Skip to main content

Sunan Daruquthni 4353

سنن الدارقطني 4353: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا بِمِصْرَ , نا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ النَّسَائِيُّ , نا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ , نا أَبُو الْأَحْوَصِ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ , قَالَ: «مَا تَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَلَا عَبْدًا وَلَا أَمَةً إِلَّا بَغْلَتَهُ الشَّهْبَاءَ الَّتِي كَانَ يَرْكَبُهَا وَسِلَاحَهُ وَأَرْضًا جَعَلَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ» قَالَ قُتَيْبَةُ مَرَّةً أُخْرَى: «جَعَلَهَا صَدَقَةً»

Sunan Daruquthni 4353: Muhammad bin Abdullah bin Zakariyya menceritakan kepada kami di Mesir, Ahmad bin Syu’aib An-Nasa’i menceritakan kepada kami, Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami, Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Amr bin Al Harits, dia berkata, “Rasulullah SAW tidak meninggalkan dinar, dirham, budak laki-laki maupun budak perempuan, kecuali baghlah-nya yang biasa ditungganginya, senjatanya serta sebidang tanah yang dijadikan untuk fi sabilillah.” Dalam kesempatan lain, Qutaibah berkata, “Dijadikan sebagai sedekah.”

Sunan Daruquthni 4354

سنن الدارقطني 4354: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ , نا زُهَيْرٌ , نا أَبُو إِسْحَاقَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ , خَتْنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخِي امْرَأَتِهِ , قَالَ: «مَا تَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ مَوْتِهِ دِرْهَمًا وَلَا دِينَارًا وَلَا عَبْدًا وَلَا أَمَةً وَلَا شَيْئًا إِلَّا بَغْلَتَهُ وَسِلَاحَهُ وَأَرْضًا تَرَكَهَا صَدَقَةً»

Sunan Daruquthni 4354: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ismail bin Ishaq menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah bin Yunus menceritakan kepada kami, Zuhair menceritakan kepada kami, Abu Ishaq menceritakan kepada kami dari Amr bin Al Harits, ipar Rasulullah SAW, saudara istrinya, dia berkata, “Ketika Rasulullah SAW meninggal, beliau tidak meninggalkan dirham, dinar, budak laki-laki maupun budak perempuan, dan tidak sesuatu pun, kecuali baghlah-nya yang berwarna putih, senjatanya dan sebidang tanah yang dijadikan sebagai sedekah.”

Sunan Daruquthni 4355

سنن الدارقطني 4355: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ الْحَارِثِ , يَقُولُ: «مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا تَرَكَ إِلَّا بَغْلَتَهُ الْبَيْضَاءَ وَسِلَاحَهُ وَأَرْضًا جَعَلَهَا صَدَقَةً»

Sunan Daruquthni 4355: Muhammad bin Abdullah bin Zakariyya menceritakan kepada kami, Ahmad bin Syu’aib menceritakan kepada kami, Amr bin Ali mengabarkan kepadaku, Abu Bakar Al Hanafi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abu Ishaq menceritakan kepada kami dari ayahnya, dia berkata: Aku mendengar Amr bin Al Harits berkata, “Ketika Rasulullah SAW meninggal, beliau tidak meninggalkan (harta warisan), kecuali baghlah-nya yang berwarna putih, senjatanya dan sebidang tanah yang dijadikan sedekah.”

Sunan Daruquthni 4356

سنن الدارقطني 4356: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ , نا مُطَرِّفٌ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , إِنَّ أَوَّلَ صَدَقَةٍ تُصُدِّقَ بِهَا فِي الْإِسْلَامِ صَدَقَةُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , وَإِنَّ عُمَرَ , قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَشِرْ كَيْفَ أَصْنَعُ؟ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «احْبِسْ أَصْلَهَا وَسَبِّلْ ثَمَرَهَا»

Sunan Daruquthni 4356: Ibrahim bin Makhlad bin Hammad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami, Mutharrif menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa sedekah pertama yang disedekahkan di dalam Islam adalah sedekahnya Umar bin Khaththab, dan Umar berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan apa yang harus aku lakukan.” Rasulullah SAW pun bersabda kepadanya, “Tahanlah (wakafkanlah) pokoknya dan sedekahkanlah (fi sabilillah) hasilnya.”

Sunan Daruquthni 4341

سنن الدارقطني 4341: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ونا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ صَالِحٍ الْأَزْدِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ , عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ , عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ , قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ يُسْلِمُ عَلَى يَدَيِ الرَّجُلِ؟ , قَالَ: «هُوَ أَوْلَى النَّاسِ بِمَحْيَاهُ وَمَمَاتِهِ».

Sunan Daruquthni 4341: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Shalih Al Azdi menceritakan kepada kami, Ali bin Mushir menceritakan kepada kami dari Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz, dari Abdullah bin Mauhab, dari Tamim Ad-Dari, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seseorang yang memeluk Islam melalui tangan seseorang, beliau pun bersabda, ‘Dialah orang manusia yang paling berhak terhadap hidup dan matinya’.”

