Skip to main content
Shahih Ibnu Hibban 2178

صحيح ابن حبان 2178: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْعَبْدِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ مَنَاكِبَنَا فِي الصَّلاَةِ وَيَقُولُ‏:‏ لاَ تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ وَلْيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الأَحْلاَمِ وَالنُّهَى، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2178: Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Katsir Al Abdi menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami dari Al A’masy, dari Umarah bin Umair, dari Abu Ma’mar, dari Abu Mas’ud, dia berkata: Rasulullah mengusap bahu-bahu kami ketika akan shalat, lalu bersabda, “Janganlah kalian berselisih, karena akan menyebabkan hati kalian berselisih. Hendaklah yang berada di dekatku orang-orang yang dewasa dan pandai, kemudian orang-orang sesudah mereka, lalu orang-orang sesudah mereka.”638 [2:43]