Skip to main content

Sunan Daruquthni 4671

سنن الدارقطني 4671: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْغَافِرِ بْنُ سَلَامَةَ , نا يَزْدَادُ بْنُ جَمِيلٍ , نا الْمُعَافَى بْنُ عِمْرَانَ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ: «مَا أَلْقَى الْبَحْرُ أَوْ حَسَرَ عَنْهُ مِنَ الْحِيتَانِ فَكُلْهُ , وَمَا وَجَدْتَهُ طَافِيًا فَلَا تَأْكُلْهُ». مَوْقُوفٌ هُوَ الصَّحِيحُ

Sunan Daruquthni 4671: Abdul Ghafir bin Salamah menceritakan kepada kami, Yazdad bin Jamil menceritakan kepada kami, Al Mu’afa bin Imran menceritakan kepada kami, Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami, Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, bahwa ia mendengarnya berkata, “Ikan yang didamparkan atau diantarkan oleh laut, maka makanlah, dan apa yang engkau dapati dalam keadaan mengambang, maka janganlah dimakan.” Riwayat ini mauquf, dan inilah yang shahih.

Sunan Daruquthni 4672

سنن الدارقطني 4672: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ فَيْرُوزَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , نا ابْنُ نُمَيْرٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «مَا ضَرَبَ بِهِ الْبَحْرُ أَوْ جَزَرَ عَنْهُ أَوْ صِيدَ فِيهِ فَكُلْ وَمَا مَاتَ فِيهِ ثُمَّ طَفَا فَلَا تَأْكُلْ».

Sunan Daruquthni 4672: Muhammad bin Ibrahim bin Fairuz menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ismail Al Hassani menceritakan kepada kami, Ibnu Numair menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, bahwa dia pernah berkata, “Apa yang dihempaskan laut atau didamparkannya atau hasil diburu, maka makanlah, sedangkan yang mati di sana kemudian mengambang, maka janganlah dimakan.”

Sunan Daruquthni 4673

سنن الدارقطني 4673: نا عَبْدُ الْغَافِرِ بْنُ سَلَامَةَ , نا يَزْدَادُ , نا الْمُعَافَى بْنُ عِمْرَانَ , نا إِسْمَاعِيلُ , حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , نَحْوَهُ مَوْقُوفًا

Sunan Daruquthni 4673: Abdul Ghafir bin Salamah menceritakan kepada kami, Yazdad menceritakan kepada kami, Al Mu’afa bin Imran menceritakan kepada kami, Ismail menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menceritakan kepadaku, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, menyerupai redaksi yang tadi secara mauquf.

Sunan Daruquthni 4674

سنن الدارقطني 4674: حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ النَّضْرِ , نا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , قَالَ: سَمِعْتُ شَيْخًا يُكَنَّى أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ , يَقُولُ: «مَا فِي الْبَحْرِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا قَدْ ذَكَّاهُ اللَّهُ تَعَالَى لَكُمْ»

Sunan Daruquthni 4674: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ahmad bin AnNadhr menceritakan kepada kami, Musa bin Daud menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, dia berkata: Aku mendengar seorang Syeikh yang dijuluki Abdu Abdurrahman berkata: Aku mendengar Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata, “Tidak ada sesuatu pun di laut kecuali Allah Ta’ala telah menyembelihnya untuk kalian.”

Sunan Daruquthni 4675

سنن الدارقطني 4675: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ الْقَاسِمِ الْكَوْكَبِيُّ , نا خَالِدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الصَّدَفِيُّ , نا أَبُو عَاصِمٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ شُرَيْحٍ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى ذَبَحَ مَا فِي الْبَحْرِ لِبَنِي آدَمَ»

Sunan Daruquthni 4675: Al Husain bin Al Qasim Al Kaukabi menceritakan kepada kami, Khalid bin Sulaiman Ash-Shadafi menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Abu Az-Zubair, dari Syuraih —dia termasuk sahabat Rasulullah SAW,— dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyembelih apa yang ada di laut untuk anak Adam (manusia).”

Sunan Daruquthni 4676

سنن الدارقطني 4676: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , قَالَ: وَنا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدٍ , نا أَبُو نُعَيْمٍ , قَالَا: نا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي بَشِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّهُ قَالَ: أَشْهَدُ عَلَى أَبِي بَكْرٍ أَنَّهُ قَالَ: «السَّمَكَةُ الطَّافِيَةُ حَلَالٌ لِمَنْ أَرَادَ أَكْلَهَا»

Sunan Daruquthni 4676: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr bin Al Hakam menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami. Dia berkata: Dan Yusuf bin Sa’id menceritakan kepada kami, Abu Nu’aim menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdul Malik bin Abu Basyir, dari Daimah, dari Ibnu Abbas, bahwa dia berkata, “Aku bersaksi tentang Abu Bakar, bahwa dia berkata, ‘Ikan yang mengambang adalah halal bagi yang mau memakannya.'”

