Skip to main content

Mustadrak Hakim 665

المستدرك 665: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا الْمُثَنَّى، ثنا كَامِلُ بْنُ طَلْحَةَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ، قَالَ: قَالَ رَجُلٌ لِأَبِي هُرَيْرَةَ: أَفْتَيْتَنَا فِي كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى يُوشِكُ أَنْ تُفْتِينَا فِي الْخِرَاءِ، قَالَ: فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: كُلُّ شَيْءٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَنْ سَلَّ سَخِيمَتَهُ عَلَى طَرِيقٍ عَامِرٍ مِنْ طُرُقِ الْمُسْلِمِينَ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ، وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ» . «وَمُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيُّ مِمَّنْ يُجْمَعُ حَدِيثُهُ فِي الْبَصْرِيِّينَ، وَهُوَ عَزِيزُ الْحَدِيثِ جِدًّا»

Al Mustadrak 665: Abu Bakar bin Ishaq menceritakan kepada kami, Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Kamil bin Thalhah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Amr Al Anshari menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sirin menceritakan kepada kami, dia berkata, “Seorang laki-laki berkata kepada Abu Hurairah, ‘Engkau telah memberi fatwa kepada kami tentang segala sesuatu, sampai-sampai engkau hampir memberi fatwa kepada kami tentang buang air’. Abu Hurairah berkata, ‘Segala sesuatunya (akan aku beritahu). Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membuang kotorannya (buang air kecil atau buang air besar) di jalanan umum milik kaum muslim, maka dia akan mendapat laknat dari Allah, malaikat, dan seluruh manusia” Muhammad bin Amr Al Anshari termasuk salah seorang periwayat yang dihimpun hadittnya oleh orang-orang Bashrah, dan hadisnya sangat aziz.

Mustadrak Hakim 666

المستدرك 666: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ السَّكَنِ الْوَاسِطِيُّ، ثنا الْمُثَنَّى بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ، ثنا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، وَحَدَّثَنَا أَبُو زَكَرِيَّا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَنْبَرِيُّ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَعَبَّاسٌ الْعَنْبَرِيُّ، وَإِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ – قَالَ إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ: أَنْبَأَ وَقَالَ الْآخَرُونَ: حَدَّثَنَا – مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْجُحْرِ» وَإِذَا نِمْتُمْ: أَطْفِئُوا السِّرَاجَ فَإِنَّ الْفَأْرَةَ تَأْخُذُ الْفَتِيلَةَ فَتُحْرِقُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ، وَأَوْكِئُوا الْأَسْقِيَةَ، وَخَمِّرُوا الشَّرَابَ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ . فَقِيلَ لِقَتَادَةَ وَمَا يُكْرَهُ مِنَ الْبَوْلِ فِي الْجُحْرِ؟ فَقَالَ: «إِنَّهَا مَسَاكِنُ الْجِنِّ»

Al Mustadrak 666: Ali bin Hamsyad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isa bin As-Sakan Al Wasithi menceritakan kepada kami, Al Mutsanna bin Mu’adz Al Anbari menceritakan kepada kami, Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami. Abu Zakaria Yahya bin Muhammad Al Anbari menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abu Thalib menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim, Ubaidillah bin Sa’id, Muhammad bin Al Mutsanna, Muhammad bin Basysyar, Abbas Al Anbari, dan Ishaq bin Manshur menceritakan kepada kami. Ishaq bin Ibrahim berkata, “Dia mengabarkan kepada kami.” Sementara yang lain berkata, “Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku dari Qatadah, dari Abdullah bin Saijis, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Janganlah salah seorang dari kalian kencing di lubang. Jika kalian tidur, maka matikanlah lampu, karena tikus akan mengambil lampu sehingga akan membakar penghuni rumah. Tutup dan ikatlah penutup bejana, tutuplah tempat-tempat minum, dan kuncilah pintu-pintu’.” Qatadah lalu ditanya, “Kenapa kencing di lubang dimakruhkan?” Dia menjawab, “Itu karena lubang merupakan tempat tinggal jin.”

