Skip to main content

Sunan Daruquthni 4561

سنن الدارقطني 4561: حَدَّثَنَا أَبِي , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نَاجِيَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبِي سَمِينَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ قَيْسٍ الْمَأْرَبِيُّ , عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ شَرَاحِيلَ , عَنْ سُمِّيِّ بْنِ قَيْسٍ , عَنْ شُمَيْرٍ , عَنْ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ , قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا يَحْمِي مِنَ الْأَرَاكِ؟ , قَالَ: «مَا لَا تَنَالُهُ أَخْفَافُ الْإِبِلِ»

Sunan Daruquthni 4561: Ayahku menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Najiyah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Abu Saminah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Qais Al Mazini menceritakan kepada kami dari Tsumamah bin Syarahil, dari Sumai bin Qais, dari Syumair, dari Abyadh bin Hammal, dia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah apa yang boleh dilindungi dari arak ?’ Beliau menjawab, ‘Yang tidak dapat dijangkau oleh unta’.”

Sunan Daruquthni 4577

سنن الدارقطني 4577: نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَبُو الْأَشْعَثِ , نا مُعْتَمِرٌ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ , وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4577: Ali bin Abdullah bin Muhasysyir menceritakan kepada kami, Abu Al Asy’ats menceritakan kepada kami, Mu’tamir menceritakan kepada kami dari Laits, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Setiap yang memabukkan adalah haram, dan setiap khamer adalah haram.”

Sunan Daruquthni 4562

سنن الدارقطني 4562: حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ بْنُ الْمُحْرِمِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ السَّمْرِيُّ , نا مَرْوَانُ بْنُ جَعْفَرٍ السَّمْرِيُّ , حَدَّثَنِي أَبِي , أَنَّ الْمُغِيرَةِ بْنَ شُعْبَةَ , وَمَصْقَلَةَ بْنَ هُبَيْرَةَ الشَّيْبَانِيَّ تَنَازَعَا بِالْكُوفَةِ فَفَخَرَ الْمُغِيرَةُ بِمَكَانِهِ مِنْ مُعَاوِيَةَ عَلَى مَصْقَلَةَ , فَقَالَ لَهُ مَصْقَلَةُ: وَاللَّهِ لَأَنَا أَعْظَمُ عَلَيْهِ حَقًّا مِنْكَ , قَالَ لَهُ الْمُغِيرَةُ: «وَلِمَ؟» , قَالَ لَهُ مَصْقَلَةُ: لِأَنِّي فَارَقْتُ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ فِي الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَوُجُوهِ أَهْلِ الْعِرَاقِ وَلَحِقْتُ بِمُعَاوِيَةَ فَضَرَبْتُ مَعَهُ بِسَيْفِي وَاسْتَعْمَلَنِي عَلِيٌّ عَلَى الْبَحْرَيْنِ فَأَعْتَقْتُ لَهُ بَنِي سَامَةَ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبٍ بَعْدَ مَا مُلِكَتْ رِقَابُهُمْ وَأُبِيحَتْ حُرْمَتُهُمْ , وَأَنْتَ مُقِيمٌ بِالطَّائِفِ تُنَاغِي نِسَاءَكَ وَتُرَشِّحُ أَطْفَالَكَ طَوِيلُ اللِّسَانِ قَصِيرُ الْيَدِ تُلْقِي بِالْمَوَدَّةِ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ حَتَّى إِذَا اسْتَقَامَتِ الْأُمُورُ غَلَبْتَنَا غَلَبَةً , فَقَالَ لَهُ الْمُغِيرَةُ: «وَاللَّهِ يَا مَصْقَلَةُ مَا زِلْتَ مُنْذُ الْيَوْمِ تُكْثِرُ الْحَزَّ وَتُحْطِي الْمَفَاصِلَ , أَمَّا تَرْكُكَ عَلِيًّا فَقَدْ فَعَلْتَ فَلَمْ تُؤْنِسْ أَهْلَ الشَّامِ وَلَمْ تُوحِشْ أَهْلَ الْعِرَاقِ , وَأَمَّا قَوْلُكَ فِي عِتْقِ بَنِي سَامَةَ بْنِ لُؤَيٍّ فَإِنَّمَا أَعْتَقَهُمْ ثِقَةُ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِكَ , أَمَا وَاللَّهِ مَا صَبَرْتَ لَهُمْ نَفْسَكَ وَلَا أَعْتَقْتَهُمْ مِنْ مَالِكَ , وَأَمَّا مَقَامِي بِالطَّائِفِ فَقَدْ أَبْلَانِي اللَّهُ تَعَالَى فِي الْخَفْضِ مَا لَمْ يُبْلِكَ فِي الظَّعْنِ , وَلِلَّهِ تَعَالَى عَلَيْنَا , فَإِنْ أَنْتَ عَادَيْتَنَا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ وَرَائِكَ»

Sunan Daruquthni 4562: Abu Abdullah bin Al Muhrim menceritakan kepada kami, Muhammad bin Utsman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq As-Samuri menceritakan kepada kami, Marwan bin Ja’far As-Samuri menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, bahwa Al Mughirah bin Syu’bah dan Mashqalah bin Hubairah Asy-Syaibani saling sengketa di Kufah, lalu Al Mughirah membanggakan kedudukannya dari Mu’awiyah terhadap Mashqalah, lalu Mashqalah berkata kepadanya, “Demi Allah, sungguh kami lebih tinggi daripadamu di hadapannya.” Al Mughirah berkata, “Mengapa?” Mashqalah berkata, “Karena aku memisahkan diri dari Ali bin Abi Thalib AS bersama kaum Muhajirin dan Anshar serta para pemuka orang-orang Irak, lalu aku bergabung dengan Mu’awiyah, lalu aku berperang bersamanya dengan pedangku. Sementara Ali menugaskanku di Bahrain, lalu aku membebaskan untuknya bani Samah bin Lu’ai bin Ghalib setelah para budak mereka dimiliki dan kehormatan mereka dihalalkan, sementara engkau tinggal di Thaif mengeloni para istrimu dan bercanda ria dengan anak-anakmu, panjang lisan tapi pendek tangan. Engkau tampakkan kecintaan dari tempat yang jauh, tapi setelah perkaranya usai engkau merasa menang dibanding kami.” Al Mughirah berkata, “Demi Allah wahai Mashqalah, sejak hari ini engkau banyak bicara dan menyalahkan berbagai rincian. Sebenarnya engkau telah meninggalkan Ali. Itu engkau lakukan k’arena engkau tidak kasihan terhadap warga Syam dan tidak berani terhadap warga Irak. Adapun ucapanmu tentang membebaskan bani Salamah bin Lu’ai, sebenarnya pembebasan mereka adalah kepercayaan Ali RA terhadapmu. Demi Allah, engkau tidak dapat menyabarkan dirimu terhadap mereka dan engkau tidak membebaskan mereka dengan hartamu. Adapun keberadaanku di Thaif, itu karena Allah Ta’ala telah memberiku cobaan dengan kekurangan yang tidak dicobakan kepadamu dalam menilai kondisi saat itu, namun Allah Ta’ala telah memberikan banyak kenikmatan pada kami. Jika engkau memusuhi kami, maka sesungguhnya Allah Azza wa Jalla di belakangmu.”

Sunan Daruquthni 4578

سنن الدارقطني 4578: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا رِزْقُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , نا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ , وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4578: Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Rizqullah bin Musa menceritakan kepada kami, Mu’adz bin Mu’adz Al Anbari menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap yang memabukkan adalah khamer, dan setiap yang memabukkan adalah haram.”

