Skip to main content
Shahih Ibnu Hibban 1750

صحيح ابن حبان 1750: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَّرَ صَلاَةَ الْعِشَاءِ حَتَّى إِذَا كَانَ شَطْرُ اللَّيْلِ، ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ‏:‏ إِنَّ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا وَنَامُوا، وَإِنَّكُمْ لَنْ تَزَالُوا فِي صَلاَةٍ مُذِ انْتَظَرْتُمْ قَالَ أَنَسٌ‏:‏ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى وَبِيصِ خَاتَمِهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1750: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami. Hudbah bin Khalid menceritakan kepada kami, Hammmad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Tsabit, dari Anas, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunda shalat Isya. Pada tengah malam beliau datang lalu bersabda, “Sesungguhnya orang-orang telah shalat dan kemudian tidur, sedangkan kalian senantiasa dalam (pahala) shalat selama kalian menunggunya”. Anas berkata, “Seakan-akan aku melihat kilatan cincin beliau.” 48 [2:1]