Skip to main content
Shahih Ibnu Hibban 2369

صحيح ابن حبان 2369: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي صَدَقَةُ بْنُ يَسَارٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ تُصَلُّوا إِلاَّ إِلَى سُتْرَةٍ، وَلاَ يَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِينَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2369: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Bakar Al Hanafi menceritakan kepada kami, dia berkata: Adh-Dhahhak bin Utsman menceritakan kepada kami, dia berkata: Shadaqah bin Yasar menceritakan kepadaku, dia berkata: Aku mendengar Ibnu Umar berkata: Rasulullah bersabda, “Jangan kalian shalat melainkan menghadap ke sutrah (pembatas) dan jangan biarkan ada orang yang melintas di depan kalian. Jika dia enggan maka perangilah, karena sesunggahnya dia bersama seorang teman —yaitu syetan—.”223 [102:1]