Sunan Daruquthni 4357

سنن الدارقطني 4357: نا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ الْأَزْدِيُّ الْمَعْرُوفُ بِابْنِ ابْنَةِ كَعْبٍ , نا الْهَيْثَمُ بْنُ سَهْلٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا أَيُّوبُ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ ح وَنا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ , نا الْهَيْثَمُ بْنُ سَهْلٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا ابْنُ عَوْنٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ مَالًا بِخَيْبَرَ لَمْ أُصِبْ مَالًا أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْهُ , فَقَالَ لَهُ: «إِنْ شِئْتَ تَصَدَّقْتَ بِهِ وَأَمْسَكْتَ أَصْلَهُ» , قَالَ: فَتَصَدَّقَ بِهِ عُمَرُ عَلَى الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ , لَا جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يُطْعِمَ صَدِيقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ مِنْهُ مَالًا , أَوْ مُتَأَثِّلٍ مِنْهُ مَالًا

Sunan Daruquthni 4357: Abu Abdullah Muhammad bin Al Qasim Al Azdi yang dikenal dengan putranya putri Ka’b, menceritakan kepada kami, Al Haitsam bin Sahl menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar (h) Muhammad bin Al Qasim menceritakan kepada kami, Al Haitsam bin Sahl menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Ibnu Aun menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Umar RA berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memperoleh suatu harta di Khaibar. Tidak pernah aku mendapatkan harta yang lebih aku sukai daripadanya.’ Lalu beliau berkata kepadanya, ‘Bila mau, engkau bersedekah dengannya dan mewakafkan pokoknya.’ Lalu Umar menyedekahkan kepada kerabat, orang-orang miskin dan ibnu sabil, serta (menyatakan) tidak ada dosa bagi yang mengurusinya untuk memakannya atau memberi makan teman selama tidak menimbun harta atau tidak menyimpan harta.”

Sunan Daruquthni 4342

سنن الدارقطني 4342: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ حَمَّادٍ سَجَّادَةُ نا عَلِيُّ بْنُ عَابِسٍ , وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سُلَيْمَانَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ الْكِلَابِيُّ , كُلُّهُمْ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , عَنِ ابْنِ مَوْهَبٍ رَجُلٍ مِنْ خَوْلَانَ , قَالَ: سَمِعْتُ تَمِيمًا الدَّارِيَّ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَأَلَهُ رَجُلٌ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4342: Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Hammad Sajjadah menceritakan kepada kami, Ali bin Abis, Abdurrahman bin Sulaiman dan Muhammad bin Rabi’ah Al Kilabi menceritakan kepada kami, semuanya dari Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz, dari Ibnu Mauhab —yaitu seorang laki-laki yang berasal dari Khaulan,— dia berkata: Aku mendengar Tamim Ad-Dari berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW ketika ditanya oleh seorang laki-laki” kemudian ia menyebutkan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4358

سنن الدارقطني 4358: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَسَدٍ الْهَرَوِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ أَبُو جَعْفَرٍ الْحَرَّانِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنْ عُمَرَ , أَنَّهُ أَصَابَ أَرْضًا بِخَيْبَرَ يُقَالُ لَهَا: ثَمْغٌ , فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ لَهُ: «احْبِسْ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْ بِثَمَرَتِهَا»

Sunan Daruquthni 4358: Muhammad bin Ahmad bin Asad Al Harawi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Husain Abu Ja’far Al Harrani menceritakan kepada kami, Yunus bin Muhammad menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Umar, bahwa dia memperoleh tanah di Khaibar yang disebut Tsamagh, lalu dia bertanya kepada Nabi SAW, beliau pun bersabda kepadanya, “Wakafkanlah pokoknya dan sedekahkanlah hasilnya?

Sunan Daruquthni 4343

سنن الدارقطني 4343: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الْخَالِقِ , نا أَبِي , نا خَالِدُ بْنُ يُوسُفَ , نا أَبِي , نا زِيَادُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ سُمَيٍّ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسُئِلَ عَنِ اللُّقَطَةِ , فَقَالَ: «لَا تَحِلُّ اللُّقَطَةُ , مَنِ الْتَقَطَ شَيْئًا فَلْيُعَرِّفْهُ سَنَةً فَإِنْ جَاءَهُ صَاحِبُهَا فَلْيَرُدَّهَا إِلَيْهِ وَإِنْ لَمْ يَأْتِ صَاحِبُهَا فَلْيَتَصَدَّقْ بِهَا , وَإِنْ جَاءَهُ فَلْيُخَيِّرْهُ بَيْنَ الْآخَرِ وَبَيْنَ الَّذِي لَهُ»

Sunan Daruquthni 4343: Muhammad bin Ahmad bin Amr bin Abdul Khaliq menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Khalid bin Yusuf menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Ziyad bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Sumai, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang luqathah (barang temuan), ‘Luqathah (barang temuan) itu tidak halal. Barangsiapa menemukan sesuatu maka dia hendaknya mengumumkannya selama setahun. Bila pemiliknya datang maka dia hendaknya menyerahkannya kepadanya. Bila pemiliknya tidak datang maka sedekahkanlah. Bila (kemudian) pemiliknya datang, maka ditawarkan pilihan antara pahala dan (ganti) yang ada padanya’.”

Sunan Daruquthni 4359

سنن الدارقطني 4359: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَبِيبٍ , حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُطَّلِبِ , حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ اسْتَأْذَنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِمَالِهِ بِثَمْغٍ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَصَدَّقْ بِهِ تَقْسِمُ ثَمَرَهُ وَتَحْبِسُ أَصْلَهُ لَا يُبَاعُ وَلَا يُورَثُ»

Sunan Daruquthni 4359: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syabib menceritakan kepada kami, Ismail menceritakan kepadaku, Abdul Aziz bin Al Muththalib menceritakan kepadaku, Yahya bin Sa’id menceritakan kepadaku, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Umar bin Khaththab meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk menyedekahkan hartanya di Tsamgh, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “bersedekahlah dengannya dengan cara membagikan buahnya dan mewakafkan pokoknya, tidak dijual dan tidak diwariskan.”