Mustadrak Hakim 651

المستدرك 651: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، ثنا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، ثنا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، قَالَ: كُنَّا مَعَ سَلْمَانَ الْفَارِسِيٍّ فِي سَفَرٍ فَقَضَى حَاجَتَهُ، فَقُلْنَا لَهُ: تَوَضَّأْ حَتَّى نَسْأَلَكَ عَنْ آيَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ، فَقَالَ: «سَلُونِي إِنِّي لَسْتُ أَمَسُّهُ، فَقَرَأَ عَلَيْنَا مَا أَرَدْنَا، وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ مَاءٌ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ لِتَوْقِيفِهِ» . وَقَدْ رَوَاهُ أَيْضًا جَمَاعَةٌ مِنَ الثِّقَاتِ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سَلْمَانَ

Al Mustadrak 651: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad Ad-Duri menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Alqamah, dia berkata, “Kami pernah bersama Salman Al Farisi, untuk menunaikan hajatnya, maka kami berkata kepadanya, ‘Berwudhulah agar kami bisa menanyakan kepadamu tentang suatu ayat Al Qur’an’. Salman lalu berkata, ‘Tanyalah kepadaku, karena aku tidak akan menyentuhnya’. Kami pun membacakan di hadapannya ayat-ayat yang kami inginkan, sedangkan antara kami dengan dia tidak ada air (maksudnya tidak berwudhu).” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkan karena statusnya yang mauquf. Segolongan periwayat tsiqah juga meriwayatkan dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Abdurrahman bin Zaid, dari Salman.

Mustadrak Hakim 652

المستدرك 652: حَدَّثَنَاهُ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الصَّفَّارُ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ الضَّبِّيُّ، ثنا أَبُو بَدْرٍ شُجَاعٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، وَأَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الْفَقِيهُ، ثنا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، ثنا أَبِي، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سَلْمَانَ، فَذَكَرَهُ بِنَحْوِهِ

Al Mustadrak 652: Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yunus Adh-Dhabbi menceritakan kepada kami, Abu Badr Syuja’ menceritakan kepada kami dari Al A’masy. Abu Al Walid Al Faqih mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Sufyan menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Numair menceritakan kepada kami, ayahku dan Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Abdurrahman bin Yazid, dari Salman. Dia lalu menyebutkan hadisnya dengan redaksi yang semakna.

Mustadrak Hakim 653

المستدرك 653: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْوَرَّاقُ وَلَقَبُهُ حَمْدَانُ، ثنا عَفَّانُ، ثنا أَبُو عَوَانَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْلِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَا أَعْرِفُ لَهُ عِلَّةً وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَلَهُ شَاهِدٌ مِنْ حَدِيثِ أَبِي يَحْيَى الْقَتَّاتِ»

Al Mustadrak 653: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ali Al Warraq —yang bergelar Hamdan— menceritakan kepada kami, Affan menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah RA, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mayoritas siksa kubur adalah karena kencing” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim. Sejauh yang aku ketahui, hadis ini tidak memiliki illat dan keduanya tidak meriwayatkannya. Hadis ini memiliki syahid dari riwayat Abu Yahya Al Qattat.

Mustadrak Hakim 654

المستدرك 654: أَخْبَرْنَاهُ عَلِيُّ بْنُ عِيسَى، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، ثنا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي يَحْيَى، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «عَامَّةُ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْلِ»

Al Mustadrak 654: Ali bin Isa mengabarkannya kepada kami, Ibrahim bin Abu Thalib menceritakan kepada kami, Muhammad bin Rafi’ menceritakan kepada kami, Ishaq bin Manshur menceritakan kepada kami, Israil menceritakan kepada kami dari Abu Yahya, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas —dia meriwayatkanya secara marfu’ kepada Nabi —, beliau bersabda, “Mayoritas siksa kubur adalah karena kencing.”

