Shahih Ibnu Khuzaimah 1666
صحيح ابن خزيمة 1666: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هَاشِمٍ، ثنا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ، نا يَزِيدُ وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ التُّسْتَرِيُّ – عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ أَكْلِ الْبَصَلِ وَالْكُرَّاثِ قَالَ: وَلَمْ يَكُنْ بِبَلَدِنَا يَوْمَئِذٍ الثُّومُ، فَقَالَ: «مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا؛ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ الْإِنْسَانُ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1666: Abdullah bin Hasyim memberitakan kepada kami, Bahz bin Asad menceritakan kepada kami, Yazid At-Tustari —anak laki-laki Ibrahim— memberitakan kepada kami, Abu Zubair dari Jabir: bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makan bawang merah dan daun bawang, Pada saat itu, bawang putih memang belum ada di wilayah kami. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa makan pohon ini, maka janganlah mendekati masjid kami. Sesungguhnya para malaikat merasa terganggu dengan aroma tumbuhan tersebut. “
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan