Skip to main content
Shahih Ibnu Khuzaimah 1614

صحيح ابن خزيمة 1614: نا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، ثنا وَكِيعٌ، ح وَثنا سَلْمٌ أَيْضًا، نا أَبُو مُعَاوِيَةَ كِلَاهُمَا عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الْأَسْوَدِ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: لَمَّا مَرِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَضَهُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ جَاءَهُ بِلَالٌ يُؤْذِنُهُ بِالصَّلَاةِ، فَقَالَ: «مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ» ، قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ أَسِيفٌ، وَمَتَى يَقُمْ مَقَامَكَ يَبْكِ، فَلَا يَسْتَطِيعُ، فَلَوْ أَمَرْتَ عُمَرَ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ قَالَ: «مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ» – ثَلَاثَ مَرَّاتٍ – «فَإِنَّكُنَّ صَوَاحِبَاتُ يُوسُفَ» قَالَتْ: فَأَرْسَلْنَا إِلَى أَبِي بَكْرٍ، فَصَلَّى بِالنَّاسِ، فَوَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِفَّةً، فَخَرَجَ يُهَادَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ، وَرِجْلَاهُ تَخُطَّانِ فِي الْأَرْضِ، فَلَمَّا أَحَسَّ بِهِ أَبُو بَكْرٍ ذَهَبَ لِيَتَأَخَّرَ، فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنْ مَكَانَكَ قَالَ: فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَلَسَ إِلَى جَنْبِ أَبِي بَكْرٍ، فَكَانَ أَبُو بَكْرٍ يَأْتَمُّ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالنَّاسُ يَأْتَمُّونَ بِأَبِي بَكْرٍ رِضْوَانُ اللَّهِ عَلَيْهِ هَذَا حَدِيثُ وَكِيعٍ وَقَالَ فِي حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ: وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدًا، وَأَبُو بَكْرٍ قَائِمًا، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: قَالَ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْحَدِيثِ: إِذَا صَلَّى الْإِمَامُ الْمَرِيضُ جَالِسًا صَلَّى مَنْ خَلْفَهُ قِيَامًا إِذَا قَدَرُوا عَلَى الْقِيَامِ، وَقَالُوا: خَبَرُ الْأَسْوَدِ وَعُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ نَاسِخٌ لِلْأَخْبَارِ الَّتِي تَقَدَّمَ ذِكْرُنَا لَهَا فِي أَمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصْحَابَهُ بِالْجُلُوسِ إِذَا صَلَّى الْإِمَامُ جَالِسًا. قَالُوا: لِأَنَّ تِلْكَ الْأَخْبَارَ عِنْدَ سُقُوطِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْفَرَسِ وَهَذَا الْخَبَرَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي تُوُفِّيَ فِيهِ قَالُوا: وَالْفِعْلُ الْآخَرُ نَاسِخٌ لِمَا تَقَدَّمَ مِنْ فِعْلِهِ وَقَوْلِهِ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَإِنَّ الَّذِي عِنْدِي فِي ذَلِكَ – وَاللَّهَ أَسْأَلُ الْعِصْمَةَ وَالتَّوْفِيقَ – أَنَّهُ لَوْ صَحَّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ هُوَ الْإِمَامَ فِي الْمَرَضِ الَّذِي تُوُفِّيَ فِيهِ لَكَانَ الْأَمْرُ عَلَى مَا قَالَتْ هَذِهِ الْفِرْقَةُ مِنْ أَهْلِ الْحَدِيثِ، وَلَكِنْ لَمْ يَثْبُتْ عِنْدَنَا ذَلِكَ؛ لِأَنَّ الرُّوَاةَ قَدِ اخْتَلَفُوا فِي هَذِهِ الصَّلَاةِ عَلَى فِرَقٍ ثَلَاثٍ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1614: Salm bin Junadah memberitakan kepada kami, Waki’ memberitakan kepada kami, Ha, Salm juga memberitakan kepada kami, Abu Mu’awiyah memberitakan kepada kami, keduanya dari Al ‘Amasy, dari Ibrahim, dari Aswad, dari Aisyah yang berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menderita sakit yang parah sekali, maka Bilal datang menemui beliau untuk mengumandangkan adzan shalat. Usai mengumandangkan adzan, Rasulullah berkata kepada para sahabat, ‘Hai para sahabatku, suruhlah Abu Bakar untuk menjadi imam shalat bagi kaum muslimin !’ lalu aku berkata kepada Rasulullah, ‘Hai Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar itu adalah seorang laki-laki yang mudah bersedih hati. Apabila ia menggantikan posisi anda sebagai imam, pasti ia akan menangis karena sedih. Alangkah baiknya jika anda memerintahkan Umar menjadi imam bagi kaum muslimin.’ Akan tetapi, Rasulullah tetap pada pendiriannya semula dan berkata, ‘Wahai para sahabat, suruhlah Abu Bakar untuk menjadi imam shalat bagi kaum muslimin (kata-kata itu beliau ulangi sebanyak tiga kali). Sedangkan kalian, hai kaum wanita, adalah para pendamping Nabi Yusuf. ‘ kemudian kami menemui Abu Bakar dan meminta kesediaannya untuk menjadi imam shalat bagi kaum muslimin. Sementara itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merasakan sedikit kebugaran pada tubuhnya, lalu beliau keluar dari kamarnya sambil berjalan tertatih-tatih. Ketika merasakan kehadiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ke masjid, maka Abu Bakar segera mundur dari mihrab masjid. Akan tetapi, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan kepadanya untuk tetap pada tempatnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil tempat di samping Abu Bakar. Selanjutnya Abu Bakar menjadi makmum kepada Rasulullah, sedangkan kaum muslimin di belakangnya bermakmum kepada Abu Bakar. Ini adalah hadis Waki’ . Lalu Abu Thahir berkata dalam hadis Abu Mu’awiyah, “Pada saat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat sambil duduk sedangkan Abu Bakar shalat sambil berdiri.” Abu Bakar berkata, “Sebagian ulama hadis berpendapat apabila imam yang sakit shalat sambil duduk, maka makmum yang di belakang dibolehkan shalat sambil berdiri, jika mampu untuk berdiri.” Para ulama berpendapat, “Hadis Al Aswad dan Urwah yang diterima dari Aisyah ini membatalkan hukum hadis yang disebutkan sebelumnya yaitu tentang perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabatnya untuk shalat sambil duduk manakala imam melaksanakan shalat sambil duduk. Hal itu disebabkan karena hadis sebelumnya terjadi manakala Rasulullah terjatuh dari kuda sehingga kaki beliau terkilir dan tidak dapat berdiri dengan baik. Sedangkan hadis yang terakhir ini diucapkan manakala beliau menderita sakit keras yang menyebabkan beliau meninggal dunia . Dengan demikian perbuatan yang lain itu dapat membatalkan hukum perbuatan dan perkataan sebelumnya.” Abu Bakar berkata, “Menurut pendapatku adalah apabila benar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi imam pada saat mengalami sakit keras hingga menyebabkan beliau meninggal dunia, maka hukumnya adalah sebagaimana yang diucapkan oleh ulama hadis. Namun demikian hal itu menurut hemat kami tidak tepat, karena para perawi hadis tersebut berbeda pendapat dan terbagi menjadi tiga kelompok.