Sunan Daruquthni 4661

سنن الدارقطني 4661: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ الْقَطَّانُ , نا عَبْدُ الْكَرِيمِ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ الطَّبَّاعِ , نا فَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَتْ لَنَا شَاةٌ فَمَاتَتْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا فَعَلَتْ شَاتُكُمْ؟» , قُلْنَا: مَاتَتْ , قَالَ: «أَفَلَا انْتَفَعْتُمْ بِإِهَابِهَا؟» , قُلْنَا: إِنَّهَا مَيْتَةٌ قَالَ: «يَحِلُّ دِبَاغُهَا كَمَا يَحِلُّ خَلُّ الْتَمْرِ». تَفَرَّدَ بِهِ فَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ عَنْ يَحْيَى وَهُوَ ضَعِيفٌ , يَرْوِي عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعْدٍ أَحَادِيثَ عِدَّةً لَا يُتَابَعُ عَلَيْهَا

Sunan Daruquthni 4661: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad Al Qaththan menceritakan kepada kami, Abdul Karim bin Al Haitsam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isa bin Ath-Thabba’ menceritakan kepada kami, Faraj bin Fadhalah menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Amrah, dari Ummu Salamah RA, dia berkata, “Dulu kami mempunyai seekor domba, lalu domba itu mati, kemudian Nabi SAW bertanya, ‘Apa yang dilakukan domba kalian? Kami menjawab, ‘Dia sudah mati.’ Beliau berkata lagi, ‘Mengapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya? Kami menjawab, ‘Dia sudah jadi bangkai.’ Beliau bersabda, ‘Penyamakannya menghalalkannya sebagaimana halalnya pengubahan khamer menjadi cuka.” Faraj bin Fadhalah meriwayatkan sendirian dari Yahya, padahal dia perawi dha’if. Dia meriwayatkan banyak hadis dari Yahya bin Sa’id tanpa ada riwayat lain yang menguatkanya.

Sunan Daruquthni 4677

سنن الدارقطني 4677: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ , نا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ سُفْيَانَ , بِهَذَا قَالَ: «السَّمَكَةُ الطَّافِيَةُ عَلَى الْمَاءِ حَلَالٌ»

Sunan Daruquthni 4677: Muhammad bin Nuh menceritakan kepada kami, Harun bin Ishaq menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami dari Sufyan, riwayat ini, dia berkata, “Dean yang mengambang di atas air adalah halal.”

Sunan Daruquthni 4662

سنن الدارقطني 4662: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ , نا عَمِّي , نا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ , أَنَّ نَافِعًا حَدَّثَهُ , أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ: غَزَوْنَا فَجُعْنَا حَتَّى إِنَّا نَقْسِمُ التَّمْرَةَ وَالتَّمْرَتَيْنِ فَبَيْنَمَا نَحْنُ عَلَى شَطِّ الْبَحْرِ إِذْ رَمَى الْبَحْرُ بِحُوتٍ مَيِّتَةٍ فَأَقْطَعَ النَّاسُ مِنْهُ مَا شَاءُوا مِنْ شَحْمٍ وَلَحْمٍ وَهُوَ مِثْلُ الضَّرْبِ , فَبَلَغَنِي أَنَّ النَّاسَ لَمَّا قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرُوهُ , فَقَالَ لَهُمْ: «أَمَعَكُمْ مِنْهُ شَيْءٌ؟».

Sunan Daruquthni 4662: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb menceritakan kepada kami, pamanku menceritakan kepada kami, Umar bin Muhammad menceritakan kepada kami, bahwa Nafi’ menceritakan kepadanya, bahwa Ibnu Umar berkata, “Saat kami berperang, kami kelaparan, sampai-sampai kami membagi satu dan dua butir kurma. Ketika kami sedang di tepi pantai, tiba-tiba laut mendamparkan ikan paus yang telah mati, maka orang-orang memotong-motong bagian tubuh dari ikan tersebut sesuka mereka, yaitu daging dan lemak seperti musang. Lalu sampai berita kepadaku, bahwa ketika orang-orang itu menghadap Rasulullah SAW, mereka memberitahukan beliau tentang hal itu, maka beliau pun bertanya kepada mereka, ‘Apa masih ada beberapa bagian dari ikan itu bersama kalian?”

Sunan Daruquthni 4678

سنن الدارقطني 4678: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعُمَرِيُّ , نا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا شَرِيكٌ , عَنِ ابْنِ أَبِي بَشِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ , يَقُولُ: «إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى ذَبَحَ لَكُمْ مَا فِي الْبَحْرِ فَكُلُوهُ كُلَّهُ فَإِنَّهُ ذُكِّيَ»

Sunan Daruquthni 4678: Ibrahim bin Muhammad Al Umari menceritakan kepada kami, Abbad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Basyir, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Aku mendengar Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyembelih apa yang ada di laut untuk kalian, maka makanlah itu semuanya, karena sesungguhnya itu telah disembelih’.”