Shahih Ibnu Hibban 1882
صحيح ابن حبان 1882: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ، قَالَ: سَمِعْتُ مُصْعَبَ بْنَ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، يَقُولُ: صَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ أَبِي، فَطَبَّقْتُ بَيْنَ كَفَّيَّ، ثُمَّ وَضَعْتُهُمَا بَيْنَ فَخِذِيَّ، فَنَهَانِي عَنْ ذَلِكَ، وَقَالَ: كُنَّا نَفْعَلُ هَذَا، فَنُهِينَا عَنْهُ، وَأُمِرْنَا أَنْ نَضَعَ عَلَى الرُّكَبِ.
Shahih Ibnu Hibban 1882: Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abu Ya’fur, dia berkata: Aku mendengar Mush’ab bin Sa’d bin Abi Waqqash berkata: Aku shalat di samping ayahku dengan menjalin kedua telapak tanganku, lalu kuletakkan di antara kedua pahaku. Tetapi dia melarangku demikian, dia berkata, “Sebelumnya kami melakukan ini, tapi kemudian kami dilarang melakukannya, lalu kami disuruh meletakkannya di atas lutut.”242 [1:99]
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan