Skip to main content
Shahih Ibnu Khuzaimah 1576

صحيح ابن خزيمة 1576: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ، نا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ، ثنا سَعِيدٌ، ثنا قَتَادَةُ، عَنِ الْحَسَنِ، أَنَّ سَمُرَةَ بْنَ جُنْدُبٍ، وَعِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ تَذَاكَرَا، فَحَدَّثَ سَمُرَةُ، أَنَّهُ حِفْظَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَكْتَتَيْنِ: «سَكْتَةً إِذَا كَبَّرَ، وَسَكْتَةً إِذَا فَرَغَ مِنْ قِرَاءَتِهِ عِنْدَ رُكُوعِهِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1576: Muhammad bin Abdullah bin Buzai’ memberitakan kepada kami, Yazid (anak Buzai’) memberitakan kepada kami, Said menceritakan kepada kami, Qatadah memberitakan kepada kami, dari Al Hasan, bahwasanya pada suatu ketika Samrah bin Jundub dan Imran bin Husain sedang bertukar pikiran. Samrah mengatakan bahwasanya ia telah menghapal sebuah hadis dari Rasulullah tentang dua saktah(diam)nya imam, diam ketika takbir dan diam ketika selesai membaca doa saat ruku’.