Sunan Daruquthni 4563

سنن الدارقطني 4563: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , وَأَبُو عُمَرَ الْقَاضِي , قَالَا: نا عَلِيُّ بْنُ أَشْكَابٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ , نا الْحَكَمُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي نُعْمٍ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ عُبَادَةَ , قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ , يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلَاةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا , فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِي بَطْنِهِ مَاتَ مَيْتَةً جَاهِلِيَّةً». وَاللَّفْظُ لِأَبِي عُمَرَ الْقَاضِي

Sunan Daruquthni 4563: Abu Bakar An-Naisaburi dan Abu Umar Al Qadhi menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ali bin Asykab menceritakan kepada kami, Muhammad bin Rabi’ah menceritakan kepada kami, Al Hakam bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Nu’m menceritakan kepada kami dari Al Walid bin Ubadah, dia berkata: Aku mendengar Abdullah bin Amr bin Al Ash berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Khamer adalah induknya berbagai keburukan. Barangsiapa meminumnya, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Bila dia mati dan khamer itu masih di perutnya, maka dia mati dengan kematian jahiliyah’.” Lafazh ini berasal dari Abu Umar Al Qadhi.

Sunan Daruquthni 4579

سنن الدارقطني 4579: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ , وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4579: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Walid menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami, Ubaidullah menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dia berkata —aku tidak mengetahuinya kecuali dari Nabi SAW—, “Setiap yang memabukkan adalah khamer, dan setiap yang memabukkan adalah haram.”

Sunan Daruquthni 4564

سنن الدارقطني 4564: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ الْأَزْرَقُ , نا الزُّبَيْرُ بْنُ بَكَّارٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ , حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُصْعَبِ بْنِ خَالِدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيُّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ: تَلَقَّفْتُ هَذِهِ الْخُطْبَةَ مِنْ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَبُوكَ , سَمِعْتُهُ يَقُولُ: «وَالْخَمْرُ جِمَاعُ الْإِثْمِ»

Sunan Daruquthni 4564: Yusuf bin Ya’qub Al Azraq menceritakan kepada kami, Az-Zubair bin Bakkar menceritakan kepada kami, Abdullah bin Nafi’ Ash-Sha’igh menceritakan kepada kami, Abdullah bin Mush’ab bin Khalid bin Zaid bin Khalid Al Juhani menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari kakeknya, Zaid bin Khalid, dia berkata, “Aku memperoleh khuthbah ini dari mulut Rasulullah SAW di Tabuk, aku mendengar beliau berkata, ‘Khamer adalah induk dosa’.”

Sunan Daruquthni 4580

سنن الدارقطني 4580: نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنِ ابْنِ عُلَاثَةَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ , وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4580: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Musa bin Harun menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Ibnu Ulanah, dari Ubaidullah bin Umar, dari Nafi’, dari Ibnu Umar: Rasulullah SAW bersabda, “Setiap yang memabukkan adalah khamer, dan setiap khamer adalah haram.”

Sunan Daruquthni 4565

سنن الدارقطني 4565: حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ جَعْفَرِ بْنِ قَرِينٍ , نا بَكْرُ بْنُ سَهْلٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , نا أَبُو صَخْرٍ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ أَبِي أُمَيَّةَ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الْخَمْرُ أُمُّ الْفَوَاحِشِ وَأَكْبَرُ الْكَبَائِرِ , مَنْ شَرِبَهَا وَقَعَ عَلَى أُمِّهِ وَعَمَّتِهِ وَخَالَتِهِ»

Sunan Daruquthni 4565: Musa bin Ja’far bin Qarin menceritakan kepadaku, Bakr bin Sahl menceritakan kepada kami, Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami, Abu Shakhr menceritakan kepada kami dari Abdul Karim Abu Umayyah, dari Atha’ bin Abu Rabah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Khamer adalah induknya berbagai kekejian dan perbuatan dosa besar yang paling besar. Barangsiapa meminumnya, maka dia bisa menggauli ibunya dan bibinya.”

Sunan Daruquthni 4566

سنن الدارقطني 4566: ثنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , ثنا أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ , نا أَبُو صَالِحٍ كَاتِبُ اللَّيْثِ , حَدَّثَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ أَبِي قَبِيلٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ»

Sunan Daruquthni 4566: Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Abu Hatim Ar-Razi menceritakan kepada kami, Abu Shalih juru tulis Al-Laits menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepadaku, dari Abu Qabil, dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Khamer adalah induknya berbagai keburukan.”