Mustadrak Hakim 655

المستدرك 655: أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفَقِيهُ، بِالرِّيِّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَرَجِ الْأَزْرَقُ، ثنا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَحْدَثَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَأْخُذْ بِأَنْفِهِ ثُمَّ لِيَنْصَرِفْ» . تَابَعَهُ عُمَرُ بْنُ عَلِيٍّ الْمُقَدَّمِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ الْعَبْدِيُّ وَغَيْرُهُمَا، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ. «وَهُوَ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِهِمَا وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ»

Al Mustadrak 655: Abu Bakar Ismail bin Muhammad Al Faqih mengabarkan kepada kami di Rayy, Muhammad bin Al Faraj Al Azraq menceritakan kepada kami, Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, Hisyam bin Urwah mengabarkan kepadaku dari ayahnya, dari Aisyah , dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian terkena hadats dalam shalatnya, maka dia hendaknya memegang hidungnya, kemudian keluar.” Hadis ini diperkuat oleh Umar bin Ali Al Maqdami dan Muhammad bin Bisyr Al Abdi, serta yang lain dari Hisyam bin Urwah. Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya.

Mustadrak Hakim 656

المستدرك 656: وَحَدَّثَنَاهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَضْلِ الشَّعْرَانِيُّ، ثنا جَدِّي، ثنا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ، ثنا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَحْدَثَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَأْخُذْ بِأَنْفِهِ وَلْيَنْصَرِفْ وَلْيَتَوَضَّأْ» . سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ عُمَرَ الدَّارَقُطْنِيَّ الْحَافِظَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ الشَّافِعِيَّ الصَّيْرَفِيَّ، يَقُولُ: «كُلُّ مَنْ أَفْتَى مِنْ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ مِنَ الْحِيَلِ إِنَّمَا أَخَذَهُ مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ»

Al Mustadrak 656: Ismail bin Muhammad bin Al Fadhl Asy-Sya’rani menceritakannya kepada kami, kakekku menceritakan kepada kami, Nu’aim bin Hammad menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Musa menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian terkena hadats dalam shalatnya, maka dia hendaknya memegang hidungnya, kemudian keluar lalu berwudhu.” Aku mendengar Ali bin Umar Ad-Daraquthni Al Hafizh berkata: Aku mendengar Abu Bakar Ash-Shairafi berkata, “Setiap ulama dari imam kaum muslim yang memberi fatwa untuk bergeser (pindah dari tempatnya), berlandaskan pada hadis ini.”

Mustadrak Hakim 657

المستدرك 657: أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الْمَحْبُوبِيُّ، ثنا سَعِيدُ بْنُ مَسْعُودٍ، ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، ثنا الْأَعْمَشُ، وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، أَنْبَأَ بِشْرُ بْنُ مُوسَى، ثنا الْحُمَيْدِيُّ، ثنا سُفْيَانُ، ثنا الْأَعْمَشُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَسَنَةَ، قَالَ: انْطَلَقْتُ أَنَا وَعَمْرُو بْنُ الْعَاصِ، فَخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِيَدِهِ دَرَقَةٌ، أَوْ شَبِيهٌ بِالدَّرَقَةِ، فَاسْتَتَرَ بِهَا فَبَالَ وَهُوَ جَالِسٌ، فَقُلْتُ لِصَاحِبِي: أَلَا تَرَى إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يَبُولُ كَمَا تَبُولُ الْمَرْأَةُ، قَالَ: فَأَتَانَا، فَقَالَ: «أَلَا تَدْرُونَ مَا لَقِيَ صَاحِبُ بَنِي إِسْرَائِيلَ. كَانَ إِذَا أَصَابَ أَحَدًا شَيْءٌ مِنَ الْبَوْلِ قَرَضَهُ بِالْمِقْرَاضِ» قَالَ: «فَنَهَاهُمْ عَنْ ذَلِكَ فَعُذِّبَ فِي قَبْرِهِ»

