Skip to main content
Shahih Ibnu Hibban 1509

صحيح ابن حبان 1509: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو الْحَسَنِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّهُ سَمِعَ أَبَا ذَرٍّ، يَقُولُ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَأَرَادَ الْمُؤَذِّنُ أَنْ يُؤَذِّنَ بِالظُّهْرِ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَبْرِدْ، ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يُؤَذِّنَ، فَقَالَ لَهُ‏:‏ أَبْرِدْ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا، حَتَّى رَأَيْنَا فَيْءَ التُّلُولِ، وَقَالَ‏:‏ إِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ أَبُو الْحَسَنِ عُبَيْدُ بْنُ الْحَسَنِ مُهَاجِرٌ كُوفِيٌّ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1509: Al Fadhl Ibnu Hubbab Al Jumahi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Al Walid Ath-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Al Hasan telah menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku mendengar Zaid bin Wahab berkata bahwa ia telah mendengar Abu Dzar berkata, Kami bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan, lalu muadzin hendak mengumandangkan adzan untuk shalat Zhuhur. Lalu Nabi bersabda, “(Tunggulah hingga) dingin. Kemudian muadzin itu hendak mengumandangkan adzan kembali, lalu Nabi bersabda, “(Tunggulah hingga) dingin”. sebanyak dua atau tiga kali, sehingga kami melihat bayang-bayang tumpukan tanah atau pasir. Nabi bersabda, “Sesungguhnya panas yang amat sangat terik (menyengat) adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam. Maka Apabila panas sudah sangat menyengat, maka tundalah shalat hingga udara dingin ”470 [95:1] Abu Hatim RA berkata, “Abu Al Hasan adalah Ubaid bin Al Hasan471 Muhajir dari Kuffah.