Skip to main content
Sunan Daruquthni 4348

سنن الدارقطني 4348: نا مُحَمَّدٌ , نا إِسْحَاقُ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ , أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ , وَسَأَلَهُ رَجُلٌ: أَتُحَرِّمُ رَضْعَةٌ أَوْ رَضْعَتَانِ؟ , فَقَالَ: مَا أَعْلَمُ الْأُخْتَ مِنَ الرَّضَاعَةِ إِلَّا حَرَامًا , فَقَالَ الرَّجُلُ: إِنَّ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ يُرِيدُ ابْنَ الزُّبَيْرِ زَعَمَ أَنَّهُ لَا تُحَرِّمُ رَضْعَةٌ , فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ: «قَضَاءُ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ قَضَائِكَ وَقَضَاءِ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ».

Sunan Daruquthni 4348: Muhammad menceritakan kepada kami, Ishaq menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Amr bin Dinar mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Ibnu Umar ketika ditanya seorang laki-laki, “Apakah satu atau dua penyusuan mengharamkan?” Dia menjawab, “Aku tidak mengetahui saudari sepersusuan kecuali itu diharamkan.” Laki-laki itu berkata, “Amirul Mukminin —maksudnya Ibnu Az-Zubair— menyangka bahwa satu penyusuan tidak mengharamkan.” Ibnu Umar berkata, “Ketetapan Allah lebih baik daripada ketetapanmu dan ketetapan Amirul Mukminin.”