Skip to main content

Sunan Daruquthni 4321

سنن الدارقطني 4321: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ , نا عَبْدُ الصَّمَدِ , نا أَبِي , نا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ , عَنْ مَكْحُولٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا تُحَرِّمُ الْمَصَّةُ وَلَا الْمَصَّتَانِ وَلَكِنْ مَا فَتَقَ الْأَمْعَاءَ»

Sunan Daruquthni 4321: Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Zaid bin Akhzam menceritakan kepada kami, Abdushshamad menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Husain Al Mu’allim menceritakan kepada kami dari Makhul, dari Urwah, dari Aisyah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Satu isapan dan dua isapan tidak mengharamkan (tidak menyebabkan jadi mahram), akan tetapi (yang mengharamkan adalah) yang membuka lambung (mengenyangkan).

Sunan Daruquthni 4337

سنن الدارقطني 4337: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورِ الشِّيعِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا مُعْتَمِرٌ , وَعَبْدُ الْوَهَّابِ , قَالَا: نا أَيُّوبُ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ ابْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُحَرِّمُ الْمَصَّةُ وَلَا الْمَصَّتَانِ»

Sunan Daruquthni 4337: Muhammad bin Manshur Asy-Syi’i menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Mu’tamir dan Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ayyub menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Abu Az-Zubair, dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Satu dan dua isapan tidak mengharamkan’.”

Sunan Daruquthni 4322

سنن الدارقطني 4322: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْحَرَّانِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ زُهَيْرٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعِيدٍ أَبُو أُمَيَّةَ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَطَّامِيِّ , نا أَبُو الْمُهَزِّمِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: إِنَّ فُلَانًا تَزَوَّجَ وَقَدْ أَرْضَعْتُهُمَا , قَالَ: «فَكَيْفَ أَرْضَعْتِهِمَا؟» , قَالَتْ: أَرْضَعْتُ الْجَارِيَةَ وَهِيَ ابْنَةُ سَنَتَيْنِ وَنِصْفٍ , وَأَرْضَعْتُ الْغُلَامَ وَهُوَ ابْنُ ثَلَاثِ سِنِينَ , فَقَالَ: «اذْهَبِي فَقُولِي لَهُ فَلْيُضَاجِعْهَا هَنِيئًا مَرِيئًا وَلَا رَضَاعَ بَعْدَ الْفِطَامِ , وَإِنَّمَا يُحَرِّمُ مِنَ الرَّضَاعِ مَا فِي الْمَهْدِ». ابْنُ الْقَطَّامِيِّ ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 4322: Muhammad bin Al Husain Al Harrani menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yahya bin Zuhair menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Sa’id Abu Umayyah menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Al Quthami menceritakan kepada kami, Abu Al Muhazzim menceritakan kepada kami dari Abu Hurairah, bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, “Sesungguhnya Fulan telah menikah, padahal dulu aku menyusui keduanya (suami istri tersebut).” Beliau bertanya, “Bagaimana engkau menyusui keduanya?” Dia menjawab, “Aku menyusui yang perempuan ketika dia berusia dua setengah tahun, dan aku menyusui yang laki-laki ketika dia berusia tiga tahun.” Beliau pun bersabda, “Berangkatlah engkau, lalu katakan kepadanya, agar dia mencampurinya, tidak ada dosa maupun rintangan. Tidak dianggap penyusuan setelah disapih, karena sesungguhnya penyusuan itu selama dalam buaian. Ibnu Al Quthami adalah perawi dha‘if.

Sunan Daruquthni 4338

سنن الدارقطني 4338: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ زَنْجُوَيْهِ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ عَمْرَةَ , أَنَّهَا سَمِعَتْ عَائِشَةَ , تَقُولُ: «نَزَلَ فِي الْقُرْآنِ عَشْرُ رَضَعَاتٍ مَعْلُومَاتٍ وَهِيَ تُرِيدُ مَا يُحَرِّمُ مِنَ الرَّضَاعِ , ثُمَّ نَزَلَ بَعْدُ أَوْ خَمْسٌ مَعْلُومَاتٌ»

Sunan Daruquthni 4338: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik bin Zanjawaih menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Amrah, bahwa ia mendengar Aisyah berkata, “Telah diturunkan di dalam Al Qur’an sepuluh penyusuan yang diketahui” maksudnya adalah penyusuan yang mengharamkan “kemudian setelah itu turun, atau lima (penyusuan) yang diketahui.”

