Skip to main content
Musnad Syafi’i 47

مسند الشافعي 47: أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ، حَدَّثَنِي أَبُو هَاشِمٍ إِسْمَاعِيلُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنْتُ وَافِدَ بَنِي الْمُنْتَفِقِ، أَوْ فِي وَفْدِ بَنِي الْمُنْتَفِقِ، إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَيْنَاهُ فَلَمْ نُصَادِفْهُ وَصَادَفْنَا عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، فَأَتَتْنَا بِقِنَاعٍ فِيهِ تَمْرٌ، وَالْقِنَاعُ: الطَّبَقُ، فَأَكَلْنَا، وَأَمَرَتْ لَنَا بِحَرِيرَةٍ فَصُنِعَتْ، ثُمَّ أَكَلْنَا، فَلَمْ نَلْبَثْ أَنَ جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «هَلْ أَكَلْتُمْ شَيْئًا؟ هَلْ أُمِرَ لَكُمْ بِشَيْءٍ؟» فَقُلْنَا: نَعَمْ. لَمْ نَلْبَثْ أَنْ دَفَعَ الرَّاعِي غَنَمَهُ، فَإِذَا بِسَخْلَةٍ تَيْعَرُ، فَقَالَ: «هِيهِ يَا فُلَانُ، مَا وَلَدَتْ؟» قَالَ: بَهْمَةٌ. قَالَ: «فَاذْبَحْ لَنَا مَكَانَهَا شَاةً» . ثُمَّ انْحَرَفَ إِلَيَّ وَقَالَ لِي: «لَا تَحْسَبَنَّ، وَلَمْ يَقُلْ لَا تَحْسِبَنَّ، أَنَّا مِنْ أَجَلِكَ ذَبَحْنَاهَا، لَنَا غَنَمٌ مِائَةٌ لَا نُرِيدُ أَنْ تَزِيدَ، فَإِذَا وَلَّدَ الرَّاعِي بَهْمَةً ذَبَحْنَا مَكَانَهَا شَاةً» . قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي امْرَأَةً فِي لِسَانِهَا شَيْءٌ، يَعْنِي الْبَذَاءَ. فَقَالَ: «طَلِّقْهَا إِذَنْ» . قُلْتُ: إِنَّ لِي مِنْهَا وَلَدًا، وَلَهَا صُحْبَةٌ. قَالَ: ” فَمُرْهَا، يَقُولُ: عِظْهَا، فَإِنْ يَكُنْ فِيهَا خَيْرٌ فَسَتُقْبِلُ، وَلَا تَضْرِبَنَّ ظَعِينَتَكَ ضَرْبَكَ أَمَتَكَ “. قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنِي عَنِ الْوُضُوءِ. قَالَ: «أَسْبِغِ الْوُضُوءَ، وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ، وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ، إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا»

Musnad Syafi’i 47: Yahya bin Sulaim mengabarkan kepada kami. Abu Hasyim ismail bin Katsir menceritakan kepadaku dari Ashim bin Laqith bin Shabrah, dari ayahnya , ia mengatakan: Dahulu aku pernah menjadi delegasi Bani Muntafiq. Kami datang kepada Nabi , tetapi kami tidak menjumpai beliau dan hanya bertemu dengan Aisyah. Kami disuguhi senampan buah kurma, dan Aisyah memerintahkan agar dibuatkan harirah untuk kami, maka makanan itu pun dibuat, lalu kami makan. Tidak lama kemudian datanglah Nabi dan bersabda, “Apakah kalian telah memakan sesuatu? Apakah kalian telah disuguhkan sesuatu?” Kami menjawab, “Ya”. Tidak lama kemudian seorang penggembala berangkat menggiring ternaknya, tiba-tiba terdengar suara anak kambing yang baru dilahirkan. Maka Nabi bertanya, “Hai fulan! Coba lihat dengan jelas apa yang dilahirkan?” Penggembala menjawab, “Anak kambing.” Nabi bersabda, ”Sembelihkanlah buat kami sebagai ganti seekor kambing.” Kemudian Nabi menjumpaiku dan bersabda, “Janganlah sekali-kali kamu mempunyai dugaan bahwa kami menyembelih hanya karena kamu. Kami mempunyai 100 ekor kambing, sedangkan kami tidak mau ternak itu bertambah jumlahnya. Karena itu. apabila ada kambing yang melahirkan, maka kami sembelih salah seekor darinya sebagai ganti.” Kemudian kami bertanya, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku mempunyai seorang istri yang pada lisannya terdapat suatu cela, yakni suka berkata jorok.” Nabi menjawab. “Ceraikanlah dia.” Aku berkata, “Sesungguhnya aku telah mempunyai anak darinya dan ia berpredikat sebagai sahabat.” Nabi bersabda “Maka perintahkanlah dia melalui perkataan (agar menghentikannya) dan nasihati dia. Jika di dalam dirinya terdapat kebaikan, niscaya dia mau menerima. Jangan sekali-kali kamu memukul Istrimu sebagaimana ayahmu memukulmu” Aku bertanya “Wahai Rasulullah. Ceritakanlah kepadaku tentang wudhu.” Beliau bersabda, “Sempurnakanlah wudhu, dan sela-selailah diantara jari-jemari serta lakukanlah istinsyaq dengan kuat kecuali jika kamu sedang puasa” 54