنَّهُمَا إِنْ تُهْلِكْ مَاشِيَتُهُمَا يَرْجِعَانِ إِلَى زَرْعٍ وَنَخْلٍ , وَإِنَّ رَبَّ الصُّرَيْمَةِ وَالْغَنِيمَةِ إِنْ تُهْلِكْ مَاشِيَتُهُ يَأْتِينِي بِبَنِيهِ , فَيَقُولُ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أَفَتَارِكُهُمَا أَنَا لَا أَبَا لَكَ فَالْمَاءُ وَالْكَلَأُ أَهْوَنُ عَلَيَّ مِنَ الدَّنَانِيرِ وَالدَّرَاهِمِ , وَأَيْمُ اللَّهِ إِنَّهُمْ لَيَرَوْنَ أَنْ قَدْ ظَلَمْنَاهُمْ إِنَّهَا لَبِلَادُهُمْ قَاتَلُوا عَلَيْهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَأَسْلَمُوا عَلَيْهَا فِي الْإِسْلَامِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْلَا الْمَالُ الَّذِي أَحْمِلُ عَلَيْهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا حَمَيْتُ عَلَى النَّاسِ مِنْ بِلَادِهِمْ شِبْرًا “. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ الشَّافِعِيُّ , عَنِ الدَّرَاوَرْدِيِّ

Sunan Daruquthni 4529: Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakar bin Khalid menceritakan kepada kami, Abdul Aziz Ibnu Muhammad Ad-Darawardi menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dari Umar bin Khaththab, bahwasanya Umar menugaskan salah seorang maula-nya yang bernama Hunai untuk melindungi lahan penggembalaan (di Rabdzah). Umar berkata, “Wahai Hunai, tahanlah tanganmu dari berbuat zhalim terhadap kaum muslimin, dan takutlah terhadap doanya orang yang dianiaya, karena sesungguhnya doanya orang yang teraniaya itu mustajab. Masukkan (ke dalam lahan itu) pemilik unta yang sedikit dan pemilik domba yang sedikit. Aku akan manahan ternak Ibnu Auf, dan ternak Ibnu Affan “, kedua orang itu, bila ternak mereka binasa, mereka bisa kembali ke kebun dan pohon kurma. Sedangkan pemilik unta yang sedikit dan pemilik domba yang sedikit, bila ternak mereka binasa, maka akan datang kepadaku dengan membawa anaknya, lalu berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, haruskah aku meninggalkan mereka? Apa engkau tidak punya nurani?’ Air dan rerumputan itu lebih mudah daripada emas dan perak. Demi Allah, mereka mengira bahwa aku telah menzhalimi mereka. Lahan itu berada di negri mereka, mereka telah berperang mempertahankannya pada masa jahiliyah, dan mereka menyerahkannya setelah memeluk Islam. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya bukan karena harta itu akan membawa (digunakan) di jalan Allah, tentu aku tidak akan melindungi lahan gembalaan sejengkal pun dari mereka di negri mereka ini.” Demikian juga yang diriwayatkan oleh Asy-Syafi’i dari Ad-Darawardi.