Shahih Ibnu Khuzaimah 1808
صحيح ابن خزيمة 1808: نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، ثنا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: «مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ثُمَّ مَسَّ مِنْ طِيبِ امْرَأَتِهِ إِنْ كَانَ لَهَا , وَلَبِسَ مِنْ صَالِحِ ثِيَابِهِ , ثُمَّ لَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَ النَّاسِ، وَلَمْ يَلْغُ عِنْدَ الْمَوْعِظَةِ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهُمَا , وَمَنْ لَغَا أَوْ تَخَطَّى كَانَتْ لَهُ ظُهْرًا»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1808: Abu Thahir telah memberitakan sebuah hadis kepada kami, Abu Bakar memberitakan kepada kami, Rabi’ bin Sulaiman memberitakan kepada kami, Ibnu Wahab memberitakan kepada kami, Usamah memberitakan kepada kami, dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau telah bersabda, “Barangsiapa mandi pada hari jum’at, lalu ia memakai minyak wangi, lalu ia mengenakan pakaian yang terbaik, lalu ia tidak melangkahi pundak jama’ah lain, dan ia tidak lalai ketika khutbah jum’at tengah disampaikan, maka hal itu dapat menghapuskan dosa antara dua jum at. Sebaliknya, barangsiapa yang lalai dan melangkahi pundak jama’ah lain, maka ia hanya mendapatkan pahala shalat dhuhur.”
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan