Skip to main content
Shahih Ibnu Hibban 2368

صحيح ابن حبان 2368: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلاَ يَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَلْيَدْرَأْهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2368: Al Husain bin Idris Al Anshari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abu Bakr mengabarkan kepada kami dan Malik, dari Zaid bin Aslam, dan Abdurrahman, dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian melaksanakan shalat maka jangan biarkan ada yang melintas di hadapannya, dan cegahlah sebisa mungkin. Jika dia enggan maka perangilah, karena sesungguhnya dia adalah syetan.”222 [102:1]