Sunan Daruquthni 4323

سنن الدارقطني 4323: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ هِشَامٍ الْمَرْوَزِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ , نا أَيُّوبُ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , قَالَ: حَدَّثَنِي عُبَيْدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ الْحَارِثِ , قَالَ: وَقَدْ سَمِعْتُهُ مِنْ عُقْبَةَ وَلَكِنِّي لِحَدِيثِ عُبَيْدٍ أَحْفَظُ , قَالَ: تَزَوَّجَتِ امْرَأَةٌ فَجَاءَتْنَا امْرَأَةٌ سَوْدَاءُ , فَقَالَتْ: إِنِّي قَدْ أَرْضَعْتُكُمَا فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقُلْتُ: إِنِّي تَزَوَّجْتُ فُلَانَةَ بِنْتَ فُلَانٍ فَجَاءَتْنَا امْرَأَةٌ سَوْدَاءُ فَقَالَتْ: قَدْ أَرْضَعْتُكُمَا وَهِيَ كَاذِبَةٌ , فَأَعْرَضَ عَنِّي فَأَتَيْتُهُ مِنْ قِبَلِ وَجْهِهِ , فَقُلْتُ: إِنَّهَا كَاذِبَةٌ , قَالَ: «كَيْفَ وَقَدْ زَعَمَتْ أَنَّهَا أَرْضَعَتْكُمَا دَعْهَا عَنْكَ»

Sunan Daruquthni 4323: Ahmad bin Muhammad bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hisyam Al Marwazi menceritakan kepada kami, Ismail bin Ulayyah menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Mulaikah, dia berkata: Ubaid bin Abu Maryam menceritakan kepadaku, dari Uqbah bin Al Harits, dia berkata: Dan aku telah mendengarnya dari Uqbah, namun aku lebih hafal dengan hadis Ubaid, dia berkata, “Aku pernah menikahi seorang wanita, lalu seorang wanita hitam mendatangi kami dan berkata, ‘Sesungguhnya aku telah menyusui kalian berdua.’ Maka aku menemui Nabi SAW dan berkata, ‘Sesungguhnya aku telah menikahi Fulanah binti Fulan, lalu seorang wanita hitam datang dan berkata, ‘Aku telah menyusui kalian berdua,’ dia itu bohong.’ Beliau berpaling dariku, lalu aku menghampirinya dari arah wajah beliau, lalu aku berkata, ‘Dia bohong.’ Beliau bersabda, ‘Bagaimana lagi, dia telah menyatakan bahwa dia telah menyusui kalian berdua. Lepaskan dia (istrimu) darimu’.

Sunan Daruquthni 4339

سنن الدارقطني 4339: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ , وَعَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ , عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ , قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ يُسْلِمُ عَلَى يَدَيِ الرَّجُلِ؟ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُوَ أَوْلَى النَّاسِ بِمَحْيَاهُ وَمَمَاتِهِ»

Sunan Daruquthni 4339: Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Abdul Aziz bin Umar dan Abdul Aziz bin Ubaidullah, dari Abdullah bin Mauhab, dari Tamim Ad-Dari, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seseorang yang masuk Islam melalui tangan seseorang, Rasulullah SAW menjawab, “Dia orang yang paling berhak terhadap hidup dan matinya.

Sunan Daruquthni 4324

سنن الدارقطني 4324: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا أَبُو عَاصِمٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ , حَدَّثَنِي عُقْبَةُ بْنُ الْحَارِثِ , ثُمَّ قَالَ: لَمْ يُحَدِّثْنِي وَلَكِنْ سَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ , قَالَ: تَزَوَّجَتِ ابْنَةُ أَبِي إِهَابٍ فَجَاءَتِ امْرَأَةٌ سَوْدَاءُ فَقَالَتْ: إِنِّي قَدْ أَرْضَعْتُكُمَا , فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَسَأَلْتُهُ فَأَعْرَضَ عَنِّي ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَأَعْرَضَ عَنِّي وَقَالَ فِي الرَّابِعَةِ أَوِ الثَّالِثَةِ: «كَيْفَ بِكَ وَقَدْ قِيلَ» , قَالَ: وَنَهَاهُ عَنْهَا.

