Skip to main content
Musnad Syafi’i 138

مسند الشافعي 138: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، وَغَيْرُهُمَا، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ بَعْضُهُمْ: كَانَ إِذَا ابْتَدَأَ، وَقَالَ غَيْرُهُ مِنْهُمْ: كَانَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ قَالَ: «وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ» . قَالَ أَكْثَرَهُمْ: «وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ» . وَشَكَكْتُ أَنْ يَكُونَ قَالَ أَحَدُهُمْ: «وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ، أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا، لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ بِيَدِكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، وَالْمَهْدِيُّ مَنْ هَدَيْتَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، لَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ»

Musnad Syafi’i 138: Muslim bin Kbalid dan Abdul Majid serta selain keduanya mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Musa bin Uqbah, dari Abdullah bin Al Fadhl, dari Al A’raj, dari Ubaidillah bin Abu Rafi’, dari Ali bin Abu Thalib: Bahwa Rasulullah apabila memulai shalat mengucapkan, “Aku hadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam; dan demikianlah aku diperintahkan.” Kebanyakan ulama berkata, “Dan aku adalah orang yang mula-mula berserah diri.” Aku merasa ragu untuk mengatakan bahwa seseorang dari mereka berkata, “Dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Selanjutnya beliau mengucapkan), “Ya Allah, Engkau adalah Raja, tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau dengan segala pujian-Mu. Engkau adalah Rabbku dan aku adalah hamba-Mu, aku telah berbuat aniaya terhadap diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah daku atas semua dosaku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau. Dan tunjukilah aku kepada akhlak yang terbaik, tidak ada yang dapat menunjuki kepada akhlak yang terbaik selain Engkau. Dan palingkanlah dariku akhlak yang buruk, tidak ada yang dapat memalingkan diriku dari akhlak yang buruk selain Engkau. Kupenuhi seruan-Mu dengan ketaatan, semua kebaikan berada di genggaman kekuasaan-Mu, dan semua keburukan tidak dinisbatkan kepada-Mu. Orang yang mendapat petunjuk ialah orang-orang yang Engkau beri petunjuk, aku adalah kemurahan dari- Mu dan akan kembali kepada-Mu. Tiada jalan selamat dari-Mu kecuali berkat pertolongan-Mu. Maha Suci Engkau lagi Maha Tinggi aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.”145