Al Mustadrak 657: Abu Al Abbas Muhammad bin Ahmad Al Mahbubi mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Mas’ud menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami Al A’masy menceritakan kepada kami. Abu Bakar bin Ishaq menceritakan kepada kami, Bisyr bin Musa memberitakan (kepada kami), Al Humaidi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari Zaid bin Wahb, dari Abdurrahman bin Hasanah, dia berkata, “Aku dan Amr bin Al Ash keluar, lalu Rasulullah keluar menemui kami dengan membawa perisai dari kulit atau yang mirip perisai dari kulit, kemudian beliau menjadikannya sebagai tirai, lalu kencing dengan duduk. Aku lalu berkata kepada temanku, ‘Tidakkah kamu lihat perbuatan Rasulullah, beliau kencing sebagaimana kencingnya perempuan’?” Abdurrahmah bin Hasanah lanjut berkata, “Beliau lalu mendatangi kami dan berkata, ‘ Tahukah kalian apa yang pernah terjadi pada salah seorang dari bani Israil? Apabila ada salah seorang dari mereka yang terkena air kencing, maka dia akan mengguntingnya dengan gunting. Setelah itu Allah melarangnya, sehingga dia disiksa di kuburnya’.”

Mustadrak Hakim 642

المستدرك 642: حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ الْإِسْفَرَايِينِيُّ، ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِيُّ، ثنا يَحْيَى بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُكَيْرٍ، ثنا الْمُفَضَّلُ بْنُ فَضَالَةَ، قَالَ: سَأَلْتُ يَزِيدَ بْنَ أَبِي حَبِيبٍ، عَنِ الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ، فَقَالَ: أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَكَمِ الْبَلَوِيُّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ، أَنَّهُ وَفَدَ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَامًا، قَالَ عُقْبَةُ: وَعَلَيَّ خِفَافٌ مِنْ تِلْكَ الْخِفَافِ الْغِلَاظِ، فَقَالَ لِي عُمَرُ: «مَتَى عَهْدُكَ بِلِبَاسِهِمَا؟» فَقُلْتُ: لَبِسْتُهُمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَهَذَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فَقَالَ لِي: «أَصَبْتَ السُّنَّةَ» . وَقَدْ صَحَّتِ الرِّوَايَةُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ لَا يُوَقِّتُ فِي الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَقْتًا. وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ رُوَاتُهُ عَنْ آخِرِهِمْ ثِقَاتٌ إِلَّا أَنَّهُ شَاذُّ بِمَرَّةَ»

Al Mustadrak 642: Abu Muhammad Al Hasan bin Muhammad bin Ishaq Al Isfirayini menceritakan kepada kami, Al Husain bin Ishaq At- Tustari menceritakan kepada kami, Yahya bin Abdullah bin Bukair menceritakan kepada kami, Al Mufadhdhal bin Fadhalah menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Yazid bin Abu Habib tentang mengusap kedua khuf, dia berkata: Abdullah bin Al Hakam Al Balawi mengabarkan kepadaku dari Ali bin Rabah, dari Uqbah bin Amir, dia memberitakan kepadanya, bahwa dia pernah diutus untuk menemui Umar bin Khaththab selama satu tahun. Dia berkata lebih lanjut, “Saat itu aku memakai kaos kaki kulit yang tebal, maka Umar bertanya kepadaku, ‘Kapan kamu mulai memakainya?’ Aku menjawab, ‘Pada hari Jum’at dan ini hari Jum’at’. Dia berkata, ‘Kamu telah menerapkan Sunnah dengan benar’.” Selain itu, ada riwayat secara shahih dari Ubadillah bin Umar, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa dia tidak memberi batas waktu mengenai mengusap khuf. Hadis ini diriwayatkan dari Anas bin Malik, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan sanad yang shahih. Para periwayatnya dari yang terakhir tsiqah, hanya saja dia pernah menjadi syadz satu kali.