Sunan Daruquthni 4324: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, Ibnu Abu Mulaikah menceritakan kepadaku, Uqbah bin Al Harits menceritakan kepadaku, kemudian dia berkata: Dia tidak menceritakan kepadaku, akan tetapi aku mendengarnya menceritakan, dia berkata, “Aku pernah menikahi putri Abu Hiab, lalu seorang wanita hitam datang dan berkata, ‘Sesungguhnya aku telah menyusui kalian berdua.’ Maka aku menemui Nabi SAW dan menanyakan hal itu, tapi beliau berpaling dariku, kemudian aku tanyakan lagi, beliau pun berpaling dariku, kemudian pada keempat atau ketiga kalinya beliau bersabda, ‘Bagaimana lagi, sementara itu telah dikatakan’. ” Dia juga berkata, bahwa beliau melarangnya (tetap dalam pernikahan) dengan wanita itu.

Sunan Daruquthni 4340

سنن الدارقطني 4340: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا ابْنُ أَبِي مَذْعُورٍ , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ يَحْيَى الصَّدَفِيُّ , عَنِ الْقَاسِمِ الشَّامِيِّ , عَنْ أَبِي أُمَامَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَسْلَمَ عَلَى يَدَيْهِ رَجُلٌ فَلَهُ وَلَاؤُهُ». الصَّدَفِيُّ ضَعِيفٌ , وَالَّذِي قَبْلَهُ مُرْسَلٌ

Sunan Daruquthni 4340: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Madz’ur menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Yahya AshShadafi menceritakan kepada kami dari Al Qasim Asy-Syami, dari Abu Umamah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa memeluk Islam melalui tangan seseorang, maka orang itu berhak terhadap wala?-nya’.” Ash-Shadafi adalah perawi dha‘if. Adapun hadis sebelumnya mursal.

Sunan Daruquthni 4325

سنن الدارقطني 4325: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا أَبُو عَاصِمٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ الْحَارِثِ. قَالَ أَبُو عَاصِمٍ: وَأَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ سَعِيدٍ , وَأَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمٍ , وَأَخْبَرَنِي أَبُو عَامِرٍ الْخَزَّازُ , وَهَذَا حَدِيثُ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: تَزَوَّجَتِ ابْنَةُ أَبِي إِهَابٍ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

Sunan Daruquthni 4325: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami dan Ibnu Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Uqbah bin Al Harits. Abu Ashim berkata: Dan Umar bin Sa’id mengabarkan kepadaku, dan Muhammad Bin Sulaim mengabarkan kepadaku, dan Abu Amir Al Khazzaz mengabarkan kepadaku, dan ini adalah hadisnya Ibnu Juraij, dia berkata, “Aku pernah menikahi putri Abu Ihab” lalu dia menyebutkan hadisnya.

Sunan Daruquthni 4326

سنن الدارقطني 4326: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ الْحَارِثِ , أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ جَاءَتْ فَزَعَمَتْ أَنَّهَا أَرْضَعَتْهُمَا وَكَانَتْ تَحْتَهُ بِنْتُ أَبِي إِهَابٍ التَّيْمِيِّ , فَأَعْرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ تَبَسَّمَ , وَقَالَ: «كَيْفَ وَقَدْ قِيلَ»

Sunan Daruquthni 4326: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Husain, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Uqbah bin Al Harits, bahwa seorang wanita hitam datang, lalu menyatakan bahwa dia telah menyusui keduanya (dia dan istrinya yang baru dinikahinya). Saat itu, yang menjadi istrinya adalah putrinya Abu Ihab At-Taimi, maka Rasulullah SAW berpaling, kemudian tersenyum dan berkata, “Bagaimana lagi, itu sudah dikatakan.’